Senin, 6 Februari 2023

Breaking News

  • Besok Penghapusan Denda Pajak Kendaraan Bermotor di Riau Dimulai   ●   
  • Dokter On Call, Masyarakat Pekanbaru Bisa Dapat Layanan Kesehatan Gratis 24 Jam   ●   
  • Wagubri Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, Ini Pesan Kemendagri   ●   
  • 707 Unit RLH Dibangun di Riau Tahun Ini, Kampar Paling Banyak   ●   
  • Angka Stunting di Riau 2022 Turun, Kadiskes Sebut Berkat Kerja Keras Kawan-Kawan di Puskesmas   ●   
Nilai Tukar Petani Riau Naik 5,64 Persen, Tertinggi Nasional
Jumat 02 Desember 2022, 12:27 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik Riau, Misfaruddin

PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) Riau pada November 2022 sebesar 151,97. Jumlah ini tercatat mengalami kenaikan sebesar 5,64 persen dibandingkan bulan Oktober 2022, yakni 143,86.

Kepala BPS Riau, Misfaruddin mengungkapkan, kenaikan NTP ini disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima petani sebesar 5,50 persen. Sedangkan indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan yaitu turun sebesar 0,13 persen.

"Kenaikan NTP Riau terjadi pada 3 subsektor penyusun NTP. Kenaikan NTP tertinggi terjadi pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat yaitu sebesar 6,50 persen. Kemudian subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,27 persen dan subsektor Perikanan sebesar 0,14 per sen," kata Misfaruddin dalam keterangan persnya, Kamis (1/12/2022).

Dia menjelaskan, khusus di NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR), mengalami kenaikan indeks sebesar 6,50 persen yaitu dari 153,99 pada Oktober 2022 menjadi 164,00 pada November 2022.

Hal ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 6,37 persen. Berbanding terbalik dengan indeks harga yang dibayar petani yang mengalami penurunan yaitu turun sebesar 0,12 persen.

"Kenaikan indeks harga yang diterima petani disebabkan oleh naiknya indeks harga kelompok Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 6,37 persen, khususnya kelapa sawit," jelasnya.

Sementara itu, lanjutnya, indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan. Disebabkan oleh turunnya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,24 persen, khususnya cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan lainnya.

"Sedangkan indeks BPPBM mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen, khususnya bibit kelapa sawit, NPK, Urea dan lainnya," tambahnya.

BPS mencatat, pada November 2022, 7 provinsi di Pulau Sumatera mengalami kenaikan NTP. Riau tercatat sebagai provinsi dengan kenaikan NTP tertinggi di Pulau Sumatera yaitu naik sebesar 5,64 persen. Tak hanya di Sumatera, kenaikan NTP Riau merupakan yang terbesar nasional untuk November 2022.

Sementara provinsi Kepulauan Riau tercatat sebagai provinsi di Pulau Sumatera yang mengalami penurunan NTP tertinggi yaitu turun sebesar 1,58 persen.(hrc)




Editor :
Kategori : Ekbis
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Berita Pilihan
Sabtu 27 Agustus 2022
PWI Larang 20 Ribu Anggotanya Ikut UKW Lembaga Abal-abal dan Tak Patuhi UU Pers

Sabtu 12 Februari 2022
HPN 2022, Jangan Ada Lagi Kriminalisasi Terhadap Pers

Jumat 11 Februari 2022
Rakernas PHRI II, ini kata Epyardi Asda :"Kedepannya Sumatera Barat Lebih Baik Lagi Dalam Menggerakkan Sektor Pariwisata".

Kamis 10 Februari 2022
Pendampingan ADM Penyelenggaraan Keuangan Desa oleh Tim Monev Kabupaten Solok

Rabu 09 Februari 2022
MOI Solok Resmi Mendaftar Kekesbangpol Kabupaten Solok, Yasri Irva :"MOI Siap Kawal Pemerintah".

Rabu 09 Februari 2022
Masalah Natuna, Alirman Sori : "Perkuat Keamanan Perbatasan Laut"

Rabu 09 Februari 2022
Dua Hari Lagi Shalat Jum'at Perdana di Masjid Asam Jao, Almito S.Pt : Mari Kita Ramaikan

Senin 07 Februari 2022
JUSUF RIZAL: KSPSI PERLU MELAKUKAN REENGINERING ORGANISASI HADAPI PERUBAHAN

Sabtu 05 Februari 2022
Masjid Ikhlas Asam Jao diresmikan, Gubernur Sumbar :

Jumat 14 Januari 2022
Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top