Selasa, 27 September 2022

Breaking News

  • Persiapan Pengamanan G20 di Bali, Kakorlantas Imbau Hal Ini ke Masyarakat   ●   
  • Kemenkumham Riau Siap Fasilitasi Tuntutan Pengungsi Afganistan   ●   
  • Gubri Syamsuar Bertemu Syekh Ariful Bahri dan Mahasiswa Riau di Madinah   ●   
  • BLT Gaji Atau BSU Tahap 3 Cair Hari Ini, Buruan Cek Rekening!   ●   
  • Pemko Pekanbaru Harap Bantuan APBN Bangun Pasar Cik Puan   ●   
Hasil Visum Keluar
Polisi Ungkap Penyebab Kematian ASN di DPRD Riau, Ada Kekerasan Benda Tumpul
Senin 12 September 2022, 15:18 WIB
Polisi terima hasil visum penyebab kematian ASN Pemprov Riau

PEKANBARU - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru membeberkan hasil autopsi jenazah wanita yang ditemukan tak bernyawa di dalam sebuah mobil di parkiran basemen gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau.

Jenazah wanita itu diketahui, bernama FY, yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Andrie Setiawan mengungkapkan, berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan oleh tim dokter di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Fitri meninggal dunia karena lemas akibat adanya kekerasan benda tumpul di bagian leher.

Atau bisa diartikan bahwa korban meninggal akibat adanya tekanan di bagian leher yang mengakibatkan korban tidak bisa bernapas.
 
"Penyebab kematian adalah adanya kekerasan (benda) tumpul di leher yang menekan jalan nafas yang ditandai adanya asfiksia (mati lemas)," ungkapnya, Senin (12/9/2022).

Andrie mengungkapkan, pihaknya saat ini belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Apakah karena dibunuh oleh seseorang atau sengaja mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Akan tetapi, penyidik Polresta Pekanbaru saat ini juga terus melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab kematian korban itu. Sejumlah saksi juga telah diperiksa untuk dimintai keterangannya.

"Belum dapat disimpulkan, masih pendalaman saksi-saksi dan alat bukti yang ditemukan. Masih analisis 6 titik cctv. Hari ini akan ditambah 1 cctv untuk dilakukan pendalaman," terangnya. (hrc)




Editor :
Kategori : Hukrim
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Berita Pilihan
Sabtu 27 Agustus 2022
PWI Larang 20 Ribu Anggotanya Ikut UKW Lembaga Abal-abal dan Tak Patuhi UU Pers

Sabtu 12 Februari 2022
HPN 2022, Jangan Ada Lagi Kriminalisasi Terhadap Pers

Jumat 11 Februari 2022
Rakernas PHRI II, ini kata Epyardi Asda :"Kedepannya Sumatera Barat Lebih Baik Lagi Dalam Menggerakkan Sektor Pariwisata".

Kamis 10 Februari 2022
Pendampingan ADM Penyelenggaraan Keuangan Desa oleh Tim Monev Kabupaten Solok

Rabu 09 Februari 2022
MOI Solok Resmi Mendaftar Kekesbangpol Kabupaten Solok, Yasri Irva :"MOI Siap Kawal Pemerintah".

Rabu 09 Februari 2022
Masalah Natuna, Alirman Sori : "Perkuat Keamanan Perbatasan Laut"

Rabu 09 Februari 2022
Dua Hari Lagi Shalat Jum'at Perdana di Masjid Asam Jao, Almito S.Pt : Mari Kita Ramaikan

Senin 07 Februari 2022
JUSUF RIZAL: KSPSI PERLU MELAKUKAN REENGINERING ORGANISASI HADAPI PERUBAHAN

Sabtu 05 Februari 2022
Masjid Ikhlas Asam Jao diresmikan, Gubernur Sumbar :

Jumat 14 Januari 2022
Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top