Selasa, 27 September 2022

Breaking News

  • Kemenkumham Riau Siap Fasilitasi Tuntutan Pengungsi Afganistan   ●   
  • Gubri Syamsuar Bertemu Syekh Ariful Bahri dan Mahasiswa Riau di Madinah   ●   
  • BLT Gaji Atau BSU Tahap 3 Cair Hari Ini, Buruan Cek Rekening!   ●   
  • Pemko Pekanbaru Harap Bantuan APBN Bangun Pasar Cik Puan   ●   
  • Penyaluran Pertalite di Riau Sudah Mencapai 85 Persen, Stok Diprediksi Bertahan Hingga Oktober   ●   
Anggota Dewan: BLT BBM Tidak Menyelesaikan Masalah
Jumat 09 September 2022, 14:57 WIB
Husaimi Hamidi

PEKANBARU - Sekretaris Komisi II DPRD Riau Husaimi Hamidi ikut menyoroti kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM disebutnya bukan solusi mengatasi masalah ini.

Dia mengatakan, masyarakat ekonomi ke bawah yang paling terdampak akibat kenaikan BBM.

"Yang terpuruk masyarakat menengah ke bawah. Jadi pemerintah harus mengawasi stabilitas harga kebutuhan di pasaran karena ini akan berdampak terhadap harga kebutuhan seperti beras, gula, cabai, dan sebagainya," kata Husaimi, Jumat (9/9/2022).

Politisi PPP ini meminta pemerintah jangan hanya mengambil kebijakan demi mengurangi beban APBN, tapi juga harus hadir di tengah kesulitan masyarakat akibat kenaikan harga BBM.

"Jangan hanya menaikan harga minyak tapi tak bisa menjaga stabilitas harga pasar. Makanya menteri-menteri yang mengurus terkait ekonomi itu harusnya dari kalangan ekonom yang bisa menguasai pasar, dia harus mampu menganalisa tentang berapa dampak kenaikan BBM ini. Karena semua kebutuhan masyarakat terdampak kenaikan BBM, terutama transportasi," ujar dia.

Menurutnya, BLT BBM sebesar Rp250 ribu per bulan untuk masyarakat prasejahtera yang diberikan oleh pemerintah tidak menyelesaikan masalah.

"Uang segitu dapat apa. Pemerintah harus tetap memberi subsidi ke masyarakat tapi ya pastikan tepat sasaran. Masalahnya, pemerintah sampai hari ini tak punya data warga miskin, sehingga banyak juga orang kaya dapat juga subsidi," katanya.

Kenaikan BBM subsidi, kata dia, menambah beban masyarakat di saat harga pupuk sawit mahal sedangkan harga TBS sawit terus turun.

"Tak pernah harga sawit naiknya lebih besar daripada turunnya. Saya punya laporan data harga TBS setiap bari. Tidak sesuai biaya yang dikeluarkan petani sawit dengan pendapatan," ucapnya.(hrc)




Editor :
Kategori : DPRD Prov Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Berita Pilihan
Sabtu 27 Agustus 2022
PWI Larang 20 Ribu Anggotanya Ikut UKW Lembaga Abal-abal dan Tak Patuhi UU Pers

Sabtu 12 Februari 2022
HPN 2022, Jangan Ada Lagi Kriminalisasi Terhadap Pers

Jumat 11 Februari 2022
Rakernas PHRI II, ini kata Epyardi Asda :"Kedepannya Sumatera Barat Lebih Baik Lagi Dalam Menggerakkan Sektor Pariwisata".

Kamis 10 Februari 2022
Pendampingan ADM Penyelenggaraan Keuangan Desa oleh Tim Monev Kabupaten Solok

Rabu 09 Februari 2022
MOI Solok Resmi Mendaftar Kekesbangpol Kabupaten Solok, Yasri Irva :"MOI Siap Kawal Pemerintah".

Rabu 09 Februari 2022
Masalah Natuna, Alirman Sori : "Perkuat Keamanan Perbatasan Laut"

Rabu 09 Februari 2022
Dua Hari Lagi Shalat Jum'at Perdana di Masjid Asam Jao, Almito S.Pt : Mari Kita Ramaikan

Senin 07 Februari 2022
JUSUF RIZAL: KSPSI PERLU MELAKUKAN REENGINERING ORGANISASI HADAPI PERUBAHAN

Sabtu 05 Februari 2022
Masjid Ikhlas Asam Jao diresmikan, Gubernur Sumbar :

Jumat 14 Januari 2022
Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top