Jumat, 1 Juli 2022

Breaking News

  • Holywings Semarang Tutup, Satpol PP: Inisiatif Manajemen   ●   
  • Penyaluran BBM Subsidi Tepat Sasaran dengan MyPertamina, Riau Mulai Awal September   ●   
  • Silaturahmi dengan Wartawan Mitra FPK Riau, Fachri Yasin: Peran Media sangat Penting Sebarkan Informasi   ●   
  • Dialog FPK Gubri FPK dan Paguyuban, Wagubri Sebut FPK Rumah Besar Paguyuban   ●   
  • Sambut Bulan Dzulhijjah, Ini 5 Amalan yang Sangat Dianjurkan   ●   
Pelatihan Sertifikasi Halal Periode 1 Oleh Halal Center ITB Ahmad Dahlan Jakarta
Minggu 15 Mei 2022, 17:39 WIB
Photo: Dokumentasi Panitia Pelatihan Pendamping PPH

KATARIAU.COM, JAKARTA - Pelatihan bagi calon-calon Pendamping Proses Produksi Halal (Pendampngan PPH) merupakan bagian dari kontribusi Pusat Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Halal (PK PSDH) ITB Ahmad Dahlan Jakarta dalam mendukung sistem rantai pasok jaminan produk halal oleh Pemerintah. Sebagaimana Keputusan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Nomor 41 tahun 2022 tentang Penetapan Nomor Registrasi Pendampingan PPH, yang salah satu bagian mekanismenya adalah pelatihan yang telah dilaksanakan secara daring pada tanggal 09-12 Mei 2022. 

Kegiatan ini buka secara resmi oleh Kepala PK PSDH Dr.Ir. Nur Aini, M.Si.  Disampaikan bahwa tujuan kegiatan adalah membekali pengetahuan kepada calon Pendamping PPH terkait materi landasan hukum JPH, Ketentuan syariat Islam terkait JPH, Pengetahuan bahan kritis,  Proses produksi halal, Dll yang terkait pendampingan PPH seperti verifikasi dan validasi, serta digitalisasi pendampingan PPH. Materi pelatihan disampaikan oleh para narasumber yang sangat berkompeten, selain dari PK PSDH sendiri, juga dari berbagai halal centre lain yang telah terdaftar sebagai trainer oleh BPJPH.

BPJPH membuat Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) yang dalam rantai pasok SJPH di antaranya adalah Pendamping Proses Produk Halal (PPH). Dalam melakukan kegiatannya disebut pendampingan PPH.  Dari pelatihan ini diharapkan Pendamping PPH melakukan tugas pendampingan bekerja secara profesional, menjaga sikap dan perilaku, memberi penilaian secara objektif dan transparan.

Target Pelatihan Pendamping PPH oleh PK PSDH adalah para kepala desa/walinagari dan pemangku kepentingan lainnya di seluruh wilayah Indonesia yang tergabung dalam kelas mahasiswa sarjana desa program S1 dan S2, mahasiswa kelas reguler S1 dan S2, Alumni, internal dosen ITB Ahmad Dahlan Jakarta, serta masyarakat sekitar.  Penentuan taget peserta bukan tanpa alasan, hal ini untuk menyinergikan amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, menegaskan bahwa produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di Wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal. Hal ini bukan hanya merupakan respon akan kebutuhan konsumen muslim sebanyak 87 persen dari total penduduk Indonesia, melainkan juga menanggapi trend meningkatnya populasi muslim dunia (World Population Review, 2020). Sebaliknya, pemenuhan produk pangan yang beredar di Indonesia baru sekitar 10% yang tersertifikasi halal.

Pemerintah melalui Kementerian Agama menargetkan 10 juta pelaku usaha mikro kecil (UMK) pada tahun 2022 tersertifikat halal. Melalui skema self declare sebagai mana amanah Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020, pemerintah telah mengalokasikan dana untuk 25 ribu pelaku UMK tahun 2022 mendapatkan sertifikat halal secara gratis.

Hal ini sebagai upaya Pemerintah dalam memenuhi Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 dimana Pelaku UMK di sektor makanan dan minuman, per tanggal 17 Oktober 2024 sudah wajib memiliki sertifikat halal.

Meski kegiatan pelatihan berlangsung secara daring dan peserta merupakan pemangku kepentingan aktif di wilayahnya, namun tidak mengurangi antusias peserta, terbukti banyaknya pertanyaan yang dilontarkan peserta dalam diskusi maupun pernyataan peserta yang disampaikan dalam link evaluasi kegiatan.  Hampir 50 persen peserta menginginkan pelatihan dilanjutkan dengan bimbingan teknis dan dilakukan secara luring/offline. Yang tentu saja, hal harapan tersebut menjadi catatan bagi penyelenggara pelatihan ini untuk kegiatan selanjutnya menjadi lebih baik dan implimentatif. *(red)

Sumber : (Nur Aini-Kepala PK PSDH ITB Ahmad Dahlan Jakarta)
 
 
 
 
 






Editor : Ahmad Syuhada AM
Kategori : Nusantara
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Berita Pilihan
Sabtu 12 Februari 2022
HPN 2022, Jangan Ada Lagi Kriminalisasi Terhadap Pers

Jumat 11 Februari 2022
Rakernas PHRI II, ini kata Epyardi Asda :"Kedepannya Sumatera Barat Lebih Baik Lagi Dalam Menggerakkan Sektor Pariwisata".

Kamis 10 Februari 2022
Pendampingan ADM Penyelenggaraan Keuangan Desa oleh Tim Monev Kabupaten Solok

Rabu 09 Februari 2022
MOI Solok Resmi Mendaftar Kekesbangpol Kabupaten Solok, Yasri Irva :"MOI Siap Kawal Pemerintah".

Rabu 09 Februari 2022
Masalah Natuna, Alirman Sori : "Perkuat Keamanan Perbatasan Laut"

Rabu 09 Februari 2022
Dua Hari Lagi Shalat Jum'at Perdana di Masjid Asam Jao, Almito S.Pt : Mari Kita Ramaikan

Senin 07 Februari 2022
JUSUF RIZAL: KSPSI PERLU MELAKUKAN REENGINERING ORGANISASI HADAPI PERUBAHAN

Sabtu 05 Februari 2022
Masjid Ikhlas Asam Jao diresmikan, Gubernur Sumbar :

Jumat 14 Januari 2022
Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai

Senin 29 November 2021
Hadirkan 7 Narasumber, Forum Pembauran Kebangsaan Riau Gelar Rakor Penguatan Organisasi

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top