Rabu, 17 Agustus 2022

Breaking News

  • Solar Langka, Polda Riau Tangkap 18 Penimbun BBM Subsidi   ●   
  • Sambut Kunjungan TLCI Jambi, HM Marwan: Riau Siap Dukung Jambore Nasional TLCI ke-V Tahun 2023   ●   
  • HUT Ke-77 RI, Gubernur Riau Lakukan Apel Kehormatan dan Renungan Suci   ●   
  • Ditlantas Polda Riau Luncurkan Aplikasi Enam Pelayanan Publik   ●   
  •   ●   
Aplikasi BSR Polda Riau Sukses Tekan Angka Positivity Rate Menjadi 1,4 Persen
Rabu 06 Oktober 2021, 14:21 WIB
ist

SELATPANJANG - Polda Riau meluncurkan Aplikasi Bersama Selamatkan Riau (BSR) yang difungsikan untuk mempermudah pekerjaan petugas di lapangan dalam penanganan terhadap masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19. Aplikasi berbasis teknologi ini, juga sudah dijalankan diseluruh wilayah di Riau, melalui Polres yang ada.

Berkat kecanggihan, efektivitas dan efisiensinya, Aplikasi BSR pun menjadi terobosan teranyar yang digagas Polda Riau. Ini juga ditujukan untuk mengantisipasi lonjakan penularan Corona gelombang ketiga yang diwaspadai dalam bulan-bulan ke depan. Saat ini, ada sekitar 1.800 orang dari Polri, TNI serta tenaga kesehatan di Riau yang tergabung sebagai tracer dalam aplikasi BSR.

Provinsi Riau sendiri dianggap mampu menekan angka penularan Covid-19 saat gelombang kedua melanda beberapa waktu lalu. Bahkan hingga kini, angka penderita Corona terus menurun di Riau. Diharapkan, dengan adanya Aplikasi BSR yang terbaru ini mampu menekan pandemi ketika gelombang ketiga.

Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi saat launching Aplikasi Bersama Selamatkan Riau (BSR) di Kabupaten Kepulauan Meranti pada Rabu (6/10/2021) memaparkan, pada awal Agustus angka positivity rate di Riau mencapai 31 persen. Berkat kecepatan penanganan dan pencegahan, angka ini menurun drastis menjadi 1,4 persen.

Penurunan angka positivity yang hari ini menjadi 1,4 persen salahsatunya merupakan kontribusi aplikasi BSR. Bisa dilihat, penanganan yang awalnya masih sangat rendah, artinya jumlah orang terkonfirmasi sedikit yang diverifikasi saat ini semakin hari sudah semakin banyak. Artinya semakin banyak mereka yang ditangani dari aplikasi tersebut," terangnya.

"Dari awal Agustus 2021, positivity di Riau 31 persen dan hari ini hanya 1,4 persen. Tentunya ini sangat baik," tambah Irjen Agung didampingi Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil dan Kapolres AKBP Andi Yul di lokasi peluncuran aplikasi BSR, di kantor Bupati.

Adapun aplikasi BSR bertujuan memastikan masyarakat di Riau yang terkonfirmasi Covid-19 dapat tertangani dengan optimal, mulai dari validasi data, verifikasi, pemberian obat hingga evakuasi ke rumah sakit dan tempat isolasi terpusat. Semuanya ditangani maksimal dan mendetail, agar Covid-19 tidak menular luas terutama di klaster keluarga yang menjadi kontak erat.

"Ini juga salahsatunya agar memudahkan kita semua menjalankan tugas, mencegah penularan Covid-19 pada saudara-saudara kita. Warning gelombang ketiga penyebaran Covid-19 yang kita harap dapat dicegah di Riau, selain dengan percepatan vaksin yang terus berjalan. Dengan aplikasi BSR, petugas yang melakukan tracing dapat lebih mudah dalam memverifikasi, sehingga lebih valid," ungkap jenderal bintang dua ini.

Ia menegaskan, aplikasi tersebut merupakan wujud dari kerja keras serta sebagai bukti bahwa negara hadir untuk masyarakat dalam pencegahan dan penanganan Covid-19. Irjen Agung ingin angka kematian di Riau akibat terpapar Corona bisa ditekan, dan masyarakat mendapat pelayanan kesehatan optimal, melalui aplikasi BSR yang diluncurkan itu.

Adapun sistem kerja Aplikasi BSR adalah informasi yang terintegrasi, dengan memproses data dari pusat, terhadap masyarakat yang terkonfirmasi Covid. Data itu pula yang kemudian ditindaklanjuti oleh petugas (Tracer) diwilayahnya masing-masing, dengan tujuan validasi. Petugas Tracer lalu melaporkan kembali menggunakan aplikasi BSR ini secara detail, mengenai penindakan yang sudah dilakukan. Melalui laporan ini pula tindak lanjutan bisa diambil, agar penanganan terhadap orang yang terkonfirmasi jadi optimal.

Selain dibantu Aplikasi BSR, percepatan vaksinasi oleh Polda Riau juga menjadi faktor tak kalah penting dalam menekan dan mencegah lajunya penyebaran Corona di Riau. Bahkan di Kabupaten Kepulauan Meranti, vaksinasi kepada masyarakat sudah mencapai 30 persen lebih. (rilis)




Editor :
Kategori : Meranti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Berita Pilihan
Sabtu 12 Februari 2022
HPN 2022, Jangan Ada Lagi Kriminalisasi Terhadap Pers

Jumat 11 Februari 2022
Rakernas PHRI II, ini kata Epyardi Asda :"Kedepannya Sumatera Barat Lebih Baik Lagi Dalam Menggerakkan Sektor Pariwisata".

Kamis 10 Februari 2022
Pendampingan ADM Penyelenggaraan Keuangan Desa oleh Tim Monev Kabupaten Solok

Rabu 09 Februari 2022
MOI Solok Resmi Mendaftar Kekesbangpol Kabupaten Solok, Yasri Irva :"MOI Siap Kawal Pemerintah".

Rabu 09 Februari 2022
Masalah Natuna, Alirman Sori : "Perkuat Keamanan Perbatasan Laut"

Rabu 09 Februari 2022
Dua Hari Lagi Shalat Jum'at Perdana di Masjid Asam Jao, Almito S.Pt : Mari Kita Ramaikan

Senin 07 Februari 2022
JUSUF RIZAL: KSPSI PERLU MELAKUKAN REENGINERING ORGANISASI HADAPI PERUBAHAN

Sabtu 05 Februari 2022
Masjid Ikhlas Asam Jao diresmikan, Gubernur Sumbar :

Jumat 14 Januari 2022
Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai

Senin 29 November 2021
Hadirkan 7 Narasumber, Forum Pembauran Kebangsaan Riau Gelar Rakor Penguatan Organisasi

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top