Minggu, 25 Oktober 2020

Breaking News

  • FPK Riau Sampaikan Pernyataan Sikap Terkait UU Cipataker   ●   
  • FPK Riau Sampaikan 7 Pernyataan Sikap Terkai UU Cipataker   ●   
  • Ini Cara LPPMS Lahirkan Bibit Potensial di Bbidang Kecantikan   ●   
  • FKPMR Apresiasi Kapolda Riau Cepat Tanggap Terhadap Pernyataan Sikap Forum Terkait Demo   ●   
  • Tidak Ada Titik Temu Buruh dan Pengusaha Industri, Nasib Buruh Terus Terpinggirkan   ●   
Ketua Baznas Ajak Masyarakat Lestarikan Batik Perajin
Sabtu 03 Oktober 2020, 08:59 WIB
Perajin Batik Tengah Membatik di Hari Batik Nasional Ft : Ilustrasi

katariau.com,Jakarta- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengajak masyarakat untuk melestarikan batik dari para perajin tradisional di Indonesia. Ajakan ini disampaikan Direktur Utama BAZNAS, Arifin Purwakananta bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional, 2 Oktober 2020.

"Kendati batik telah menjadi Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi UNESCO sejak 11 tahun lalu, namun masih banyak perajin yang membutuhkan dukungan mulai dari produksi, pemasaran hingga inovasi," kata Arifin Purwakananta.

Menurutnya masa pandemi Covid-19 ini, menjadi masa yang sulit bagi para perajin tradisional yang menggantungkan hidup dengan karya batiknya, menghadapi kondisi tidak ada permintaan pasar. Demikian juga para pengusaha kecil yang sudah lebih dulu terpuruk karena modal yang habis untuk kebutuhan hidup.

"Para perajin batik tradisional membutuhkan dukungan nyata agar bangkit menghadapi pandemi Covid-19, dan kembali berkarya meneguhkan Indonesia sebagai pemilik warisan unggul dunia ini," ungkap Arifin.

Dalam tiga tahun terakhir, BAZNAS telah mengembangkan program pemberdayaan Rumah Batik dan Tenun Indonesia, memberikan dukungan mulai dari modal, keterampilan, pendampingan hingga pemasaran dan promosi kreatif bagi perajin.

Dukungan ini sebagai upaya mendorong para perajin batik untuk meningkatkan ekonomi serta kesejahteraan mereka, batik adalah sebagai gaya busana di Indonesia.

Program pemberdayaan batik berada di dua lokasi yakni di Kampung Batik Cibuluh Bogor Utara, Jawa Barat dan Desa Sumurgung, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sementara untuk pemberdayaan mustahik perajin tenun, berada di Kecamatan Pulau Ende Nusa Tenggara Timur.

“Setiap harinya mereka melakukan produksi batik hingga pemasaran ke sejumlah daerah, baik secara kelompok ataupun perorangan. Menyambut Hari Batik Nasional tahun ini, BAZNAS kembali mengenalkan karya-karya para perajin penerima manfaat program Rumah Batik dan Tenun Indonesia,” tambahnya.

Seperti kegiatan di Kampung Batik Cibuluh bertajuk, “Gebyar Hari Batik Nasional Kampung Batik Cibuluh” memperingati Hari Batik Nasional 2020. Kegiatan dilakukan secara offline dengan menjalankan protokol kesehatan ketat, juga diselenggarakan secara online melalui kanal Youtube resmi BAZNAS TV. Acara diselenggarakan mulai dari pameran kain batik, hingga berbagai lomba kreatif.

Kampung Batik, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, merupakan integrasi program pemberdayaan oleh BAZNAS melalui Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM), Pemerintah Kota Bogor, dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Saat ini, sebanyak 30 penerima manfaat aktif yang menjadi perajin di Kampung Batik Cibuluh.

Kepala Divisi Pendayagunaan BAZNAS, Randi Swandaru mengatakan, “Hari Batik Nasional 2020 ini, BAZNAS terus mendukung para perajin batik tradisional dalam mengembangkan usahanya. Selain meningkatan ekonomi pada mustahik dan masyarakat, juga melestarikan budaya Indonesia agar tetap terjaga".

Menurutnya dalam mendukung peningkatan pemberdayaan perajin batik, BAZNAS bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Pengrajin batik Kampung Batik Cibuluh, akan dibantu oleh Kemenko PMK terkait perluasan pasar dan pengembangan.

Karya perajin di Kampung Batik Cibuluh berciri khas motif batik Bogor dan memiliki potensi destinasi wisata unggulan di Kota Bogor. Hasil batik dari kampung wisata ini dibeli oleh pengunjung dan melayani pesanan yang berasal dari daerah luar khususnya Jabodetabek.

Sementara di Tuban, produksi batik memakai bahan ramah lingkungan memiliki nilai jual tinggi. Produk batik oleh kelompok ibu-ibu yang diberdayakan dengan jumlah 14 mustahik ini, telah dipamerkan di sejumlah ajang bergengsi.

Misalnya ajang Eco Fashion Week Indonesia tahun 2018, hingga Fashion Show on Train di tahun 2019. Kain Batik dari Rumah Batik BAZNAS di Tuban ini juga digunakan para model di ajang Puteri Kartini pada 2019, pungkasnya.

Redaktur : Dpriyatna




Editor : dudung
Kategori : Nusantara
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Selasa 13 Oktober 2020
Ini Cara LPPMS Lahirkan Bibit Potensial di Bbidang Kecantikan

Jumat 09 Oktober 2020
Tidak Ada Titik Temu Buruh dan Pengusaha Industri, Nasib Buruh Terus Terpinggirkan

Jumat 09 Oktober 2020
Donasi Noah Untuk Crew Band Indonesia

Jumat 09 Oktober 2020
Ratu Meta Kenalkan Goyang Hanpon

Jumat 09 Oktober 2020
Provinsi Sulawesi Utara Perlu Waspada Dengan Potensi Megathrust

Jumat 09 Oktober 2020
Apresiasi Doni Monardo Pada Upaya Pengendalian COVID-19 di Sulawe

Selasa 06 Oktober 2020
Pemain Sinetron Cinta Tapi Benci Gelar Meet And Greet Dengan Fans di Surabaya

Sabtu 03 Oktober 2020
Pop Academi Indosiar Siapkan Talent Industri Musik Tanah Air

Sabtu 03 Oktober 2020
Musisi dan Pesinetron Ini Jadi Distributor Kecantikan, Kesehatan

Sabtu 03 Oktober 2020
Ketua Baznas Ajak Masyarakat Lestarikan Batik Perajin

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top