Jumat, 1 Juli 2022

Breaking News

  • Holywings Semarang Tutup, Satpol PP: Inisiatif Manajemen   ●   
  • Penyaluran BBM Subsidi Tepat Sasaran dengan MyPertamina, Riau Mulai Awal September   ●   
  • Silaturahmi dengan Wartawan Mitra FPK Riau, Fachri Yasin: Peran Media sangat Penting Sebarkan Informasi   ●   
  • Dialog FPK Gubri FPK dan Paguyuban, Wagubri Sebut FPK Rumah Besar Paguyuban   ●   
  • Sambut Bulan Dzulhijjah, Ini 5 Amalan yang Sangat Dianjurkan   ●   
Wanti-wanti WHO soal Durasi Panjang Pandemi Corona
Senin 03 Agustus 2020, 05:54 WIB
ilustrasi
JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mewanti-wanti soal durasi pandemi Corona yang bakal panjang. Selain itu, Komite Darurat mengingatkan soal risiko dari durasi panjang ini.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan bahwa wabah ini kejadian langka yang dampaknya bisa terasa selama puluhan tahun ke depan.

"Pandemi ini adalah krisis kesehatan sekali dalam seratus tahun. Efeknya akan terasa selama beberapa dekade," kata Tedros saat membuka pertemuan komite darurat pada Jumat (31/7/2020), seperti dilansir dari detik.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 17 juta kasus COVID-19 yang terkonfirmasi di seluruh dunia dengan 670 ribu di antaranya meninggal dunia. Amerika Serikat (AS), Brasil, dan India jadi tiga negara penyumbang kasus terbanyak.

Benua Asia disebut mulai menghadapi gelombang kedua dan beberapa negara dilaporkan mengalami resesi ekonomi akibat dampak dari upaya pembatasan.

Sementara itu, lebih dari 150 perusahaan farmasi tengah berlomba-lomba mengembangkan vaksin Corona. WHO memprediksi vaksin paling cepat tersedia pada awal 2021.

Tedros menyebut studi yang berkembang mulai mengungkap sifat-sifat dari virus SARS-COV-2 penyebab COVID-19. Namun ia mengingatkan masih banyak hal yang belum diketahui dan secara umum populasi dunia masih rentan terhadap infeksi.

"Hasil awal berbagai studi serologi menemukan hal serupa: kebanyakan populasi dunia masih bisa terinfeksi virus ini, bahkan pada area yang sudah beberapa kali mengalami wabah parah," kata Tedros.

Seperti dilansir dari AFP, Minggu (2/8/2020) komite itu "menyoroti durasi panjang pandemi COVID-19 yang diantisipasi ini". WHO dalam pernyataannya memperingatkan risiko "kelelahan dalam menangani Corona" karena tekanan sosial-ekonomi di negara-negara.

Panel rapat yang digelar pada Jumat (31/8) itu digelar untuk keempat kalinya untuk membahas Corona, setengah tahun sejak deklarasi darurat kesehatan masyarakat internasional (PHEIC) tanggal 30 Januari - tingkat alarm tertinggi WHO.

"WHO terus menilai tingkat risiko global COVID-19 menjadi sangat tinggi," ujar WHO dalam pertemuan tersebut.

Virus Corona telah menewaskan sedikitnya 680.000 orang dan menginfeksi sedikitnya 17,6 juta orang sejak wabah itu muncul di China Desember 2019.

Tidak mengherankan, panel, yang terdiri dari 17 anggota dan 12 penasihat, dengan suara bulat setuju bahwa pandemi masih merupakan PHEIC.*

Beberapa negara di dunia telah memberlakukan lockdown ketat dalam upaya untuk mengendalikan penyebaran virus, yang juga menjerumuskan ekonomi ke dalam kontraksi tajam.

Komite mendesak WHO untuk memberikan panduan pragmatis tentang manajemen COVID-19 "untuk mengurangi risiko kelelahan dalam merespons Corona dalam konteks tekanan sosial-ekonomi".

Panel mendesak WHO untuk mendukung negara-negara dalam mempersiapkan peluncuran terapi pengobatan dan vaksin yang telah terbukti.*



Editor : Redaksi
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Berita Pilihan
Sabtu 12 Februari 2022
HPN 2022, Jangan Ada Lagi Kriminalisasi Terhadap Pers

Jumat 11 Februari 2022
Rakernas PHRI II, ini kata Epyardi Asda :"Kedepannya Sumatera Barat Lebih Baik Lagi Dalam Menggerakkan Sektor Pariwisata".

Kamis 10 Februari 2022
Pendampingan ADM Penyelenggaraan Keuangan Desa oleh Tim Monev Kabupaten Solok

Rabu 09 Februari 2022
MOI Solok Resmi Mendaftar Kekesbangpol Kabupaten Solok, Yasri Irva :"MOI Siap Kawal Pemerintah".

Rabu 09 Februari 2022
Masalah Natuna, Alirman Sori : "Perkuat Keamanan Perbatasan Laut"

Rabu 09 Februari 2022
Dua Hari Lagi Shalat Jum'at Perdana di Masjid Asam Jao, Almito S.Pt : Mari Kita Ramaikan

Senin 07 Februari 2022
JUSUF RIZAL: KSPSI PERLU MELAKUKAN REENGINERING ORGANISASI HADAPI PERUBAHAN

Sabtu 05 Februari 2022
Masjid Ikhlas Asam Jao diresmikan, Gubernur Sumbar :

Jumat 14 Januari 2022
Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai

Senin 29 November 2021
Hadirkan 7 Narasumber, Forum Pembauran Kebangsaan Riau Gelar Rakor Penguatan Organisasi

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top