Sabtu, 26 November 2022

Breaking News

  • Silahturahmi Bersama IAKMI, Gubri Bahas Pelayanan Rumah Sakit   ●   
  • Ditresnarkoba Adakan Healing dan Konseling untuk Pasien Ketergantungan Obat   ●   
  • Pemprov Riau Menang Gugatan Proyek Jalan Bagansiapiapi-Teluk Piyai-Kubu   ●   
  • Pagi ini 2 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, 1 di Bengkalis   ●   
  • Undang Lembaga Sertifikasi Polri, Polda Riau Gelar Assessmen Uji Kompetensi Penyidik dan Penyidik Pembantu   ●   
Anggota Parlemen Malaysia Diduga Perkosa PRT Indonesia
Rabu 10 Juli 2019, 07:47 WIB
Ilustrasi
KUALA LUMPUR-Kepolisian membenarkan seorang anggota DPRD atau Exco Pemerintah Negeri Perak Malaysia sedang diselidiki atas dugaan pemerkosaan Pembantu Rumah Tangga (PRT) asal Indonesia.

Sebagaimana diberitakan media dalam jaringan setempat, seperti dilansir republika, Selasa,(9/7) korban telah membuat laporan ke polisi Senin malam setelah diperkosa di kediaman laki-laki tersebut di Meru, Ipoh.

"Ya, kami sudah menerima laporan polisi yang dibuat korban semalam dan penyelidikan kini sedang dijalankan. Sekarang ini beum ada penangkapan namun pelaku akan ditahan dalam waktu dekat untuk membantu penyelidikan," kata Kepala Bagian Penyelidikan Seksual, Wanita dan Kanak-Kanak (D11), Kantor Penyelidikan Kriminal (JSJ), Bukit Aman, Asisten Komisioner Choo Lily, Selasa (9/7).

Menteri Besar Perak, Datuk Seri Ahmad Faizal Azumu kepada Astro Awani mengatakan pihaknya telah diberitahu mengenai satu laporan polisi yang dibuat oleh pembantu rumah tangga tersebut. Kementerian menyerahkan kepada pihak polisi untuk menjalankan penyelidikan.

"Pemerintah Perak memandang serius dakwaan tersebut dan meminta semua pihak memberi ruang kepada aparat untuk menjalankan penyelidikan penuh secara nyata dan profesional," katanya.

Ketua Partai DAP Perak Nga Kor Ming mengatakan pihaknya memandang serius dakwaan tersebut dan menyerahkan kepada pihak berwajib untuk melakukan penyelidikan.

Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat mengatakan Tim Satgas Perlindungan WNI masih melakukan pengecekan dan koordinasi termasuk dengan otoritas Malaysia untuk mencari klarifikasi atas kabar yang baru diterima ini.

"Saya saat ini sedang berkoordinasi dengan Ketua Satgas Perlindungan WNI," katanya. (kt5)



Editor :
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Berita Pilihan
Sabtu 27 Agustus 2022
PWI Larang 20 Ribu Anggotanya Ikut UKW Lembaga Abal-abal dan Tak Patuhi UU Pers

Sabtu 12 Februari 2022
HPN 2022, Jangan Ada Lagi Kriminalisasi Terhadap Pers

Jumat 11 Februari 2022
Rakernas PHRI II, ini kata Epyardi Asda :"Kedepannya Sumatera Barat Lebih Baik Lagi Dalam Menggerakkan Sektor Pariwisata".

Kamis 10 Februari 2022
Pendampingan ADM Penyelenggaraan Keuangan Desa oleh Tim Monev Kabupaten Solok

Rabu 09 Februari 2022
MOI Solok Resmi Mendaftar Kekesbangpol Kabupaten Solok, Yasri Irva :"MOI Siap Kawal Pemerintah".

Rabu 09 Februari 2022
Masalah Natuna, Alirman Sori : "Perkuat Keamanan Perbatasan Laut"

Rabu 09 Februari 2022
Dua Hari Lagi Shalat Jum'at Perdana di Masjid Asam Jao, Almito S.Pt : Mari Kita Ramaikan

Senin 07 Februari 2022
JUSUF RIZAL: KSPSI PERLU MELAKUKAN REENGINERING ORGANISASI HADAPI PERUBAHAN

Sabtu 05 Februari 2022
Masjid Ikhlas Asam Jao diresmikan, Gubernur Sumbar :

Jumat 14 Januari 2022
Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top