Jumat, 27 November 2020

Breaking News

  • FPK Riau Sampaikan Pernyataan Sikap Terkait UU Cipataker   ●   
  • FPK Riau Sampaikan 7 Pernyataan Sikap Terkai UU Cipataker   ●   
  • Ini Cara LPPMS Lahirkan Bibit Potensial di Bbidang Kecantikan   ●   
  • FKPMR Apresiasi Kapolda Riau Cepat Tanggap Terhadap Pernyataan Sikap Forum Terkait Demo   ●   
  • Tidak Ada Titik Temu Buruh dan Pengusaha Industri, Nasib Buruh Terus Terpinggirkan   ●   
Modal Ageng Kiwi Menuju Pencalonannya Jadi Caleg DPR RI
Senin 06 Mei 2019, 15:20 WIB

Jakarta-Ihlas dan rasa bersyukur merupakan pilar terdepan dalam aktivitas pemusik, pesinetron Ageng Kiwi. Tidak heran, jika dalam pemilu 2019, terkait pencalonan dirinya sebagai  Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang sering dipertanyakan orang tentang hasilnya, tidak membuat dirinya pusing. Sebaliknya, Ageng Kiwi menyerahkan sepenuhnya pada ketentuan Allah swt.

Ageng Kiwi menyatakan, ketika individu dipenuhi rasa ’narima’ (menerima kenyataan) dan selalu bersyukur, maka berfikir dan hati menjadi tenang, otomatis tubuh pun akan rileks.

"Yang saya rasakan, bisa rileks," kata Ageng Kiwi di acara ‘Santunan Anak Yatim dan Manusia Lanjut Usia 'Menyambut Bulan Suci Ramadan’, di Desa Jeruk Legi, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat lalu (3/5/2019).

Terkait pencalonan dirinya sebagai  Caleg DPR-RI Dapil 8 Cilacap, Banyumas, nomor urut 8 dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), banyak rekannya yang menanyakan tentang hasil pemilihan atas pencalonannya sebagai Caleg DPR-RI. Tentunya, jika tidak siap dengan pertanyaan tersebut, dengan sendirinya akan berpengaruh pada ketidak stabilan emosi.

Padahal, meski pemilu telah berakhir, namun, hasil penghitungan suara untuk Calon Presiden (Capres), Dewan Perwakilan Daerah (DPD),Calon Anggota Legislatif (Caleg) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), penghitungan suara di dapilnya belum terekapitulasi seluruhnya.

“Kita tunggu hasilnya melalui keputusan resmi dari KPU.  Apapun hasilnya saya akan menerima dengan lapang dada dan bersyukur. Rencana Allah SWT jauh lebih dahsyat ketimbang rencana manusia,” ungkap seniman serba bisa bernama asli Ageng Wahono Kiwi ini.

Setelah melewati masa kampanye, Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang melelahkan, Ageng ingin kembali kepada rutinitasnya sebagai seniman.

Menurut Ageng, menjadi anggota dewan itu bukan pekerjaan, melainkan pengabdian.

"Jauh dari keinginan untuk berkuasa. Apalagi hanya ingin memanfaatkan fasilitas Negara," ujar seniman yang pernah menjabat Ketua LKK (Lembaga Kebudayaan dan Kesenian) KOSGORO ini.




Editor : dudung
Kategori : Politik
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Selasa 13 Oktober 2020
Ini Cara LPPMS Lahirkan Bibit Potensial di Bbidang Kecantikan

Jumat 09 Oktober 2020
Tidak Ada Titik Temu Buruh dan Pengusaha Industri, Nasib Buruh Terus Terpinggirkan

Jumat 09 Oktober 2020
Donasi Noah Untuk Crew Band Indonesia

Jumat 09 Oktober 2020
Ratu Meta Kenalkan Goyang Hanpon

Jumat 09 Oktober 2020
Provinsi Sulawesi Utara Perlu Waspada Dengan Potensi Megathrust

Jumat 09 Oktober 2020
Apresiasi Doni Monardo Pada Upaya Pengendalian COVID-19 di Sulawe

Selasa 06 Oktober 2020
Pemain Sinetron Cinta Tapi Benci Gelar Meet And Greet Dengan Fans di Surabaya

Sabtu 03 Oktober 2020
Pop Academi Indosiar Siapkan Talent Industri Musik Tanah Air

Sabtu 03 Oktober 2020
Musisi dan Pesinetron Ini Jadi Distributor Kecantikan, Kesehatan

Sabtu 03 Oktober 2020
Ketua Baznas Ajak Masyarakat Lestarikan Batik Perajin

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top