Rabu, 22 September 2021

Breaking News

  • Walikota Pekanbaru Launching Bus Vaksin Keliling   ●   
  • Membanggakan, Inilah Capaian Firdaus-Ayat Satu Dekade Memimpin Kota Pekanbaru   ●   
  • Gandeng UNRI, Polda Riau Dorong Percepatan Herd Immunity Kampus   ●   
  • Desa Binaan Diterpa Bencana Banjir, TLCI #2 Riau Droping Bansos dan Gerakkan Perekonomian Warga   ●   
  • 41 Personel Berprestasi Mendapatkan Penghargaan Kapolda Riau   ●   
Akhiri Kemiskinan Lewat Perbaikan Gizi
Jumat 12 April 2019, 00:35 WIB

Katariau.com I Jakarta-Pemenuhan gizi menurut Dr. Dida A. Gurnida. Dr.Sp.A(K). M.Kes, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, dimulai sejak seseorang berada di dalam kandungan ibunya. Perbaikan gizi yang benar akan menciptakan generasi milenial yang  lebih sehat, kuat, trengginas dan mumpuni untuk membangun negeri.

Kekurangan gizi atau malnutrisi berdampak buruk pada pertumbuhan dan kesehatan tubuh manusia. Setiap zat mengandung manfaat yang mendukung pertumbuhan dan menjaga kesehatan tubuh. Pemenuhan gizi sangat penting dalam hidup manusia. Sejatinya, perbaikan gizi juga menjadi bagian dari upaya untuk mengakhiri kemiskinan di Indonesia. Sebab, dengan perbaikan gizi yang benar akan menciptakan generasi milenial yang  lebih sehat, kuat, trengginas dan mumpuni untuk membangun negeri.

"Salah satu solusinya mungkin  pembangunan nasional jangka panjang. Maka yang harus dipersiapkan saat ini jangan sampai ada rakyat kelaparan. Rakyat harus terpenuhi kebutuhannya.  Baru setelah itu berupaya keras untuk meningkatkan gizi rakyat. Utamanya balita dan anak-anak,"  kata Dr. Dida A. Gurnida. Dr.Sp.A(K). M.Kes, dari IDAI  (Ikatan Dokter Anak Indonesia) Jawa Barat.

Dijelaskan dr Dida lagi,  soal nutrisi, tantangan  yang dihadapi memang begitu banyak. Salah satunya adalah lingkungan dan tingkat pengetahuan masyarakat itu sendiri.

"Misalnya keadaan stunting di Bandung dan di Papua itu kan berbeda. Di Papua banyak stunting karena airnya banyak mengandung kapur. Sementara di Bandung karena mungkin ibu bapaknya tidak memperhatikan anaknya atau karena memang kurang mampu," ujar Dida. Karenanya, lanjutnya, penanganan stunting disetiap daerah di Indonesia jelas berbeda.

Sementara itu, Ketua Umum YAICI, Arif Hidayat menegaskan yang harus diprioritaskan adalah peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi anak. Bukan iklan televisi.

"Sebagian besar informasi yang sampai kepada orang tua dari televisi. Kita tahu, isi tayangan televisi terutama iklan adalah jualan dan promosi produk. Iklan juga bisa menyesatkan," jelas Arif.

Arif  mencontohkan, salah satunya  adalah polemik susu kental manis. Selama puluhan tahun susu kental manis diiklankan sebagai susu bergizi. Akibatnya masyarakat beranggapan bahwa susu kental manis juga dapat dikonsumsi sebagai susu oleh anak-anak.

"Jadi wajar kalau ibu dalam ingatannya SKM adalah susu karena selama ini selalu menampilkan anak- anak dalam iklannya. Padahal kandungannya adalah gula. Sekitar 50% malah lebih kandungan gulanya," urai Arif.

Senada dengan Arif, Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Dra. Chairunnisa, M.Kes mengatakan,  edukasi sejak dini yang diperlukan untuk menghindari kekeliruan konsumen dalam memanfaatkan suatu produk.

"Pembangunan nasional harus dimulai dari calon ibu yang akan melahirkan generasi masa mendatang. Calon ibu harus sehat, jangan sampai anemia. Selain itu harus punya pengetahuan tentang gizi
keluarga," ujar Chairunnisa.

Chairunnisa menambahkan, PP Aisyiyah sebagai organisasi perempuan yang besar turut berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya adalah ikut serta dalam edukasi bijak mengkonsumsi susu kental manis bersama Yayasan Abhipraya Insan Cindekia Indonesia (YAICI). Edukasi akan dilaksanakan disejumlah kota di Indonesia. (Ismail)



Editor : dudung
Kategori : Serba-Serbi Plus
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Kamis 26 Agustus 2021
Begini Cara Mengatasi Sertifikat Vaksin Tak Muncul di Pedulilindungi.id

Selasa 17 Agustus 2021
Vaksin Kemerdekaan Polda Riau Jangkau Masyarakat Pedalaman Suku Talang Mamak Inhu

Selasa 01 Desember 2020
Dibuka Gubernur, Kapolda Jadi Pembicara Seminar FPK Riau

Sabtu 28 November 2020
Kapolda Riau Terima Penghargaan Dari Menteri LHK RI

Selasa 13 Oktober 2020
Ini Cara LPPMS Lahirkan Bibit Potensial di Bbidang Kecantikan

Jumat 09 Oktober 2020
Tidak Ada Titik Temu Buruh dan Pengusaha Industri, Nasib Buruh Terus Terpinggirkan

Jumat 09 Oktober 2020
Donasi Noah Untuk Crew Band Indonesia

Jumat 09 Oktober 2020
Ratu Meta Kenalkan Goyang Hanpon

Jumat 09 Oktober 2020
Provinsi Sulawesi Utara Perlu Waspada Dengan Potensi Megathrust

Jumat 09 Oktober 2020
Apresiasi Doni Monardo Pada Upaya Pengendalian COVID-19 di Sulawe

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top