Rabu, 17 Agustus 2022

Breaking News

  • Solar Langka, Polda Riau Tangkap 18 Penimbun BBM Subsidi   ●   
  • Sambut Kunjungan TLCI Jambi, HM Marwan: Riau Siap Dukung Jambore Nasional TLCI ke-V Tahun 2023   ●   
  • HUT Ke-77 RI, Gubernur Riau Lakukan Apel Kehormatan dan Renungan Suci   ●   
  • Ditlantas Polda Riau Luncurkan Aplikasi Enam Pelayanan Publik   ●   
  •   ●   
Hasil Uji Labor BBPOM Riau: Ikan Sarden Kalengan Farmerjack Positif Mengandung Cacing Gilig
Selasa 20 Maret 2018, 15:03 WIB

SELATPANJANG - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) perwakilan Riau sudah melakukan pemeriksaan terhadap produk ikan sarden kalengan yang dikabarkan adanya dugaan mirip cacing di dalam kaleng ikan Sarden Mackarel merk Farmerjack dan sempat viral beberapa waktu lalu.

Hasilnya sangat mengejutkan, dimana setelah dilakukan pemeriksaan dan hasil uji laboratorium, produk asal negeri Tirai Bambu ini ternyata mengandung cacing Gilig (Filum Nematoda).

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Perwakilan Riau melalui Seksi Pemeriksaan, Rita Aristia S.Farm mengatakan hasil tersebut didapat setelah mereka melakukan uji lab pada Senin (19/3/2018) lalu di Laboratorium BBPOM Riau di Pekanbaru.

"Setelah sampel ikan kaleng itu kami lakukan uji lab, ternyata positif memang ada cacing jenis Gilig dalam ikan kaleng merek FarmerJack. Sampel tersebut memiliki nomor batch yang berbeda," ujar Rita Aristia saat melakukan penelusuran produk ikan kaleng merek Farmer Jack di Distributor Surya Jaya Jalan Pengaram Kelurahan Selatpanjang Kota dan sejumlah swalayan di Selatpanjang, Selasa (20/3/2018).

Dalam penelusurannya, BBPOM perwakilan Riau didampingi Kasi Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Disperindagkop UKM Kabupaten Kepulauan Meranti, Hariadi dan pihak Dinas Kesehatan.

Rita juga mengatakan bahwa cacing Gilig juga berbahaya bagi tubuh manusia. Namun untuk memastikan lebih dalam dalam pihaknya masih menunggu keabsahan hasil uji lab dari BPOM RI.

"Dari jenisnya, cacing Gilig ini merupakan salah satu parasit yang bisa berkembang dalam tubuh manusia. Namun, kami belum tau dampaknya bagi kesehatan yang mengonsumsinya, untuk itu kami masih menunggu uji keabsahan dari BPOM RI," ujar Rita.

"Untuk makanan biasa kita sudah bisa melakukan uji lab sendiri di BBPOM Riau, di Pekanbaru, namun untuk produk Sarden ini cangkupan produknya luas makanya kita lakukan perbandingan atau uji keabsahan," ujar Rita lagi.(hrc)



Editor :
Kategori : Meranti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Berita Pilihan
Sabtu 12 Februari 2022
HPN 2022, Jangan Ada Lagi Kriminalisasi Terhadap Pers

Jumat 11 Februari 2022
Rakernas PHRI II, ini kata Epyardi Asda :"Kedepannya Sumatera Barat Lebih Baik Lagi Dalam Menggerakkan Sektor Pariwisata".

Kamis 10 Februari 2022
Pendampingan ADM Penyelenggaraan Keuangan Desa oleh Tim Monev Kabupaten Solok

Rabu 09 Februari 2022
MOI Solok Resmi Mendaftar Kekesbangpol Kabupaten Solok, Yasri Irva :"MOI Siap Kawal Pemerintah".

Rabu 09 Februari 2022
Masalah Natuna, Alirman Sori : "Perkuat Keamanan Perbatasan Laut"

Rabu 09 Februari 2022
Dua Hari Lagi Shalat Jum'at Perdana di Masjid Asam Jao, Almito S.Pt : Mari Kita Ramaikan

Senin 07 Februari 2022
JUSUF RIZAL: KSPSI PERLU MELAKUKAN REENGINERING ORGANISASI HADAPI PERUBAHAN

Sabtu 05 Februari 2022
Masjid Ikhlas Asam Jao diresmikan, Gubernur Sumbar :

Jumat 14 Januari 2022
Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai

Senin 29 November 2021
Hadirkan 7 Narasumber, Forum Pembauran Kebangsaan Riau Gelar Rakor Penguatan Organisasi

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top