Selasa, 21 September 2021

Breaking News

  • Walikota Pekanbaru Launching Bus Vaksin Keliling   ●   
  • Membanggakan, Inilah Capaian Firdaus-Ayat Satu Dekade Memimpin Kota Pekanbaru   ●   
  • Gandeng UNRI, Polda Riau Dorong Percepatan Herd Immunity Kampus   ●   
  • Desa Binaan Diterpa Bencana Banjir, TLCI #2 Riau Droping Bansos dan Gerakkan Perekonomian Warga   ●   
  • 41 Personel Berprestasi Mendapatkan Penghargaan Kapolda Riau   ●   
Akhir Bulan Ini, Blue Moon Kembali Muncul
Rabu 07 Maret 2018, 14:15 WIB

JAKARTA - Mengawali 2018, seluruh warga dunia disapa oleh kemunculan sebuah fenomena alam langka, yakni Super Blue Blood Moon pada akhir Januari lalu. Namun kabarnya, pada akhir Maret ini kita akan kembali disapa oleh satu fenomena alam langka lain, yakni fenomena Blue Moon.

Fenomena ini sebelumnya sudah muncul dengan 'menumpang' di fenomena Super Blue Blood Moon. Bedanya, pada 31 Maret 2018 kita bisa melihat keindahan Blue Moon secara langsung.

MFenomena alam Blue Moon ini terjadi pada saat berlangsungnya purnama, yang terjadi setiap 29 hari. Namun, kemunculan Blue Moon diprediksi hanya akan muncul rata-rata dua hingga tahun sekali.

Jika berbicara mengenai terjadinya dua fenomena Bulan secara sekaligus, merupakan sebuah hal yang jarang terjadi. Sebelumnya, hal ini telah terjadi pada 1999 silam dan akan kembali terjadi pada 2037 mendatang.

Tapi ternyata, keberadaan dua fenomena dua Blue Moon di tahun yang sama ternyata memiliki efek samping. Efek samping tersebut adalah tidak terjadinya bulan penuh di antara kedua fenomena tersebut, yang dalam kasus ini jatuh di antara 31 Februari dan 1 Maret, kemudian dikenal dengan sebutan Black Moon.

Sekadar informasi, di dalam sejarah Amerika sendiri fenomena Blue Moon memiliki nama tersendiri, yakni Full Worm Moon. Nama ini diberikan oleh salah satu suku asli Amerika, yang menganggap bahwa kejadian ini terjadi saat temperatur sedang meningkat dan cacing yang ada di dalam tanah akan menggeliat keluar.

Sedangkan suku Amerika lain menyebut fenomena ini sebagai Sap Moon. Hal ini dikarenakan kemunculan bulan ini bertepatan dengan mulai mengalirnya getah di pohon maple, yang kemudian menandai dimulainya kegiatan penyadapan getah maple setiap tahunnya. Sumber:okezone.(kt10)




Editor : kt10
Kategori : IPTEK
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Kamis 26 Agustus 2021
Begini Cara Mengatasi Sertifikat Vaksin Tak Muncul di Pedulilindungi.id

Selasa 17 Agustus 2021
Vaksin Kemerdekaan Polda Riau Jangkau Masyarakat Pedalaman Suku Talang Mamak Inhu

Selasa 01 Desember 2020
Dibuka Gubernur, Kapolda Jadi Pembicara Seminar FPK Riau

Sabtu 28 November 2020
Kapolda Riau Terima Penghargaan Dari Menteri LHK RI

Selasa 13 Oktober 2020
Ini Cara LPPMS Lahirkan Bibit Potensial di Bbidang Kecantikan

Jumat 09 Oktober 2020
Tidak Ada Titik Temu Buruh dan Pengusaha Industri, Nasib Buruh Terus Terpinggirkan

Jumat 09 Oktober 2020
Donasi Noah Untuk Crew Band Indonesia

Jumat 09 Oktober 2020
Ratu Meta Kenalkan Goyang Hanpon

Jumat 09 Oktober 2020
Provinsi Sulawesi Utara Perlu Waspada Dengan Potensi Megathrust

Jumat 09 Oktober 2020
Apresiasi Doni Monardo Pada Upaya Pengendalian COVID-19 di Sulawe

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top