Rabu, 17 Agustus 2022

Breaking News

  • Solar Langka, Polda Riau Tangkap 18 Penimbun BBM Subsidi   ●   
  • Sambut Kunjungan TLCI Jambi, HM Marwan: Riau Siap Dukung Jambore Nasional TLCI ke-V Tahun 2023   ●   
  • HUT Ke-77 RI, Gubernur Riau Lakukan Apel Kehormatan dan Renungan Suci   ●   
  • Ditlantas Polda Riau Luncurkan Aplikasi Enam Pelayanan Publik   ●   
  •   ●   
Akhir Bulan Ini, Blue Moon Kembali Muncul
Rabu 07 Maret 2018, 14:15 WIB

JAKARTA - Mengawali 2018, seluruh warga dunia disapa oleh kemunculan sebuah fenomena alam langka, yakni Super Blue Blood Moon pada akhir Januari lalu. Namun kabarnya, pada akhir Maret ini kita akan kembali disapa oleh satu fenomena alam langka lain, yakni fenomena Blue Moon.

Fenomena ini sebelumnya sudah muncul dengan 'menumpang' di fenomena Super Blue Blood Moon. Bedanya, pada 31 Maret 2018 kita bisa melihat keindahan Blue Moon secara langsung.

MFenomena alam Blue Moon ini terjadi pada saat berlangsungnya purnama, yang terjadi setiap 29 hari. Namun, kemunculan Blue Moon diprediksi hanya akan muncul rata-rata dua hingga tahun sekali.

Jika berbicara mengenai terjadinya dua fenomena Bulan secara sekaligus, merupakan sebuah hal yang jarang terjadi. Sebelumnya, hal ini telah terjadi pada 1999 silam dan akan kembali terjadi pada 2037 mendatang.

Tapi ternyata, keberadaan dua fenomena dua Blue Moon di tahun yang sama ternyata memiliki efek samping. Efek samping tersebut adalah tidak terjadinya bulan penuh di antara kedua fenomena tersebut, yang dalam kasus ini jatuh di antara 31 Februari dan 1 Maret, kemudian dikenal dengan sebutan Black Moon.

Sekadar informasi, di dalam sejarah Amerika sendiri fenomena Blue Moon memiliki nama tersendiri, yakni Full Worm Moon. Nama ini diberikan oleh salah satu suku asli Amerika, yang menganggap bahwa kejadian ini terjadi saat temperatur sedang meningkat dan cacing yang ada di dalam tanah akan menggeliat keluar.

Sedangkan suku Amerika lain menyebut fenomena ini sebagai Sap Moon. Hal ini dikarenakan kemunculan bulan ini bertepatan dengan mulai mengalirnya getah di pohon maple, yang kemudian menandai dimulainya kegiatan penyadapan getah maple setiap tahunnya. Sumber:okezone.(kt10)




Editor : kt10
Kategori : IPTEK
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Berita Pilihan
Sabtu 12 Februari 2022
HPN 2022, Jangan Ada Lagi Kriminalisasi Terhadap Pers

Jumat 11 Februari 2022
Rakernas PHRI II, ini kata Epyardi Asda :"Kedepannya Sumatera Barat Lebih Baik Lagi Dalam Menggerakkan Sektor Pariwisata".

Kamis 10 Februari 2022
Pendampingan ADM Penyelenggaraan Keuangan Desa oleh Tim Monev Kabupaten Solok

Rabu 09 Februari 2022
MOI Solok Resmi Mendaftar Kekesbangpol Kabupaten Solok, Yasri Irva :"MOI Siap Kawal Pemerintah".

Rabu 09 Februari 2022
Masalah Natuna, Alirman Sori : "Perkuat Keamanan Perbatasan Laut"

Rabu 09 Februari 2022
Dua Hari Lagi Shalat Jum'at Perdana di Masjid Asam Jao, Almito S.Pt : Mari Kita Ramaikan

Senin 07 Februari 2022
JUSUF RIZAL: KSPSI PERLU MELAKUKAN REENGINERING ORGANISASI HADAPI PERUBAHAN

Sabtu 05 Februari 2022
Masjid Ikhlas Asam Jao diresmikan, Gubernur Sumbar :

Jumat 14 Januari 2022
Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai

Senin 29 November 2021
Hadirkan 7 Narasumber, Forum Pembauran Kebangsaan Riau Gelar Rakor Penguatan Organisasi

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top