Selasa, 30 November 2021

Breaking News

  • Hadirkan 7 Narasumber, Forum Pembauran Kebangsaan Riau Gelar Rakor Penguatan Organisasi   ●   
  • Dipimpin Kombes Retno Dwiyanti, Polda Riau Kirimkan 9 Delegasi Polwan pada Gelaran The 58th IAWP 2021   ●   
  • Sosialisasi Pembauran dan Kewirausahaan ke Sekolah, Siswa SMA Santa Maria dan SMA 1 Pekanbaru Antusias Sambut Tim FPK Riau   ●   
  • Jaga Generasi Penerus Bangsa, Kapolri Beri Dukungan Psikososial ke Anak Terdampak Covid-19   ●   
  • Sejumlah Nama Putra Tempatan Riau Mencuat Jelang Musorprov Koni Riau   ●   
Status Darurat Karhutla di Meranti Sudah Diteken Bupati
Selasa 20 Februari 2018, 08:00 WIB

SELATPANJANG - Kabupaten Kepulauan Meranti akan segera menetapkan status darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kalaksa BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal mengungkapkan untuk pengajuan status Siaga Darurat Karhutla saat ini sudah diteken oleh Bupati Kepulauan Meranti.

Status Siaga Darurat Karhutla tersebut kata Edy berlaku sejak 14 Februari 2018 lalu

Dengan ditetapkannya status Siaga Darurat Karhutla di Meranti, dalam waktu dekat ini pihaknya akan gencar melakukan sosialiasi dan patroli.

"Minggu depan Satgas Siaga Karhutla di Meranti akan dikukuhkan, sebab dalam waktu dekat ini saya akan menghadiri Rakornas di Bali terkait Karhutla," ujar Edy Afrizal, Senin (19/2/2018).

Terkait titik api, Edy menegaskan titik api tidak lagi ditemukan di Meranti.

Kendati demikian, BPBD masih melakukan pemantauan bersama tim pemadam perusahaan dan Menggala Agni di Desa Lukun, Kecamatan Tebingtinggi Timur.

"Satu unit mesin mini striker kami titipkan di sana untuk digunakan masyakarat dalam pendinginan lahan bersama Manggala Agni," ujar Edy.
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Lukun, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti, Riau sampai saat ini belum padam dan semakin meluas.

Untuk diketahui, Kepulauan Meranti beberapa waktu lalu tepatnya pada 9 Februari 2018  terjadi kebakaran hutan dan lahan. Karhutla tersebut luasnya  mencapai 200 hektar, bahkan kebakaran juga melahap lahan konsesi milik PT National Sago Prima (NSP) seluas 50 hektar.

Saat ini, api sudah berhasil dipadamkan, dan seluruh personel sudah ditarik kembali. Kendati telah menarik seluruh personilnya dari Desa Lukun, Kecamatan Tebingtinggi Timur, namun Kalaksa BPBD tetap akan memantau perkembangan titik api di lahan bekas Karhutla tersebut.

Edy Afrizal mengaku telah meminta kepala desa untuk segera melaporkan jika api kembali menyala di area Karhutla.

"Saya sudah pesan kepada kepala desa dan MPA agar segera melaporkan ke kami jika suatu waktu api kembali menyala. Jika tidak bisa dikendalikan oleh masyarakat, kami akan turun," ujar Edy Afrizal.(hrc)



Editor :
Kategori : Meranti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Senin 29 November 2021
Hadirkan 7 Narasumber, Forum Pembauran Kebangsaan Riau Gelar Rakor Penguatan Organisasi

Kamis 26 Agustus 2021
Begini Cara Mengatasi Sertifikat Vaksin Tak Muncul di Pedulilindungi.id

Selasa 17 Agustus 2021
Vaksin Kemerdekaan Polda Riau Jangkau Masyarakat Pedalaman Suku Talang Mamak Inhu

Selasa 01 Desember 2020
Dibuka Gubernur, Kapolda Jadi Pembicara Seminar FPK Riau

Sabtu 28 November 2020
Kapolda Riau Terima Penghargaan Dari Menteri LHK RI

Selasa 13 Oktober 2020
Ini Cara LPPMS Lahirkan Bibit Potensial di Bbidang Kecantikan

Jumat 09 Oktober 2020
Tidak Ada Titik Temu Buruh dan Pengusaha Industri, Nasib Buruh Terus Terpinggirkan

Jumat 09 Oktober 2020
Donasi Noah Untuk Crew Band Indonesia

Jumat 09 Oktober 2020
Ratu Meta Kenalkan Goyang Hanpon

Jumat 09 Oktober 2020
Provinsi Sulawesi Utara Perlu Waspada Dengan Potensi Megathrust

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top