Rabu, 17 Agustus 2022

Breaking News

  • Solar Langka, Polda Riau Tangkap 18 Penimbun BBM Subsidi   ●   
  • Sambut Kunjungan TLCI Jambi, HM Marwan: Riau Siap Dukung Jambore Nasional TLCI ke-V Tahun 2023   ●   
  • HUT Ke-77 RI, Gubernur Riau Lakukan Apel Kehormatan dan Renungan Suci   ●   
  • Ditlantas Polda Riau Luncurkan Aplikasi Enam Pelayanan Publik   ●   
  •   ●   
Status Darurat Karhutla di Meranti Sudah Diteken Bupati
Selasa 20 Februari 2018, 08:00 WIB

SELATPANJANG - Kabupaten Kepulauan Meranti akan segera menetapkan status darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kalaksa BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal mengungkapkan untuk pengajuan status Siaga Darurat Karhutla saat ini sudah diteken oleh Bupati Kepulauan Meranti.

Status Siaga Darurat Karhutla tersebut kata Edy berlaku sejak 14 Februari 2018 lalu

Dengan ditetapkannya status Siaga Darurat Karhutla di Meranti, dalam waktu dekat ini pihaknya akan gencar melakukan sosialiasi dan patroli.

"Minggu depan Satgas Siaga Karhutla di Meranti akan dikukuhkan, sebab dalam waktu dekat ini saya akan menghadiri Rakornas di Bali terkait Karhutla," ujar Edy Afrizal, Senin (19/2/2018).

Terkait titik api, Edy menegaskan titik api tidak lagi ditemukan di Meranti.

Kendati demikian, BPBD masih melakukan pemantauan bersama tim pemadam perusahaan dan Menggala Agni di Desa Lukun, Kecamatan Tebingtinggi Timur.

"Satu unit mesin mini striker kami titipkan di sana untuk digunakan masyakarat dalam pendinginan lahan bersama Manggala Agni," ujar Edy.
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Lukun, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti, Riau sampai saat ini belum padam dan semakin meluas.

Untuk diketahui, Kepulauan Meranti beberapa waktu lalu tepatnya pada 9 Februari 2018  terjadi kebakaran hutan dan lahan. Karhutla tersebut luasnya  mencapai 200 hektar, bahkan kebakaran juga melahap lahan konsesi milik PT National Sago Prima (NSP) seluas 50 hektar.

Saat ini, api sudah berhasil dipadamkan, dan seluruh personel sudah ditarik kembali. Kendati telah menarik seluruh personilnya dari Desa Lukun, Kecamatan Tebingtinggi Timur, namun Kalaksa BPBD tetap akan memantau perkembangan titik api di lahan bekas Karhutla tersebut.

Edy Afrizal mengaku telah meminta kepala desa untuk segera melaporkan jika api kembali menyala di area Karhutla.

"Saya sudah pesan kepada kepala desa dan MPA agar segera melaporkan ke kami jika suatu waktu api kembali menyala. Jika tidak bisa dikendalikan oleh masyarakat, kami akan turun," ujar Edy Afrizal.(hrc)



Editor :
Kategori : Meranti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Berita Pilihan
Sabtu 12 Februari 2022
HPN 2022, Jangan Ada Lagi Kriminalisasi Terhadap Pers

Jumat 11 Februari 2022
Rakernas PHRI II, ini kata Epyardi Asda :"Kedepannya Sumatera Barat Lebih Baik Lagi Dalam Menggerakkan Sektor Pariwisata".

Kamis 10 Februari 2022
Pendampingan ADM Penyelenggaraan Keuangan Desa oleh Tim Monev Kabupaten Solok

Rabu 09 Februari 2022
MOI Solok Resmi Mendaftar Kekesbangpol Kabupaten Solok, Yasri Irva :"MOI Siap Kawal Pemerintah".

Rabu 09 Februari 2022
Masalah Natuna, Alirman Sori : "Perkuat Keamanan Perbatasan Laut"

Rabu 09 Februari 2022
Dua Hari Lagi Shalat Jum'at Perdana di Masjid Asam Jao, Almito S.Pt : Mari Kita Ramaikan

Senin 07 Februari 2022
JUSUF RIZAL: KSPSI PERLU MELAKUKAN REENGINERING ORGANISASI HADAPI PERUBAHAN

Sabtu 05 Februari 2022
Masjid Ikhlas Asam Jao diresmikan, Gubernur Sumbar :

Jumat 14 Januari 2022
Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai

Senin 29 November 2021
Hadirkan 7 Narasumber, Forum Pembauran Kebangsaan Riau Gelar Rakor Penguatan Organisasi

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top