Selasa, 30 November 2021

Breaking News

  • Hadirkan 7 Narasumber, Forum Pembauran Kebangsaan Riau Gelar Rakor Penguatan Organisasi   ●   
  • Dipimpin Kombes Retno Dwiyanti, Polda Riau Kirimkan 9 Delegasi Polwan pada Gelaran The 58th IAWP 2021   ●   
  • Sosialisasi Pembauran dan Kewirausahaan ke Sekolah, Siswa SMA Santa Maria dan SMA 1 Pekanbaru Antusias Sambut Tim FPK Riau   ●   
  • Jaga Generasi Penerus Bangsa, Kapolri Beri Dukungan Psikososial ke Anak Terdampak Covid-19   ●   
  • Sejumlah Nama Putra Tempatan Riau Mencuat Jelang Musorprov Koni Riau   ●   
Kepulauan Meranti Tak Masukkan Bankeu Provinsi dalam Struktur APBD 2018
Jumat 01 Desember 2017, 07:40 WIB

SELATPANJANG - Rancangan peraturan daerah (Ranperda) anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2018 Kepulauan Meranti telah disahkan, Rabu (29/11/2017) malam. Namun, dalam struktur APBD 2018 itu, tidak dimasukkan angka bantuan keuangan (Bankeu) dari provinsi.

Hal itu diakui H Irwan ketika ditemui di Selatpanjang.

Menurut H Irwan, kabar yang ia terima bahwa dalam mempersiapkan Pilkada tahun ini, Pemprov Riau menganggaran sekitar Rp1 triliun. Atas kebutuhan anggaran Pilkada ini pula menjadi alasan kuat bagi Kepulauan Meranti tak mau lagi 'mati harap' Bankeu dari Provinsi Riau itu.

"Melihat kondisi kekinian di Provinsi Riau, logikanya, kita tak mungkin dapat," kata H Irwan.

Karena, dijelaskan H Irwan, untuk tahun 2017 yang tanpa Pilkada saja, Kepulauan Meranti hanya dibantu Rp9 miliar. Padahal, sebelumnya bantuan dikucurkan ke kabupaten termuda itu lebih kurang Rp100 miliar.

Angka Bankeu yang masuk ke struktur APBD 2016 lebih kurang Rp100 miliar itu, kembali dimasukkan ke struktur APBD 2017. Namun, jauh panggang dari api, Pemprov Riau hanya mengalokasikan Rp9 miliar untuk Kota Sagu di tahun 2017.

Belajar dari pengalaman itulah untuk APBD 2018 Kepulauan Meranti tak lagi memasukkan angka yang bersumber dari Bankeu. " Kita berfikir secara logika berdasarkan fakta dan data. Tapi kita tidak tahu lah ada kepentingan lain, Pak Gubernur terbuka hatinya untuk membantu Meranti dan bisa saja beliau mengalokasi bantuan. Itu akan kita sesuaikan pada APBD-P," ujar H Irwan.

Padahal, selaku wilayah pemekaran yang baru, Kepulauan Meranti memang harus mendapat perhatian lebih dari provinsi. Ini untuk mempercepat pembangunan agar Kepulauan Meranti bisa menyaingi perkembangan daerah kabupaten kota lainnya.

Bantuan dari provinsi ke Kepulauan Meranti sewajarnya pula lebih besar dari kabupaten kota di Riau. Mengingat Kota Sagu yang terletak di wilayah pesisir (berpulau), membutuhkan dana pembangunan yang lebih besar jika dibandingkan dengan kabupaten kota di daratan.

Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Tahun 2017 Kepulauan Meranti hanya dapat Rp9 miliar dari Provinsi Riau.(grc)



Editor :
Kategori : Meranti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Senin 29 November 2021
Hadirkan 7 Narasumber, Forum Pembauran Kebangsaan Riau Gelar Rakor Penguatan Organisasi

Kamis 26 Agustus 2021
Begini Cara Mengatasi Sertifikat Vaksin Tak Muncul di Pedulilindungi.id

Selasa 17 Agustus 2021
Vaksin Kemerdekaan Polda Riau Jangkau Masyarakat Pedalaman Suku Talang Mamak Inhu

Selasa 01 Desember 2020
Dibuka Gubernur, Kapolda Jadi Pembicara Seminar FPK Riau

Sabtu 28 November 2020
Kapolda Riau Terima Penghargaan Dari Menteri LHK RI

Selasa 13 Oktober 2020
Ini Cara LPPMS Lahirkan Bibit Potensial di Bbidang Kecantikan

Jumat 09 Oktober 2020
Tidak Ada Titik Temu Buruh dan Pengusaha Industri, Nasib Buruh Terus Terpinggirkan

Jumat 09 Oktober 2020
Donasi Noah Untuk Crew Band Indonesia

Jumat 09 Oktober 2020
Ratu Meta Kenalkan Goyang Hanpon

Jumat 09 Oktober 2020
Provinsi Sulawesi Utara Perlu Waspada Dengan Potensi Megathrust

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top