Selasa, 27 September 2022

Breaking News

  • Gubri Syamsuar Bertemu Syekh Ariful Bahri dan Mahasiswa Riau di Madinah   ●   
  • BLT Gaji Atau BSU Tahap 3 Cair Hari Ini, Buruan Cek Rekening!   ●   
  • Pemko Pekanbaru Harap Bantuan APBN Bangun Pasar Cik Puan   ●   
  • Penyaluran Pertalite di Riau Sudah Mencapai 85 Persen, Stok Diprediksi Bertahan Hingga Oktober   ●   
  • Penyulingan LPG Bersubsidi Digrebek di Pekanbaru, Raup Untung Rp500 Juta   ●   
Komik Cegah Karhutla Dibagikan di Pulau Padang
Minggu 05 November 2017, 10:49 WIB

PULAU PADANG - Crew Leader atau Koordinator Program Desa Bebas Api atau Free Fire Village Program mensosialisasikan pencegahan kebakaran dengan cara edukatif, yaitu lewat media komik.

Kegiatan bertujuan untuk memberikan kesadaran sejak dini akan bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan cinta lingkungan sekitar.
Crew Leader asal Desa Mekar Delima, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Ahmad Syah mengatakan, siswa-siswa sangat senang dengan komik yang berjudul Alam dan Bunga, Relawan Muda Lingkungan Hidup 'Bebas Asap Itu Keren'.

Komik berisikan beberapa cerita mengenai bahaya Karhutla. "Jadi komik ini kami berikan ke sekolah-sekolah yang ada di Desa. Saat di kelas, saya menceritakan di kelas agar para siswa paham jika buka lahan dengan cara bakar tersebut tidaklah benar. Di dalam komik juga diceritakan bagaimana memakai masker saat asap dan membuat air purifier sendiri," kata Ahmad, Jumat (3/11).

Manajer Program Desa Bebas Api yang diinisiasi oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Sailal Arimi mengatakan, komik disalurkan ke-31 sekolah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di 12 Desa Kecamatan Merbau dan Tasik Putri Puyu, yakni Desa Bumi Asri, Bagan Melibur, Mayang Sari, Teluk Belitung, Mekar Sari, Pelantai, Lukit, Dedap, Kudap, Mekar Delima, Tanjung Padang, dan Tasik Putri Puyu.

"Jumlah komik yang dibagikan 1384 komik. Kenapa lewat media bacaan? Karena kisah tersebut dituangkan melalui kartun, sehingga menarik untuk dibaca untuk siswa-siswa sekolah dasar dan menengah," ujar Sailal.

Sailal menuturkan sosialisasi pencegahan Karhutla tidak saja dilakukan kepada anak-anak, tetapi juga untuk dewasa. Para Crew Leader setiap hari melakukan edukasi kepada masyarakat di desa mereka terkait pencegahan Karhutla.

Saat ini, lanjut Sailal, Program Desa Bebas Api sudah berhasil efektif mencegah karhutla pada 2016 lalu, karena melalui program ini semua pihak dilibatkan melakukan pencegahan dan setiap orang diingatkan untuk tidak membakar hutan dan lahan lagi.

"Tahun ini, sebanyak 18 desa dilibatkan. Tiga dari Kabupaten Pelalawan, empat dari Kabupaten Siak, dan sisanya dari Kabupaten Kepulauan Meranti," jelas Sailal. (rls)





Editor : kt11
Kategori : Meranti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Berita Pilihan
Sabtu 27 Agustus 2022
PWI Larang 20 Ribu Anggotanya Ikut UKW Lembaga Abal-abal dan Tak Patuhi UU Pers

Sabtu 12 Februari 2022
HPN 2022, Jangan Ada Lagi Kriminalisasi Terhadap Pers

Jumat 11 Februari 2022
Rakernas PHRI II, ini kata Epyardi Asda :"Kedepannya Sumatera Barat Lebih Baik Lagi Dalam Menggerakkan Sektor Pariwisata".

Kamis 10 Februari 2022
Pendampingan ADM Penyelenggaraan Keuangan Desa oleh Tim Monev Kabupaten Solok

Rabu 09 Februari 2022
MOI Solok Resmi Mendaftar Kekesbangpol Kabupaten Solok, Yasri Irva :"MOI Siap Kawal Pemerintah".

Rabu 09 Februari 2022
Masalah Natuna, Alirman Sori : "Perkuat Keamanan Perbatasan Laut"

Rabu 09 Februari 2022
Dua Hari Lagi Shalat Jum'at Perdana di Masjid Asam Jao, Almito S.Pt : Mari Kita Ramaikan

Senin 07 Februari 2022
JUSUF RIZAL: KSPSI PERLU MELAKUKAN REENGINERING ORGANISASI HADAPI PERUBAHAN

Sabtu 05 Februari 2022
Masjid Ikhlas Asam Jao diresmikan, Gubernur Sumbar :

Jumat 14 Januari 2022
Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top