Rabu, 17 Agustus 2022

Breaking News

  • Solar Langka, Polda Riau Tangkap 18 Penimbun BBM Subsidi   ●   
  • Sambut Kunjungan TLCI Jambi, HM Marwan: Riau Siap Dukung Jambore Nasional TLCI ke-V Tahun 2023   ●   
  • HUT Ke-77 RI, Gubernur Riau Lakukan Apel Kehormatan dan Renungan Suci   ●   
  • Ditlantas Polda Riau Luncurkan Aplikasi Enam Pelayanan Publik   ●   
  •   ●   
Penjelasan Alquran Tentang Matahari sebagai Penentu Waktu
Sabtu 23 September 2017, 19:50 WIB

Matahari merupakan bintang yang terdekat dengan bumi. Salah satu fungsi matahari sebagai penunjuk waktu.

Fenomena itu dimungkinkan karena pergerakan bumi pada porosnya dan peredaran bumi mengitari matahari merupakan perputaran yang bersifat tetap. Perputaran bumi pada porosnya itu yang menyebabkan matahari tampak terbit dan terbenam.

Lantaran bumi mengelilingi matahari dengan sumbu rotasi yang miring 23,5 derajat, maka bumi mengalami perubahan musim secara berkala. Keadaan ini kemudian dimanfaatkan untuk pedoman penentu waktu.

Dalam buku 'Tafsir Ilmi Manfaat Benda-Benda Langit dalam Perspektif Alquran dan Sains' dijelaskan bahwa masa edar itu disebut satu tahun yakni lamanya 365 hari lebih sedikit. Fenomena itu dituliskan dalam Alquran Surah Yunus ayat 5.

"Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui," begitu bunyi surah Yunus ayat 5.

Tahun merupakan satuan hitungan waktu yang bisa dipergunakan manusia untuk mengetahui perjalanan masa dalam kehidupan mereka. Dalam menghitung waktu ini mereka berpedoman kepada matahari dan bulan.

Penetapan ini didasarkan pada keduanya dalam waktu yang cukup lama. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa keduanya merupakan benda langit yang bergerak dalam orbitnya secara pasti dan dalam kurun waktu yang tetap.

Oleh karena itu, menjadikan bulan dan matahari sebagai pedoman waktu merupakan ijtihad yang tepat dan disepakati secara umum. Sejak penetapan ini, sebagian besar manusia di bumi sepakat menggunakannya sebagai hitungan waktu, yang disebut kalender, seperti yang ada saat ini. Sumber:okezone.(kt10)




Editor : kt10
Kategori : IPTEK
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Berita Pilihan
Sabtu 12 Februari 2022
HPN 2022, Jangan Ada Lagi Kriminalisasi Terhadap Pers

Jumat 11 Februari 2022
Rakernas PHRI II, ini kata Epyardi Asda :"Kedepannya Sumatera Barat Lebih Baik Lagi Dalam Menggerakkan Sektor Pariwisata".

Kamis 10 Februari 2022
Pendampingan ADM Penyelenggaraan Keuangan Desa oleh Tim Monev Kabupaten Solok

Rabu 09 Februari 2022
MOI Solok Resmi Mendaftar Kekesbangpol Kabupaten Solok, Yasri Irva :"MOI Siap Kawal Pemerintah".

Rabu 09 Februari 2022
Masalah Natuna, Alirman Sori : "Perkuat Keamanan Perbatasan Laut"

Rabu 09 Februari 2022
Dua Hari Lagi Shalat Jum'at Perdana di Masjid Asam Jao, Almito S.Pt : Mari Kita Ramaikan

Senin 07 Februari 2022
JUSUF RIZAL: KSPSI PERLU MELAKUKAN REENGINERING ORGANISASI HADAPI PERUBAHAN

Sabtu 05 Februari 2022
Masjid Ikhlas Asam Jao diresmikan, Gubernur Sumbar :

Jumat 14 Januari 2022
Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai

Senin 29 November 2021
Hadirkan 7 Narasumber, Forum Pembauran Kebangsaan Riau Gelar Rakor Penguatan Organisasi

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top