Rabu, 22 September 2021

Breaking News

  • Walikota Pekanbaru Launching Bus Vaksin Keliling   ●   
  • Membanggakan, Inilah Capaian Firdaus-Ayat Satu Dekade Memimpin Kota Pekanbaru   ●   
  • Gandeng UNRI, Polda Riau Dorong Percepatan Herd Immunity Kampus   ●   
  • Desa Binaan Diterpa Bencana Banjir, TLCI #2 Riau Droping Bansos dan Gerakkan Perekonomian Warga   ●   
  • 41 Personel Berprestasi Mendapatkan Penghargaan Kapolda Riau   ●   
HBO Ogah Bayar Tebusan, Hacker Beri Hukuman
Selasa 15 Agustus 2017, 17:41 WIB

Jakarta - Pelaku peretasan jaringan HBO telah mengirimkan permintaan tebusan, namun pihak HBO menyatakan tak mau menjawab permintaan tersebut. Sang hacker pun menebar ancaman.

Seperti diberitakan sebelumnya, HBO harus rela kehilangan 1,5 terabyte data miliknya setelah mengalami peretasan yang dilakukan hacker. Sebagai tebusannya, peretas disebut meminta sekitar USD 7,5 juta atau sekitar Rp 100 miliar (USD 1 = Rp 13.300).

Sejumlah episode serial yang belum seharusnya meluncur pun dibeberkan ke publik, seperti seri terbaru Game of Thrones.

Namun ancaman itu nyatanya belum bikin HBO mengalah. Produsen film kenamaan ini memastikan tak mau bernegoisasi dengan hacker.

"Kami tidak berkomunikasi dengan peretas dan kami tidak akan berkomentar bila ada informasi baru yang dirilis," kata HBO, seperti dikutip detikINET dari Engadget, Selasa (15/8/2017).

Pernyataan HBO ini tampaknya bikin pelaku peretasan meradang. Sebagai hukuman, sejumlah film kembali dibocorkan ke publik. Tercatat ada serial Ballers, Insecure, serial komedi yang belum dirilis berjudul Barry.

Selain itu, sejumlah besar arsip email milik Vice President HBO Leslie Cohen juga diungkap ke dunia maya. Mereka kabarnya juga akan membeberkan seri terbaru serial Curb Your Enthusiasm.

HBO sebenarnya sempat melakukan penawaran atas tebusan yang diminta peretas. Perusahaan ini menyanggupi untuk membayar senilai USD 250 ribu atau senilai Rp 3,3 miliar. Namun penawaran tersebut ditolak mentah-mentah seiring dibocorkannya koleksi serial yang disebutkan di atas.

"(Meminta tebusan senilai) gaji kami selama enam bulan dalam bentuk bitcoin," ujar hacker dalam video tebusannya. Mereka mengklaim dalam sehari, organisasi miliknya bisa meraih setidaknya USD 15 juta atau setara Rp 200 miliar. (dtc)



Editor :
Kategori : IPTEK
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Kamis 26 Agustus 2021
Begini Cara Mengatasi Sertifikat Vaksin Tak Muncul di Pedulilindungi.id

Selasa 17 Agustus 2021
Vaksin Kemerdekaan Polda Riau Jangkau Masyarakat Pedalaman Suku Talang Mamak Inhu

Selasa 01 Desember 2020
Dibuka Gubernur, Kapolda Jadi Pembicara Seminar FPK Riau

Sabtu 28 November 2020
Kapolda Riau Terima Penghargaan Dari Menteri LHK RI

Selasa 13 Oktober 2020
Ini Cara LPPMS Lahirkan Bibit Potensial di Bbidang Kecantikan

Jumat 09 Oktober 2020
Tidak Ada Titik Temu Buruh dan Pengusaha Industri, Nasib Buruh Terus Terpinggirkan

Jumat 09 Oktober 2020
Donasi Noah Untuk Crew Band Indonesia

Jumat 09 Oktober 2020
Ratu Meta Kenalkan Goyang Hanpon

Jumat 09 Oktober 2020
Provinsi Sulawesi Utara Perlu Waspada Dengan Potensi Megathrust

Jumat 09 Oktober 2020
Apresiasi Doni Monardo Pada Upaya Pengendalian COVID-19 di Sulawe

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top