Rabu, 17 Agustus 2022

Breaking News

  • Solar Langka, Polda Riau Tangkap 18 Penimbun BBM Subsidi   ●   
  • Sambut Kunjungan TLCI Jambi, HM Marwan: Riau Siap Dukung Jambore Nasional TLCI ke-V Tahun 2023   ●   
  • HUT Ke-77 RI, Gubernur Riau Lakukan Apel Kehormatan dan Renungan Suci   ●   
  • Ditlantas Polda Riau Luncurkan Aplikasi Enam Pelayanan Publik   ●   
  •   ●   
HBO Ogah Bayar Tebusan, Hacker Beri Hukuman
Selasa 15 Agustus 2017, 17:41 WIB

Jakarta - Pelaku peretasan jaringan HBO telah mengirimkan permintaan tebusan, namun pihak HBO menyatakan tak mau menjawab permintaan tersebut. Sang hacker pun menebar ancaman.

Seperti diberitakan sebelumnya, HBO harus rela kehilangan 1,5 terabyte data miliknya setelah mengalami peretasan yang dilakukan hacker. Sebagai tebusannya, peretas disebut meminta sekitar USD 7,5 juta atau sekitar Rp 100 miliar (USD 1 = Rp 13.300).

Sejumlah episode serial yang belum seharusnya meluncur pun dibeberkan ke publik, seperti seri terbaru Game of Thrones.

Namun ancaman itu nyatanya belum bikin HBO mengalah. Produsen film kenamaan ini memastikan tak mau bernegoisasi dengan hacker.

"Kami tidak berkomunikasi dengan peretas dan kami tidak akan berkomentar bila ada informasi baru yang dirilis," kata HBO, seperti dikutip detikINET dari Engadget, Selasa (15/8/2017).

Pernyataan HBO ini tampaknya bikin pelaku peretasan meradang. Sebagai hukuman, sejumlah film kembali dibocorkan ke publik. Tercatat ada serial Ballers, Insecure, serial komedi yang belum dirilis berjudul Barry.

Selain itu, sejumlah besar arsip email milik Vice President HBO Leslie Cohen juga diungkap ke dunia maya. Mereka kabarnya juga akan membeberkan seri terbaru serial Curb Your Enthusiasm.

HBO sebenarnya sempat melakukan penawaran atas tebusan yang diminta peretas. Perusahaan ini menyanggupi untuk membayar senilai USD 250 ribu atau senilai Rp 3,3 miliar. Namun penawaran tersebut ditolak mentah-mentah seiring dibocorkannya koleksi serial yang disebutkan di atas.

"(Meminta tebusan senilai) gaji kami selama enam bulan dalam bentuk bitcoin," ujar hacker dalam video tebusannya. Mereka mengklaim dalam sehari, organisasi miliknya bisa meraih setidaknya USD 15 juta atau setara Rp 200 miliar. (dtc)



Editor :
Kategori : IPTEK
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Berita Pilihan
Sabtu 12 Februari 2022
HPN 2022, Jangan Ada Lagi Kriminalisasi Terhadap Pers

Jumat 11 Februari 2022
Rakernas PHRI II, ini kata Epyardi Asda :"Kedepannya Sumatera Barat Lebih Baik Lagi Dalam Menggerakkan Sektor Pariwisata".

Kamis 10 Februari 2022
Pendampingan ADM Penyelenggaraan Keuangan Desa oleh Tim Monev Kabupaten Solok

Rabu 09 Februari 2022
MOI Solok Resmi Mendaftar Kekesbangpol Kabupaten Solok, Yasri Irva :"MOI Siap Kawal Pemerintah".

Rabu 09 Februari 2022
Masalah Natuna, Alirman Sori : "Perkuat Keamanan Perbatasan Laut"

Rabu 09 Februari 2022
Dua Hari Lagi Shalat Jum'at Perdana di Masjid Asam Jao, Almito S.Pt : Mari Kita Ramaikan

Senin 07 Februari 2022
JUSUF RIZAL: KSPSI PERLU MELAKUKAN REENGINERING ORGANISASI HADAPI PERUBAHAN

Sabtu 05 Februari 2022
Masjid Ikhlas Asam Jao diresmikan, Gubernur Sumbar :

Jumat 14 Januari 2022
Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai

Senin 29 November 2021
Hadirkan 7 Narasumber, Forum Pembauran Kebangsaan Riau Gelar Rakor Penguatan Organisasi

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top