Rabu, 17 Agustus 2022

Breaking News

  • Solar Langka, Polda Riau Tangkap 18 Penimbun BBM Subsidi   ●   
  • Sambut Kunjungan TLCI Jambi, HM Marwan: Riau Siap Dukung Jambore Nasional TLCI ke-V Tahun 2023   ●   
  • HUT Ke-77 RI, Gubernur Riau Lakukan Apel Kehormatan dan Renungan Suci   ●   
  • Ditlantas Polda Riau Luncurkan Aplikasi Enam Pelayanan Publik   ●   
  •   ●   
Nanti Astronot Bisa Minum Air di Bulan, Caranya Bagaimana?
Selasa 01 Agustus 2017, 23:12 WIB

RHODE ISLAND - Area bulan memiliki pasokan air dengan jumlah yang sangat besar dan tidak biasa. Permukaan tersebut pun tertangkap dalam sebuah penjelajahan bulan di masa depan dalam penjelajahan terbaru yang dilakukan.

Permukaan bulan tersebut menunjukkan permukaan yang memiliki sebuah endapan vulkanik serta menjadi bukti lebih lanjut bahwa bulan memang planet yang kaya air. Demikian seperti yang diungkapkan oleh peneliti dari Brown University.

Co-Author of the Study of Satellite Data, Shuai Li, mengatakan bahwa suplai tersebut bisa berpotensi untuk menjadi sumber air yang ada.

"Pasokan tersebut berpotensi untuk diekstraksi serta digu akan sebagai sumber daya di masa depan," ungkapnya.

"Bukti yang ditunjukkan telah membuktikan bagaimana pun air bisa tetap berhatan, atau mungkin ada pengaruh dari meteoroid yang membuat itu semua menjadi pada sebelum akhirnya bulan benar-benar padat," ujarnya lagi.

Shuai Li juga menyatakan bahwa apapun bisa membantu untuk menyelamatkan masa depan dengan membawa banyak air dari rumah. Dan hal ini nantinya bisa menjadi langkah besar yang bisa dilakukan di masa depan.

Sampai satu dekade, peneliti sendiri percaya jika interior dari Bulan sebagian sudah habis karena air. Bagaimana pun juga pada tahun 2008, air telah ditemukan di dan dibawa kembali ke Bumi oleh misi Apollo 15 da 17.

Sayangnya, tiga tahun kemudian sebuah studi yang selanjutnya dilakukan mengatakn bahwa formasi Kristal dalam manic-manik ternyata ditemukan adanya kandungan air. Jumlah tersebut sama dengan basal di Bumi.

Peneliti di Brown University menemukan bukti adanya jumlah air di lokasi tepatnya permukaan bulan. Termasuk di lokasi yang dekat dengan dimana Apollo 15 dan 17 kala itu pernah mendarat.

Lead Author of the Study, Raplh Miliken, mengatakan bahwa distribusi air di bulan memberitahukan bahwa adanya sampel air bukan hal yang pertama.

"Dengan melihat orbital data, kami bisa meguju besarnya deposit Piroklastik atau produk dari ledakan vulkanis di Bulan yang tidak pernah dicontoh Apollo maupun Luna," pungkasnya. Dilansir okezone.(kt11)



Editor : kt11
Kategori : IPTEK
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Berita Pilihan
Sabtu 12 Februari 2022
HPN 2022, Jangan Ada Lagi Kriminalisasi Terhadap Pers

Jumat 11 Februari 2022
Rakernas PHRI II, ini kata Epyardi Asda :"Kedepannya Sumatera Barat Lebih Baik Lagi Dalam Menggerakkan Sektor Pariwisata".

Kamis 10 Februari 2022
Pendampingan ADM Penyelenggaraan Keuangan Desa oleh Tim Monev Kabupaten Solok

Rabu 09 Februari 2022
MOI Solok Resmi Mendaftar Kekesbangpol Kabupaten Solok, Yasri Irva :"MOI Siap Kawal Pemerintah".

Rabu 09 Februari 2022
Masalah Natuna, Alirman Sori : "Perkuat Keamanan Perbatasan Laut"

Rabu 09 Februari 2022
Dua Hari Lagi Shalat Jum'at Perdana di Masjid Asam Jao, Almito S.Pt : Mari Kita Ramaikan

Senin 07 Februari 2022
JUSUF RIZAL: KSPSI PERLU MELAKUKAN REENGINERING ORGANISASI HADAPI PERUBAHAN

Sabtu 05 Februari 2022
Masjid Ikhlas Asam Jao diresmikan, Gubernur Sumbar :

Jumat 14 Januari 2022
Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai

Senin 29 November 2021
Hadirkan 7 Narasumber, Forum Pembauran Kebangsaan Riau Gelar Rakor Penguatan Organisasi

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top