Rabu, 22 September 2021

Breaking News

  • Walikota Pekanbaru Launching Bus Vaksin Keliling   ●   
  • Membanggakan, Inilah Capaian Firdaus-Ayat Satu Dekade Memimpin Kota Pekanbaru   ●   
  • Gandeng UNRI, Polda Riau Dorong Percepatan Herd Immunity Kampus   ●   
  • Desa Binaan Diterpa Bencana Banjir, TLCI #2 Riau Droping Bansos dan Gerakkan Perekonomian Warga   ●   
  • 41 Personel Berprestasi Mendapatkan Penghargaan Kapolda Riau   ●   
Nanti Astronot Bisa Minum Air di Bulan, Caranya Bagaimana?
Selasa 01 Agustus 2017, 23:12 WIB

RHODE ISLAND - Area bulan memiliki pasokan air dengan jumlah yang sangat besar dan tidak biasa. Permukaan tersebut pun tertangkap dalam sebuah penjelajahan bulan di masa depan dalam penjelajahan terbaru yang dilakukan.

Permukaan bulan tersebut menunjukkan permukaan yang memiliki sebuah endapan vulkanik serta menjadi bukti lebih lanjut bahwa bulan memang planet yang kaya air. Demikian seperti yang diungkapkan oleh peneliti dari Brown University.

Co-Author of the Study of Satellite Data, Shuai Li, mengatakan bahwa suplai tersebut bisa berpotensi untuk menjadi sumber air yang ada.

"Pasokan tersebut berpotensi untuk diekstraksi serta digu akan sebagai sumber daya di masa depan," ungkapnya.

"Bukti yang ditunjukkan telah membuktikan bagaimana pun air bisa tetap berhatan, atau mungkin ada pengaruh dari meteoroid yang membuat itu semua menjadi pada sebelum akhirnya bulan benar-benar padat," ujarnya lagi.

Shuai Li juga menyatakan bahwa apapun bisa membantu untuk menyelamatkan masa depan dengan membawa banyak air dari rumah. Dan hal ini nantinya bisa menjadi langkah besar yang bisa dilakukan di masa depan.

Sampai satu dekade, peneliti sendiri percaya jika interior dari Bulan sebagian sudah habis karena air. Bagaimana pun juga pada tahun 2008, air telah ditemukan di dan dibawa kembali ke Bumi oleh misi Apollo 15 da 17.

Sayangnya, tiga tahun kemudian sebuah studi yang selanjutnya dilakukan mengatakn bahwa formasi Kristal dalam manic-manik ternyata ditemukan adanya kandungan air. Jumlah tersebut sama dengan basal di Bumi.

Peneliti di Brown University menemukan bukti adanya jumlah air di lokasi tepatnya permukaan bulan. Termasuk di lokasi yang dekat dengan dimana Apollo 15 dan 17 kala itu pernah mendarat.

Lead Author of the Study, Raplh Miliken, mengatakan bahwa distribusi air di bulan memberitahukan bahwa adanya sampel air bukan hal yang pertama.

"Dengan melihat orbital data, kami bisa meguju besarnya deposit Piroklastik atau produk dari ledakan vulkanis di Bulan yang tidak pernah dicontoh Apollo maupun Luna," pungkasnya. Dilansir okezone.(kt11)



Editor : kt11
Kategori : IPTEK
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Kamis 26 Agustus 2021
Begini Cara Mengatasi Sertifikat Vaksin Tak Muncul di Pedulilindungi.id

Selasa 17 Agustus 2021
Vaksin Kemerdekaan Polda Riau Jangkau Masyarakat Pedalaman Suku Talang Mamak Inhu

Selasa 01 Desember 2020
Dibuka Gubernur, Kapolda Jadi Pembicara Seminar FPK Riau

Sabtu 28 November 2020
Kapolda Riau Terima Penghargaan Dari Menteri LHK RI

Selasa 13 Oktober 2020
Ini Cara LPPMS Lahirkan Bibit Potensial di Bbidang Kecantikan

Jumat 09 Oktober 2020
Tidak Ada Titik Temu Buruh dan Pengusaha Industri, Nasib Buruh Terus Terpinggirkan

Jumat 09 Oktober 2020
Donasi Noah Untuk Crew Band Indonesia

Jumat 09 Oktober 2020
Ratu Meta Kenalkan Goyang Hanpon

Jumat 09 Oktober 2020
Provinsi Sulawesi Utara Perlu Waspada Dengan Potensi Megathrust

Jumat 09 Oktober 2020
Apresiasi Doni Monardo Pada Upaya Pengendalian COVID-19 di Sulawe

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top