Selasa, 27 September 2022

Breaking News

  • Gubri Syamsuar Bertemu Syekh Ariful Bahri dan Mahasiswa Riau di Madinah   ●   
  • BLT Gaji Atau BSU Tahap 3 Cair Hari Ini, Buruan Cek Rekening!   ●   
  • Pemko Pekanbaru Harap Bantuan APBN Bangun Pasar Cik Puan   ●   
  • Penyaluran Pertalite di Riau Sudah Mencapai 85 Persen, Stok Diprediksi Bertahan Hingga Oktober   ●   
  • Penyulingan LPG Bersubsidi Digrebek di Pekanbaru, Raup Untung Rp500 Juta   ●   
12 Desa di Meranti Masuk Program Desa Bebas Api PT RAPP
Senin 19 Juni 2017, 08:07 WIB
RAPP
SELAT PANJANG - Tahun 2017, sebanyak 12 desa di Pulau padang,Kecamatan Merbau dan Tasik Putripuyu, Kepulauan Meranti masuk program desa bebas api dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Desa yang masuk program bebas api ini berkesempatan mendapatkan uang ratusan juta dalam bentuk pembangunan.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh SHR Head PT RAPP wilayah Kepulauan Meranti Saman Hadi, didampingi Budi Asisten Manejer Media Relation dan Humas Disra Alldrick.

Kata Saman Hadi, tahun 2017, ada penambahan sekitar 9 desa di Kepulauan Meranti untuk masuk dalam program desa bebas api. Sebelumnya hanya 3 desa yaitu Lukit, Putripuyu, dan Tanjungpadang.

Sementara tahun 2017 bertambah banyak diantaranya Desa Lukit, Bumi Asri, Mekarsari, Pelantai, Baganmelibur, Telukbelitung, Mayangsari, Tanjungpadang, Putripuyu, Mekardelima, Dedap, dan Kudap.

"Dipilihnya beberapa desa ini karena dianggap rawan terjadi Karhutla," ujar Saman Hadi.

Kata Saman Hadi, program ini jangka waktunya sekitar 4 bulan yaitu dari Bulan Juli hingga Bulan Oktober 2017. "Program desa bebas api ini untuk memotivasi masyarakat agar tidak membakar lahan," ujar Saman Hadi.

Ditambahkan Disra, desa yang masuk dalam program desa bebas api ini berkesempatan mendapat uang Rp100 juta andai tidak terjadi kebakaran sama sekali, selama 4 bulan itu. Andai terjadi kebakaran namun kurang dari 1 hektar, dan itu bisa dipadamkan dalam waktu 1 x 24 jam, maka desa bersangkutan hanya dapat Rp50 juta.

"Tapi, kalau terbakar lebih dari 1 hektar, maka peluang untuk mendapatkan uang ratusan juta dalam bentuk pembangunan sirna lah sudah," kata Disra.

Untuk tahun 2016, disampaikan Disra juga, dua dari tiga desa di Kepulauan Meranti, masing-masing berhasil mendapatkan reward Rp100 juta dalam bentuk pembangunan. Desa tersebut adalah Putri Puyu dan Tanjung Padang. Sementara Desa Lukit tidak dapat karena terjadi kebakaran.(hrc)



Editor :
Kategori : Meranti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Berita Pilihan
Sabtu 27 Agustus 2022
PWI Larang 20 Ribu Anggotanya Ikut UKW Lembaga Abal-abal dan Tak Patuhi UU Pers

Sabtu 12 Februari 2022
HPN 2022, Jangan Ada Lagi Kriminalisasi Terhadap Pers

Jumat 11 Februari 2022
Rakernas PHRI II, ini kata Epyardi Asda :"Kedepannya Sumatera Barat Lebih Baik Lagi Dalam Menggerakkan Sektor Pariwisata".

Kamis 10 Februari 2022
Pendampingan ADM Penyelenggaraan Keuangan Desa oleh Tim Monev Kabupaten Solok

Rabu 09 Februari 2022
MOI Solok Resmi Mendaftar Kekesbangpol Kabupaten Solok, Yasri Irva :"MOI Siap Kawal Pemerintah".

Rabu 09 Februari 2022
Masalah Natuna, Alirman Sori : "Perkuat Keamanan Perbatasan Laut"

Rabu 09 Februari 2022
Dua Hari Lagi Shalat Jum'at Perdana di Masjid Asam Jao, Almito S.Pt : Mari Kita Ramaikan

Senin 07 Februari 2022
JUSUF RIZAL: KSPSI PERLU MELAKUKAN REENGINERING ORGANISASI HADAPI PERUBAHAN

Sabtu 05 Februari 2022
Masjid Ikhlas Asam Jao diresmikan, Gubernur Sumbar :

Jumat 14 Januari 2022
Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top