Senin, 24 Januari 2022

Breaking News

  • Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai   ●   
  • Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai   ●   
  • Hadirkan 7 Narasumber, Forum Pembauran Kebangsaan Riau Gelar Rakor Penguatan Organisasi   ●   
  • Dipimpin Kombes Retno Dwiyanti, Polda Riau Kirimkan 9 Delegasi Polwan pada Gelaran The 58th IAWP 2021   ●   
  • Sosialisasi Pembauran dan Kewirausahaan ke Sekolah, Siswa SMA Santa Maria dan SMA 1 Pekanbaru Antusias Sambut Tim FPK Riau   ●   
12 Desa di Meranti Masuk Program Desa Bebas Api PT RAPP
Senin 19 Juni 2017, 08:07 WIB
RAPP
SELAT PANJANG - Tahun 2017, sebanyak 12 desa di Pulau padang,Kecamatan Merbau dan Tasik Putripuyu, Kepulauan Meranti masuk program desa bebas api dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Desa yang masuk program bebas api ini berkesempatan mendapatkan uang ratusan juta dalam bentuk pembangunan.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh SHR Head PT RAPP wilayah Kepulauan Meranti Saman Hadi, didampingi Budi Asisten Manejer Media Relation dan Humas Disra Alldrick.

Kata Saman Hadi, tahun 2017, ada penambahan sekitar 9 desa di Kepulauan Meranti untuk masuk dalam program desa bebas api. Sebelumnya hanya 3 desa yaitu Lukit, Putripuyu, dan Tanjungpadang.

Sementara tahun 2017 bertambah banyak diantaranya Desa Lukit, Bumi Asri, Mekarsari, Pelantai, Baganmelibur, Telukbelitung, Mayangsari, Tanjungpadang, Putripuyu, Mekardelima, Dedap, dan Kudap.

"Dipilihnya beberapa desa ini karena dianggap rawan terjadi Karhutla," ujar Saman Hadi.

Kata Saman Hadi, program ini jangka waktunya sekitar 4 bulan yaitu dari Bulan Juli hingga Bulan Oktober 2017. "Program desa bebas api ini untuk memotivasi masyarakat agar tidak membakar lahan," ujar Saman Hadi.

Ditambahkan Disra, desa yang masuk dalam program desa bebas api ini berkesempatan mendapat uang Rp100 juta andai tidak terjadi kebakaran sama sekali, selama 4 bulan itu. Andai terjadi kebakaran namun kurang dari 1 hektar, dan itu bisa dipadamkan dalam waktu 1 x 24 jam, maka desa bersangkutan hanya dapat Rp50 juta.

"Tapi, kalau terbakar lebih dari 1 hektar, maka peluang untuk mendapatkan uang ratusan juta dalam bentuk pembangunan sirna lah sudah," kata Disra.

Untuk tahun 2016, disampaikan Disra juga, dua dari tiga desa di Kepulauan Meranti, masing-masing berhasil mendapatkan reward Rp100 juta dalam bentuk pembangunan. Desa tersebut adalah Putri Puyu dan Tanjung Padang. Sementara Desa Lukit tidak dapat karena terjadi kebakaran.(hrc)



Editor :
Kategori : Meranti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Jumat 14 Januari 2022
Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai

Senin 29 November 2021
Hadirkan 7 Narasumber, Forum Pembauran Kebangsaan Riau Gelar Rakor Penguatan Organisasi

Kamis 26 Agustus 2021
Begini Cara Mengatasi Sertifikat Vaksin Tak Muncul di Pedulilindungi.id

Selasa 17 Agustus 2021
Vaksin Kemerdekaan Polda Riau Jangkau Masyarakat Pedalaman Suku Talang Mamak Inhu

Selasa 01 Desember 2020
Dibuka Gubernur, Kapolda Jadi Pembicara Seminar FPK Riau

Sabtu 28 November 2020
Kapolda Riau Terima Penghargaan Dari Menteri LHK RI

Selasa 13 Oktober 2020
Ini Cara LPPMS Lahirkan Bibit Potensial di Bbidang Kecantikan

Jumat 09 Oktober 2020
Tidak Ada Titik Temu Buruh dan Pengusaha Industri, Nasib Buruh Terus Terpinggirkan

Jumat 09 Oktober 2020
Donasi Noah Untuk Crew Band Indonesia

Jumat 09 Oktober 2020
Ratu Meta Kenalkan Goyang Hanpon

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top