Senin, 24 Januari 2022

Breaking News

  • Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai   ●   
  • Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai   ●   
  • Hadirkan 7 Narasumber, Forum Pembauran Kebangsaan Riau Gelar Rakor Penguatan Organisasi   ●   
  • Dipimpin Kombes Retno Dwiyanti, Polda Riau Kirimkan 9 Delegasi Polwan pada Gelaran The 58th IAWP 2021   ●   
  • Sosialisasi Pembauran dan Kewirausahaan ke Sekolah, Siswa SMA Santa Maria dan SMA 1 Pekanbaru Antusias Sambut Tim FPK Riau   ●   
Pemkab Rohul Mediasi Amuk Masa ke PLN Ujung Batu
Senin 29 Mei 2017, 13:27 WIB
Pemkab Rohul mediasi masyarakat dan PLN
Rohul - Terkait Amuk warga yang terjadi di Kantor Rayon PLN Ujung Batu, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) akhirnya turun tangan. 

Mewakili Bupati Rohul Suparman,  Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem),  Muhamad Zaki,minggu (28/5/2017), langsung mendatangi PLTD Sungai Kuning untuk menenangkan serta memediasi warga.

Hal ini dilakukan karena adanya informasi akan adanya aksi pembakaran di PLTD Sungai Kuning,  sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap PLN yang melakukan pemadaman Listrik saat Jam berbuka puasa. 

Dari hasil mediasi tersebut disepakati, PLN sementara waktu menghentikan operasional PLTD Sungai Kuning,  hingga adanya solusi terkait pemadaman listrik khusunya saat jam berbuka puasa seperti yang dikeluhkan warga. 

Selain Kabag Tapem,  dalam mediasi tersebut juga dihadiri unsur  Pihak Pemerintahan Desa, Pihak Kecamatan, Lolsek Rambah Samo, Polres Rohul. Sementara Pihak PLN absen dalam mediasi tersebut.

Dari keterangan yang diperoleh dari kabag Tapem  Muhamad Zaki,  berdasarkan hasil mediasi dengan masyarakat,  mereka meminta penjelasan dan solusi kongkret dari Pimpinan PLN,  terkait permasalahan pemadaman Listrik PLN  saat warga hendak berbuka puasa DI waktu yang sama. 

Selain itu,  Warga juga meminta Pemkab Rohul untuk segera memfasilitasi permasalahan ini dan sebelum ada solusi dari PLN masyarakat meminta mesin yang ada di sungai Kuning untuk sementara waktu tidak beroperasi. 

"Besok rencananya kita akan panggil Pihak PLN ke kantor bupati Rohul untuk menjelaskan dan meminta solusi dari mereka".  Kata kabag Tapem Zaki,Senin (29/5/2017)

Sementara itu,  manager PLN Pasirpengaraian David Sibarani menjelaskan,  PLN saat ini sedang berupaya keras memperbaiki listrik yang padam dikarenakan adanya gangguan pada sistem  jaringan. Pemadaman terjadi karena  ada gangguan jaringan yang menyebabkan blackout (padam total) pada sore tadi sekitar pukul 16.38 sampai pukul 21.41 Wib. Adapun penyebab blackout tersebut masih dalam penelusuran di sisi jaringan oleh petugas PLN.

Saat dalam proses penormalan , tiba-tiba masyarakat mendatangi kantor PLN Sub Rayon Ujung Batu. Masyarakat juga sempat melakukan pengrusakan bangunan kantor yang menyebabkan beberapa kaca jendela pecah.

Sibarani juga membantah,  jika pihaknya absen dalam mediasi dengan masyarakat di PLTD Sungai Kuning. Menurutnya,  dalam mediasi di sungai kuning,  PLN diwakili seorang stafn ya,  Namun terpaksa harus mengamankan diri karena terkena pukulan warga yang tersulut emosinya. 

"Tadi ada perwakilan dari kami,  tapi dia harus menyelamatkan diri karena terkena pukulan warga yang tersulut emosi "kata manager PLN Pasirpengaraian,David Sibarani. 

Sementara terkait tuntutan warga,  agar mesin PLTD Sungai Kuning berhenti beroperasi sementara sebelum ada solusi dari pihak PLN, David Sibarani mengaku sudah mencoba menegosiasikanya dengan Pihak Polsek, Polres,  Tapem dan masyarakat,  untuk dihidupkan kembali,  namun masyarakat tetap bersikukuh agar mesin tidak dihidupkan sebelum ada hasil mediasi yang akan dilakukan besok pagi. 

"Kita tadi sudah berkoordinasi dengan kepolisian pak, karena ada ancaman untuk membakar mesin,  melempar dan melakukan penganiayaan terhadap pegawai dan operator PLTD,  jadi untuk sementara kita ikuti dulu tuntutan warga hingga warga tenang"tetangnya. 

Untuk mengatasi berhentinya operasional PLTD Sungai Kuning,  pasokan daya untuk konsumen PLN masih bisa dibantu  dari PLTD Tjg Belit.  Namun,  akibatnya listrik di daerah kota tengah kecamatan Kepenuhan harus dilakukan pemadaman. 

"kita tengah upayakan penarikan mesin agar pasokan listrik di kota tengah dapat normal kembali"terangnya. 

David Sibarani menyampaikan Permohonan maaf PLN terhadap kejadian ini.  Dia menegaskan PLN tidak sedikitpun punya niat untuk memadamkan listrik di jam berbuka puasa,  sehingga mengganggu kenyamanan pelanggan PLN khusunya umat muslim yang tengah menjalankann ibadah. 

"Kami dari pihak PLN Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pelanggan khususnya yang berada di Ujung Batu dan tidak ada niatan dari kami pihak PLN untuk sengaja melakukan pemadaman apalagi saat ini diketahui bulan ramadhan dan jadwal orang melakukan shalat Taraweh" pungkasnya.(adv/humas)






Editor :
Kategori : Rokan Hulu
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Jumat 14 Januari 2022
Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai

Senin 29 November 2021
Hadirkan 7 Narasumber, Forum Pembauran Kebangsaan Riau Gelar Rakor Penguatan Organisasi

Kamis 26 Agustus 2021
Begini Cara Mengatasi Sertifikat Vaksin Tak Muncul di Pedulilindungi.id

Selasa 17 Agustus 2021
Vaksin Kemerdekaan Polda Riau Jangkau Masyarakat Pedalaman Suku Talang Mamak Inhu

Selasa 01 Desember 2020
Dibuka Gubernur, Kapolda Jadi Pembicara Seminar FPK Riau

Sabtu 28 November 2020
Kapolda Riau Terima Penghargaan Dari Menteri LHK RI

Selasa 13 Oktober 2020
Ini Cara LPPMS Lahirkan Bibit Potensial di Bbidang Kecantikan

Jumat 09 Oktober 2020
Tidak Ada Titik Temu Buruh dan Pengusaha Industri, Nasib Buruh Terus Terpinggirkan

Jumat 09 Oktober 2020
Donasi Noah Untuk Crew Band Indonesia

Jumat 09 Oktober 2020
Ratu Meta Kenalkan Goyang Hanpon

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top