Senin, 24 Januari 2022

Breaking News

  • Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai   ●   
  • Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai   ●   
  • Hadirkan 7 Narasumber, Forum Pembauran Kebangsaan Riau Gelar Rakor Penguatan Organisasi   ●   
  • Dipimpin Kombes Retno Dwiyanti, Polda Riau Kirimkan 9 Delegasi Polwan pada Gelaran The 58th IAWP 2021   ●   
  • Sosialisasi Pembauran dan Kewirausahaan ke Sekolah, Siswa SMA Santa Maria dan SMA 1 Pekanbaru Antusias Sambut Tim FPK Riau   ●   
Ini Pesan Bupati Meranti Untuk Tenaga Medis
Minggu 14 Mei 2017, 23:27 WIB
Bupati Kepulauan Meranti, Drs. H. Irwan M.Si
Selatpanjang - Bupati Kepulauan Meranti, Drs. H. Irwan M.Si menghadiri acara Simposium Pencegahan dan Update Managemen Penyakit Kardiovaskuler yang dagagas oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bekerjasama dengan RS Eka Hospital Pekanbaru, bertempat di Aula Afifa Sport Selatpanjang, Minggu (14/5).

Hadir juga Sekretaris Dinas Kesehatan Meranti dr. Misri, Anggota DPRD Edi Masyudi, Ketua MUI, Wakapolres Kompol. Wawan dam sebagai pembicara dalam Simposium tersebut Dr. Dendi Puji Wahyudi, Dr. Achmad Marzuki, Dr. Erwin Cristanto.

Pada acara dalam rangka peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia itu, Bupati Kepulauan Meranti mengucapkan apresiasi atas terselenggaranya acara itu khususnya pada pihak RS Eka Hospital selaku sponsor. "Kegiatan ini sangat baik, semoga dapat meningkatkan kwalitas Dokter dan para medis di Meranti, yang akan meningkatkan pula kwalitas pelayanan yang berujung pada peningkatan derajat maayarakat di Kepulauan Meranti," ucap Bupati.

Bupati juga banyak memberikan masukan kepada petugas kesehatan mulai dari Dokter, Bidan hingga Perawat yang menurutnya adalah wakil tuhan didunia untuk menolong penderita sakit, menurutnya dokter harus memiliki tingkat laku (atitut) dan cara komunikasi  yang baik dengan pasien. Dengan begitu dapat mengembalikan kepercayaan pasien lokal terhadap pelayanan dokter di Indonesia.

"Diluar negara tetangga (Malaysia, Singapura), Fakultas Kedokteran di Indonesia sangat di gemari, tetapi saat dokter itu tamat banyak orang Indonesia lebih memilih berobat ke Malaysia dan Singapura, kuncinya dokter disana mampu mengedukasi pasien dengan baik," jelas Bupati.

Dari pengalaman Bupati, saat berobat diluar negeri mengaku dari segi kemampuan dokter luar dan lokal beda-beda tipis cuma cara dokter luar negeri berkomunikasi sangat luar biasa.

"Segi pengobatan sama tapi cara melayaninya berbeda," ucap Bupati seraya mengajak para dokter untuk lebih meningkatkan lagi prilaku dan komunikasi yang baik terhadap pasien.

Bupati juga memuji pelayanan di RS Eka Hospital yang menurutnya sangat baik. "Ini pengalaman saya saya berobat di RS Eka Hospital, saya merasa nyaman sangat berbeda dengan pelayanan di RS swasta lainnya di Pekanbaru, apalagi saya juga mendapat masukan dari teman-teman di Medan kalau ingin bedah jantung tidak perlu jauh-jauh Eka Hospital sudah sangat baik" aku Bupati.

Pada kesempatan itu Bupati juga menjelaskan komitmen Pemda Meranti dalam memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat, salah satunya dengan menyediakan pos pelayanan dan fasilitas ambulan darat dan laut gratis kepada masyarakat yang tinggal di pelosok pulau-pulau di Meranti.

"Dalam rangka pelayanan kesehatan, Pemda Meranti sudah menyediakan 5 ambulance laut yang diperuntukan untuk membawa masyarakat yang sakit di dipulau-pulau ke RSUD Meranti yang pelayananya sudah semakin memuaskan. Selan itu kita juga mengadakan Statiom Pangkalan Ambulan Darat pljs perawat di Tj. Buton untuk melayani setiap pasien yang akan dirujuk ke Pekanbaru. Jadi pelayanan yang ambulance yang kita berikan bukan saja di darat tapi juga dilaut," papar Bupati yang mengaku (minggu siang.red) akan meresmian pangkalan Ambulance Darat di Tj. Buton.

Selain menyiapkan pelayanan ambulance darat dan laut dalam ranhka memberikan kemudahan dan kenyamanan membawa pasien. Pemda Meranti juga terus menggesa pembangunan fasilitas pendukung seperti memperbaiki jalan di Kota dan Desa. "Ini untuk memperlancar lalu lintas manusia dan barang agar masyarakat merasa nyaman," tambahnya.

Bupati juga mengaku akan memberikan kesempatan kepada para dokter yang bertugas di Meranti untuk melanjutkan tugas bekajar hingga spesialis. Namun dengan syarat dokter yang dibantu dan diberi kesempatan melanjutkan tugas belajar tidak buru-buru kabur dari Meranti dan mau bertugas lama. "Pendidikan itukan investasi dan butuh waktu lama tapi dari pengalaman para dokter yang diberikan kesemoatan melanjutkan tugas belajar malah buru buru pindah dari Meranti, ini juga melanggar etika dokter yang melayani sepenuh hati," ucap Bupati.(rls)



Editor : kt10
Kategori : Meranti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Jumat 14 Januari 2022
Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai

Senin 29 November 2021
Hadirkan 7 Narasumber, Forum Pembauran Kebangsaan Riau Gelar Rakor Penguatan Organisasi

Kamis 26 Agustus 2021
Begini Cara Mengatasi Sertifikat Vaksin Tak Muncul di Pedulilindungi.id

Selasa 17 Agustus 2021
Vaksin Kemerdekaan Polda Riau Jangkau Masyarakat Pedalaman Suku Talang Mamak Inhu

Selasa 01 Desember 2020
Dibuka Gubernur, Kapolda Jadi Pembicara Seminar FPK Riau

Sabtu 28 November 2020
Kapolda Riau Terima Penghargaan Dari Menteri LHK RI

Selasa 13 Oktober 2020
Ini Cara LPPMS Lahirkan Bibit Potensial di Bbidang Kecantikan

Jumat 09 Oktober 2020
Tidak Ada Titik Temu Buruh dan Pengusaha Industri, Nasib Buruh Terus Terpinggirkan

Jumat 09 Oktober 2020
Donasi Noah Untuk Crew Band Indonesia

Jumat 09 Oktober 2020
Ratu Meta Kenalkan Goyang Hanpon

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top