Selasa, 27 September 2022

Breaking News

  • Gubri Syamsuar Bertemu Syekh Ariful Bahri dan Mahasiswa Riau di Madinah   ●   
  • BLT Gaji Atau BSU Tahap 3 Cair Hari Ini, Buruan Cek Rekening!   ●   
  • Pemko Pekanbaru Harap Bantuan APBN Bangun Pasar Cik Puan   ●   
  • Penyaluran Pertalite di Riau Sudah Mencapai 85 Persen, Stok Diprediksi Bertahan Hingga Oktober   ●   
  • Penyulingan LPG Bersubsidi Digrebek di Pekanbaru, Raup Untung Rp500 Juta   ●   
Ini Pesan Bupati Meranti Untuk Tenaga Medis
Minggu 14 Mei 2017, 23:27 WIB
Bupati Kepulauan Meranti, Drs. H. Irwan M.Si
Selatpanjang - Bupati Kepulauan Meranti, Drs. H. Irwan M.Si menghadiri acara Simposium Pencegahan dan Update Managemen Penyakit Kardiovaskuler yang dagagas oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bekerjasama dengan RS Eka Hospital Pekanbaru, bertempat di Aula Afifa Sport Selatpanjang, Minggu (14/5).

Hadir juga Sekretaris Dinas Kesehatan Meranti dr. Misri, Anggota DPRD Edi Masyudi, Ketua MUI, Wakapolres Kompol. Wawan dam sebagai pembicara dalam Simposium tersebut Dr. Dendi Puji Wahyudi, Dr. Achmad Marzuki, Dr. Erwin Cristanto.

Pada acara dalam rangka peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia itu, Bupati Kepulauan Meranti mengucapkan apresiasi atas terselenggaranya acara itu khususnya pada pihak RS Eka Hospital selaku sponsor. "Kegiatan ini sangat baik, semoga dapat meningkatkan kwalitas Dokter dan para medis di Meranti, yang akan meningkatkan pula kwalitas pelayanan yang berujung pada peningkatan derajat maayarakat di Kepulauan Meranti," ucap Bupati.

Bupati juga banyak memberikan masukan kepada petugas kesehatan mulai dari Dokter, Bidan hingga Perawat yang menurutnya adalah wakil tuhan didunia untuk menolong penderita sakit, menurutnya dokter harus memiliki tingkat laku (atitut) dan cara komunikasi  yang baik dengan pasien. Dengan begitu dapat mengembalikan kepercayaan pasien lokal terhadap pelayanan dokter di Indonesia.

"Diluar negara tetangga (Malaysia, Singapura), Fakultas Kedokteran di Indonesia sangat di gemari, tetapi saat dokter itu tamat banyak orang Indonesia lebih memilih berobat ke Malaysia dan Singapura, kuncinya dokter disana mampu mengedukasi pasien dengan baik," jelas Bupati.

Dari pengalaman Bupati, saat berobat diluar negeri mengaku dari segi kemampuan dokter luar dan lokal beda-beda tipis cuma cara dokter luar negeri berkomunikasi sangat luar biasa.

"Segi pengobatan sama tapi cara melayaninya berbeda," ucap Bupati seraya mengajak para dokter untuk lebih meningkatkan lagi prilaku dan komunikasi yang baik terhadap pasien.

Bupati juga memuji pelayanan di RS Eka Hospital yang menurutnya sangat baik. "Ini pengalaman saya saya berobat di RS Eka Hospital, saya merasa nyaman sangat berbeda dengan pelayanan di RS swasta lainnya di Pekanbaru, apalagi saya juga mendapat masukan dari teman-teman di Medan kalau ingin bedah jantung tidak perlu jauh-jauh Eka Hospital sudah sangat baik" aku Bupati.

Pada kesempatan itu Bupati juga menjelaskan komitmen Pemda Meranti dalam memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat, salah satunya dengan menyediakan pos pelayanan dan fasilitas ambulan darat dan laut gratis kepada masyarakat yang tinggal di pelosok pulau-pulau di Meranti.

"Dalam rangka pelayanan kesehatan, Pemda Meranti sudah menyediakan 5 ambulance laut yang diperuntukan untuk membawa masyarakat yang sakit di dipulau-pulau ke RSUD Meranti yang pelayananya sudah semakin memuaskan. Selan itu kita juga mengadakan Statiom Pangkalan Ambulan Darat pljs perawat di Tj. Buton untuk melayani setiap pasien yang akan dirujuk ke Pekanbaru. Jadi pelayanan yang ambulance yang kita berikan bukan saja di darat tapi juga dilaut," papar Bupati yang mengaku (minggu siang.red) akan meresmian pangkalan Ambulance Darat di Tj. Buton.

Selain menyiapkan pelayanan ambulance darat dan laut dalam ranhka memberikan kemudahan dan kenyamanan membawa pasien. Pemda Meranti juga terus menggesa pembangunan fasilitas pendukung seperti memperbaiki jalan di Kota dan Desa. "Ini untuk memperlancar lalu lintas manusia dan barang agar masyarakat merasa nyaman," tambahnya.

Bupati juga mengaku akan memberikan kesempatan kepada para dokter yang bertugas di Meranti untuk melanjutkan tugas bekajar hingga spesialis. Namun dengan syarat dokter yang dibantu dan diberi kesempatan melanjutkan tugas belajar tidak buru-buru kabur dari Meranti dan mau bertugas lama. "Pendidikan itukan investasi dan butuh waktu lama tapi dari pengalaman para dokter yang diberikan kesemoatan melanjutkan tugas belajar malah buru buru pindah dari Meranti, ini juga melanggar etika dokter yang melayani sepenuh hati," ucap Bupati.(rls)



Editor : kt10
Kategori : Meranti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Berita Pilihan
Sabtu 27 Agustus 2022
PWI Larang 20 Ribu Anggotanya Ikut UKW Lembaga Abal-abal dan Tak Patuhi UU Pers

Sabtu 12 Februari 2022
HPN 2022, Jangan Ada Lagi Kriminalisasi Terhadap Pers

Jumat 11 Februari 2022
Rakernas PHRI II, ini kata Epyardi Asda :"Kedepannya Sumatera Barat Lebih Baik Lagi Dalam Menggerakkan Sektor Pariwisata".

Kamis 10 Februari 2022
Pendampingan ADM Penyelenggaraan Keuangan Desa oleh Tim Monev Kabupaten Solok

Rabu 09 Februari 2022
MOI Solok Resmi Mendaftar Kekesbangpol Kabupaten Solok, Yasri Irva :"MOI Siap Kawal Pemerintah".

Rabu 09 Februari 2022
Masalah Natuna, Alirman Sori : "Perkuat Keamanan Perbatasan Laut"

Rabu 09 Februari 2022
Dua Hari Lagi Shalat Jum'at Perdana di Masjid Asam Jao, Almito S.Pt : Mari Kita Ramaikan

Senin 07 Februari 2022
JUSUF RIZAL: KSPSI PERLU MELAKUKAN REENGINERING ORGANISASI HADAPI PERUBAHAN

Sabtu 05 Februari 2022
Masjid Ikhlas Asam Jao diresmikan, Gubernur Sumbar :

Jumat 14 Januari 2022
Berikan Penyuluhan ke PPL, Faperta UIR Teken MOA dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dumai

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top