Sabtu, 6 Maret 2021

Breaking News

  • Indroyanto Seno Adji: Kerumunan di Maumere Tidak Ada Peristiwa Pidana   ●   
  • Ditkrimsus Polda Riau dan BI Lakukan Pelatihan Tindak Pidana Terhadap Uang Rupiah   ●   
  • Polda Riau Gandeng PT RAPP Latih Personil Atasi Karhutla   ●   
  • Milad ke-4, DCC Buka Cabang kedua di Harapan Raya   ●   
  • Persiapan Kopdar DCC-CCD, Panitia Audensi dengan Kadisperindagkop UKM Riau   ●   
Gubri Paparkan Persoalan Infrastruktur Riau kepada Komisi V DPR RI
Kamis 13 Februari 2020, 16:58 WIB

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar terima kunjungan dan sekaligus paparkan persoalan Infarstruktur Riau kepada Komisi V DPR RI.

"Untuk diketahui, jalan nasional yang ada di Riau ada sekitar 1.366,61 kilometer berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) PU. Dari 1.366,61 km tersebut, tingkat kemantapan jalan tersebut masih sekitar 84,68 persen berdasarkan kondisi tahun 2019," ungkap Gubri Syamsuar kepada DPR RI Komisi V, Kamis (13/2/2020) sore di ruang Melati Kantor Gubri.

Untuk dimaklumi, sambung Gubri, masih banyak jalan nasional ini yang belum bagus atau memadai, termasuk tentunya dengan jalan - jalan nasional yang juga mendukung beberapa kawasan industri yang ada di Riau.

Adapun luas jalan provinsi yang ada di Riau, sebut Gubri, 2.799,8 kilometer. Kondisi mantapnya masih sekitar 60,34 persen, jadi, katanya, masih banyak PR Pemprov Riau dalam rangka menuntaskan jalan provinsi yang ada di Riau,

"Karena masih ada sekitar 300 kilometer lebih, jalan provinsi yang masih jalan tanah dan sirtu. Selain itu, di setiap tahunnya Pemprov Riau sendiri juga meminta bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk dapat membantu APBD Riau dalam membantu penghubung dan konektifitas yang ada di Riau," ucapnya.

Di samping itu semua, Pemprov Riau juga ada mengusulkan beberapa ruas jalan provinsi menjadi jalan nasional, karena menurut pengamatan kami memang jalan ini ada yang langsung menuju ke Provinsi tetangga, seperti jalan Rantau Berangin - Rokan Hulu - Sumatera Utara dan ada jalan yang menuju ke Sumatera Barat.

Selain itu, katanya, di Riau juga ada 4 kawasan Industri, yang dalam tahun 2019 - 2024 ini, telah ditetapkan Pemprov Riau melalui Bappenas dan Kementerian Perindustrian masuk dalam RPJMN ada dua kawasan Industri yang akan dikembangkan.

"Dua kawasan Industri itu diantaranya kawasan industri Tenayan Raya dan kawasan industri Tanjung Button," ucapnya.

Memang untuk mendukung kawasan industri ini Riau membutuhkan dukungan dan bantuan Infrastruktur yang baik dan memadai, terutama jalan.

"Seterusnya untuk perbaikan pelabuhan, pembangunan Roro Dumai - Malaka yang sesuai dengan ketetapan Presiden RI Jokowi, sebab itu kami sangat mengharapkan bantuan dari komisi V DPR RI supaya adanya bantuan dana dari APBN," tuturnya. (Adv)





Editor :
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada katariau.com, silakan kontak ke email: redaksi.katariau@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Selasa 01 Desember 2020
Dibuka Gubernur, Kapolda Jadi Pembicara Seminar FPK Riau

Sabtu 28 November 2020
Kapolda Riau Terima Penghargaan Dari Menteri LHK RI

Selasa 13 Oktober 2020
Ini Cara LPPMS Lahirkan Bibit Potensial di Bbidang Kecantikan

Jumat 09 Oktober 2020
Tidak Ada Titik Temu Buruh dan Pengusaha Industri, Nasib Buruh Terus Terpinggirkan

Jumat 09 Oktober 2020
Donasi Noah Untuk Crew Band Indonesia

Jumat 09 Oktober 2020
Ratu Meta Kenalkan Goyang Hanpon

Jumat 09 Oktober 2020
Provinsi Sulawesi Utara Perlu Waspada Dengan Potensi Megathrust

Jumat 09 Oktober 2020
Apresiasi Doni Monardo Pada Upaya Pengendalian COVID-19 di Sulawe

Selasa 06 Oktober 2020
Pemain Sinetron Cinta Tapi Benci Gelar Meet And Greet Dengan Fans di Surabaya

Sabtu 03 Oktober 2020
Pop Academi Indosiar Siapkan Talent Industri Musik Tanah Air

Copyrights © 2020 All Rights Reserved by PT. KATA RIAU MEDIA
Scroll to top