Kalah di Pilwako Kota Pariaman, Pasangan Dewi - Pabrizal Ngamuk di Kantor DPD NasDem
Kamis, 28/06/2018 - 12:00:01 WIB

PARIAMAN - Usai pencoblosan pilkada serentak pada Rabu (27/6/2018) sejumlah daerah langsung melakukan rekapitulasi suara untuk mengetahui calon mana yang menang dan kalah dalam pesta demokrasi 5 tahun sekali ini.

Mulai dari Quick Count dan Real Count pun sudah dapat menggambarkan pemenang dari hasil Pilkada serentak, begitu juga di Kota Pariaman Sumatera Barat.

Berdasarkan hasil Quick Count di posko pemenangan salah satu calon telah terlihat, hasil pemilihan walikota dan wakil walikota Pariaman sebagai berikut:

Pasangan calon Mahyudin-Ridwan 41,80 persen, Dewi-Pabrizal 3,59 persen dan Genius-Mardison 54,61 persen suara.

Dengan hasil tersebut, ternyata ada salah satu pasangan calon yang tidak terima. Pasangan tersebut yakni Dewi-Pabrizal yang di usung partai Nasdem.

Dari informasi yang didapat wartawan dari salah satu saksi TPS sekaligus saksi mata kejadian berinisal YS mengatakan, Dewi-Pabrizal yang tidak bisa menerima kekalahannya itu langsung mendatangi posko pemenangan paslon nomor urut 2 ini di kantor DPD Nasdem, pada Rabu malam (27/6/2018).

Pasangan ini terlihat emosi dan marah. Anehnya Pasangan Dewi-Pabrizal justeru melampiaskan kekecewaannya ke para sakis-saksi yang ditugaskan di TPS.

"Harusnya kalau mau protes atau marah, jangan dilampiaskan ke kami. Tapi coba evaluasi sendiri ke tim pemenanganya," ujarnya kepada GoNews.co Kamis (28/6/2018).

"Harusnya dia juga berkaca ke dirinya sendiri," timpalnya.

Keributan pun tak bisa dihindarkan, pasangan ini pun kata dia, langsung mengambil keputusan sepihak dengan memotong honor para saksi yang dijanjikan akan diberikan langsung setelah hasil C1 diberikan ke posko.

"Honor kami bahkan dipotong 50%," ceritanya.

Saat itu, YS langsung protes dan angkat bicara di ruang rapat pembagian honor yang dipimpin langsung oleh paslon Dewi-Pabrizal itu. "Ini sudah zalim, kami tidak terima keputusan ini, komitmen sudah kita buat seminggu yang lalu dan honor kita juga sudah ditetapkan dalam rapat minggu lalu yang dijanjikan langsung Dewi-Pabrizal," tegasnya.

"Keputusan sepihak ini kami protes, pemotongan honor karena alasan konyol yaitu kekalahan, jika hal kecil ini saja bapak-ibu sudah zholim bagaimana dengan cara Ibu-bapak memimpin kota ini nantinya," protes YS.

Selain YS, beberapa orang saksi lain juga mengutarakan keberatannya. Mereka tetap tidak terima dengan keputusan sepihak Dewi-Pabrizal ini.

Sempat terjadi perdebatan dan susasan memanas. Bahkan di ruangan lain ada beberapa orang yang memukul meja karna kecewa. "Kami sudah lelah menunggu lama, apalagi molor waktu pembagian sampai pukul 20:00 WIB, Namun Dewi-Pabrizal tetap dengan keputusannya memotong honor saksi," tandasnya.

Kejadian ini pun sempat ramai dan mengundang perhatian warga. Bahkan tak berselang lama, pihak kemanan dari Kepolisian datang ke Kantor DPD Nasdem Parimana guna mengamankan situasi.

Meskipun demikian, kesepakatan pun tak tercapai, dan akhirnya honor yang dibagikan tetap dipotong walaupun saksi-saksi TPS banyak yang kecewa atas keputusan ini.*





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved