Sekda Jonpriadi: Bapak Bupati Harapkan Inovasi pada Pejabat dan ASN Padang Pariaman
Selasa, 30/01/2018 - 12:10:42 WIB

Parit Malintang - Bupati Padang Pariaman H Ali Mukhni sangat mengharapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat di lingkungan Pemkab Padang Pariaman untuk selalu melahirkan inovasi baru dalam meningkatkan pelayanan pada masyarakat.

"Setiap kesempatan yang ada, bapak Bupati H Ali Mukhni selalu berpesan kepada kita agar selalu melahirkan inovasi dalam bekerja. Beliau meminta tiada hari tanpa inovasi," kata Sekretaris Daerah Jonpriadi di ruang kerjanya.

Permintaan bapak bupati, jelas Jonpriadi, bukan hal yang mustahil. Karena Jonpriadi yakin, semua pejabat dan ASN di Padang Pariaman adalah orang-orang pintar dan cerdas. Apalagi selalu membekali diri dengan berbagai bimbingan teknis dan pelatihan.

"Sekarang ini, setiap jenjang diklat kepegawaian seperti Pra Jabatan, PIM IV, PIM III dan PIM II, diwajibkan membuat tugas menciptakan proyek perubahan yang tidak lain adalah inovasi baru," papar mantan Kepala Bappeda itu.

"Jadi, melahirkan inovasi baru dalam meningkatkan kinerja di masing-masing OPD bukanlah perkara sulit," ujarnya menambahkan.

Namun, katanya melanjutkan, jangan sampai hanya mampu dan rajin melahirkan inovasi tetapi tidak mampu mempertahankan konsistensi pelaksanaannya.

"Untuk itu, perlu dipantau, diawasi dan dievaluasi oleh BKPSDM pelaksanaan inovasi baru yang dilahirkan melalui proyek perubahan dalam diklat," tukuknya.

Pada tanggal 28 Jan 2018 10:40 PM, "Andri Satria Masri, SE, ME" <andrisatriamasri@gmail.com> menulis:

    Bupati Ali Mukhni Harapkan Dukungan Pemerintah Nagari dalam Penerapan Perbup Orgen Tunggal

    Parit Malintang (18/01/2018). Dua tahun pasca diberlakukannya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 13 tahun 2016 tentang Pengaturan Orgen Tunggal, banyak kalangan menilai pelaksanaannya belum berjalan maksimal. Hal yang sama dirasakan juga oleh Bupati Padang Pariaman, H Ali Mukhni. Penilaian ini disampaikannya kepada beberapa awak media yang menemuinya di kantor bupati usai menerima beberapa kepala OPD (18/01).

    "Banyak laporan dan keluhan yang saya terima menyatakan belum efektifnya pelaksanaan Perbup Orgen Tunggal," ungkapnya jujur.

    Ketika ditanyakan apa penyebabnya, peraih Satya Lencana Pembangunan itu mengakui bahwa salah satu penyebabnya adalah belum maksimalnya pelaksanaan tugas anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

    "Harus diakui, pelaksanaan tugas oleh Satpol PP belum maksimal. Karena jumlah petugas tidak sebanding dengan wilayah Padang Pariaman yang sangat luas ini," ungkapnya.

    Ali Mukhni juga menyebut belum sepenuhnya Pemerintahan Nagari mendukung pelaksanaan Perbup tersebut. Hal ini bisa dibuktikan dengan belum banyaknya Pemerintahan Nagari yang melahirkan Peraturan Nagari (Pernag) menindaklanjuti Perbup Orgen Tunggal.

    Sebagaimana diketahui, Perbup Orgen Tunggal mengamanatkan pada Pemerintahan Nagari untuk dibreak down menjadi Pernag agar mendapatkan legitimasi dan dukungan dari BAMUS dan seluruh elemen masyarakat di tingkat nagari.

    Ketika ditanya, apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan Pemkab Padang Pariaman, Bupati Ali Mukhni mengatakan tidak ada jalan lain, Perbup Orgen Tunggal terus disosialisasikan kepada seluruh masyarakat ranah dan rantau sembari mengerahkan seluruh aparatur Pemkab Padang Pariaman sampai ke kecamatan untuk menyampaikan dan memgingatkan kepada seluruh masyarakat terutama yang sedang berencana mengadakan perhelatan.

    "Selain itu, saya sudah perintahkan kepada Satpol PP dan Bagian Hukum untuk merevisi Perda nomor 3 tahun 2009 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum dan Perbup nomor 13 tahun 2016 tentang Pengaturan Orgen Tunggal, agar lebih tegas dan lebih memiliki daya mengatur," tukuknya mengakhiri.(Asnul)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved