Demokan Kuliner Melayu, Ketua PCPI Riau Pukau Chef Pekanbaru
Selasa, 19/03/2019 - 07:13:26 WIB
Ketua PCPI Riau Heru Kurniawan mendemokan kuliner khas Melayu saat kopdar PCPI Riau di Geng Green Cafe & Restodi
Ketua PCPI Riau Heru Kurniawan mendemokan kuliner khas Melayu saat kopdar PCPI Riau di Geng Green Cafe & Restodi

PEKANBARU - Perkumpulan Chef Profesional Indonesia (PCPI) Riau kembali menggebrak. Kali ini dalam rangka Kopi Darat atau pertemuan rutin bulanan,asosiasi juru masak yang beranggotakan pekerja di sejumlah hotel dan resto ternama itu mendemonkan kuliner khas Melayu.

Malam itu, Senin (18/3/2019) bertempat di Geng Green Cafe & Resto Jalan Yos Sudarso Rumbai Pekanbaru, Ketua PCPI Riau, Heru Kurniawan didaulat mendemokan tiga kuliner Melayu. Tak tangung-tanggung, guru masak yang banyak melahirkan chef itu mendemokan tiga kuliner Melayu. Yakni Sago Berkapal,makanan berbahan dasar sagu. Kue Tepung Gomak, berbahan dasar tepung ketan dan Asam Pedas patin, kreasi olahan ikan patin tanpa tulang.

"Kali ini saya menampilkan tiga kuliner Melayu. Saya berharap suatu saat akan menjadi menu andalan di hotel dan resto di Provinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru, karena salah satu peran PCPI adalah mempromosikan kuliner setempat.Karena kita berada di Bumi Melayu maka kita  mempromosikan kuliner khas Melayu," ujar Heru Kurniawan yang akrab disapa Chef Oka ini membuka pembicaraan.

Kue Tepung Gomak

Selanjutnya dengan piawai, chef kawakan ini mulai memperlihatkan keterampilannya mengolah bahan makanan menjadi kuliner khas Melayu. Adukan sendok dan tarian pisaunya melahirkan decak kagum, bahkan aroma yang muncul saat makanan dimasak di atas kompor melahirkan sensasi penciuman tersendiri yang menimbulkan decak kagum dari peserta.

Tidak hanya itu saat makanan selesai diolah, hampir semua pesert terpukau dengan tampilan kuliner Melayu yang disajikan. Tampilannya tak kalah dengan menu-menu internasional yang menjadi langganan sajian di hotel-hotel berbintang dan resto ternama.

Sago Berkapal

Bahkan saat peserta diberi kesempatan mencicipi, mereka berdecak kagum karena rasanya khas dan mengugah selera. "Ini luar biasa, saya optimis satu saat akan menjadi menu andalan di Kota ini," ujar seorang Chef yang bekerja di salah satu hotel berbintang di Pekanbaru.

Sementara Chef lainnya yang bekerja di salah satu Resto ternama menambahkan, sesungguhnya di Riau banyak sekali menu khas Melayu, namun selama ini tak banyak yang berani mengangkatnya menjadi menu andalan hotel dan resto ternama. "Kita berharap terobosan seperti ini mendapat sokongan dari dunia hotel dan restoran, sehingga berkunjung ke Riau tak lengkap klu belum mencicipi kuliner khas Melayu," katanya.

Asam Pedas Patin

Kembali ke Chef Oka, Ketua PCPI Riau ini menambahkan, salah satu peran PCPI adalah mempromosikan kuliner setempat. Karena berada di Riau, maka PCPI Riau berperan mempromosikan kuliner khas Melayu.

"Pada setiap pertemuan PCPI, selain bersilahturahmi antar anggota, kita menampilkan kuliner khas Melayu. Saya optimis menu-menu ini akan menjadi adalan di Bumi Lancang Kuning ini. Yang penting harus ada yang berani berkreasi," katanya.

Oka menyebutkan PCPI merupakan organisasi chef tingkat nasional yang didirikan di Surabaya beberapa rahun  lalu. Asosiasi ini sudah memiliki pengurus di setiap daerah di Indonesia."PCPI Riau beranggotakan puluhan chef. Mereka bekerja di hotel dan resto atau sebagai pelaku kuliner di Provinsi Riau khusunya Pekanbaru.Kita terus akan berbagi ilmu, berbagi informasi seputar menu-menu khas Melayu," imbuhnya.

Anggota PCPI Foto bersama usai kopdar

PCPI sendiri dalam keterangan resminya akan rutin memerkan kuliner khas Indonesia yang bersumber dari berbagai daerah dan kerajaan di seluruh pelosok tanah air.

Ketua Umum PCPI, Bambang Nurianto mengungkapan, Indonesia kaya ragam kuliner yang bersumber dari berbagai daerah di pelosok tanah air. Sayang, belakangan banyak dari kuliner khas daerah itu semakin tenggelam oleh serbuan kuliner masa kini dari mancanegara.

Menurutnya salah satu peran PCPI adalah membangkitkan rasa cinta dan mengangkat kembali potensi kuliner dalam negeri ke pasar global. "Kita ingin melestarikan keberadaan kuliner lokal yang cukup banyak ragamnya dan kini mulai banyak dilupakan oleh generasi muda itu. Harapan kita, ke depan kuliner dalam negeri akan menjadi kebanggaan," kata Bambang di satu kesempatan.

Bambang mengungkapkan, kuliner khas Indonesia sangat berpotensi untuk dikembangkan karena dari beberapa kuliner daerah yang berhasil dikembangkan mampu menarik minat pecinta kuliner baik di dalam maupun di luar negeri.

Sebut saja misalnya masakan Padang, gudeng Jogja, tahu campur, soto, tahu tek dan sebagainya."Ada ribuan item kuliner khas daerah yang layak dikembangkan dan kelak bisa menjadi kebanggaan Indonesia di pasar global," ungkapnya.(dt/rk)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved