Stollen Bread, Kue Akhir Tahun Khas Jerman
Senin, 30/11/2015 - 07:07:45 WIB
Stollen Bread<br>
Stollen Bread

Aroma kayu manis dan pala menyerbak saat oven dibuka. Satu per satu kue diambil dari oven dan diletakkan ke meja. Olesan mentega cair lalu disapu ke atasnya. Menambah wangi kue yang baru matang.

Terakhir, taburan gula halus ditebar ke atas loyang. Butiran halus itu menutup kegiatan masak sejumlah ibu-ibu Jerman di restoran Marche Plaza Senayan, beberapa waktu lalu.

Para ibu itu bukanlah juru masak yang sehari-hari bekerja untuk Marche. Mereka adalah istri ekspatriat Jerman yang hari itu bertandang untuk membuat kue khas Jerman, Stollen Bread.

Lani Darmadi, Ketua Umum Yayasan Jerman-Indonesia, mengatakan Stollen Bread adalah kue tradisional Jerman yang biasa dimasak di bulan November hingga akhir tahun. "Tepung, ragi, tepung almond, buah kering seperti kismis dan sukade adalah bahan-bahannya," kata Lani, menerangkan tentang bahan untuk membuat Stollen Bread.

Cara membuat Stollen Bread dikatakannya cukup mudah. Semua bahan diaduk jadi satu, lalu dibiarkan satu hingga dua jam sebelum dicetak dan dipanggang. Setelah matang, mentega cair dioleskan dan gula halus ditabur ke atasnya.

Lani menjelaskan di Jerman Stolleh Bread biasanya disantap sebagai kudapan sore hari, bersama secangkir kopi panas. "Di sana setiap keluarga biasa membuat kue ini dan membaginya ke tetangga untuk saling icip," ujar dia.

Ada beragam variasi Stollen Bread, semua tergantung dari kegemaran tiap keluarga. Lani menerangkan ada yang menambahkan marzipan, hingga air mawar dan kacang kenari.

Tahan Lama
Thomas Sjamsul, Executive Chef Marche, mengatakan Stollen Bread tak ubahnya fruit cake. "Dulu kue ini dimasak hanya dengan air dan tepung," katanya. Perubahan zaman mengakibatkan sejumlah bahan lain ditambahkan, seperti mentega hingga buah kering.

Karena padat, sepotong sampai dua potong Stollen Bread dikatakan Thomas sudah cukup mengenyangkan.

Uniknya, kue ini tergolong tahan lama. Bahkan makin lezat seiring waktu.

"Di Jerman orang biasa mengambil potongan yang mau dimakan lalu menyimpan lagi di kulkas, atau freezer," katanya. Berbeda dengan kue lain yang jika disimpan lama akan kering, Stollen Bread justru kebalikannya.

Agar kue ini tidak keras, Thomas mengatakan orang Jerman punya cara penyimpanan yang unik. Kue akan dibungkus dengan kain katun yang sedikit basah. Kelembaban membantu menjaga kue tetap lembut. Setelah tiga hari disimpan di bagian chiller kulkas, Thomas mengatakan keluarkan pembungkus dan basahi lagi.

"Jadi dipotong sedikit, dimakan, lalu sisanya disimpan lagi," ujar Thomas. Tak heran kue ini bisa bertahan hingga enam bulan dengan teknik penyimpanan yang tepat.

Di Jerman setiap kawasan memiliki varian Stollen Bread yang berbeda-beda. Namun, versi kue ini yang paling terkenal ada di wilayah Dresden. Di sana bahkan bisa dicari Stollen Bread yang paling mahal dengan harga 15 euro hingga 50 euro.

"Kemasannya bagus dengan hiasan pemandangan Jerman di musim dingin," ujar Thomas. Kue ini juga bisa dikirimkan ke seluruh dunia lewat pemesanan online. Faktor makin lama makin empuk, membuatnya mudah dijadikan hantaran ke pelosok negara lain.(kt5)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved