Pelaku Politik Uang di Inhu Divonis Tiga Tahun Penjara dan Denda Rp 200 Juta
Selasa, 24/07/2018 - 14:57:49 WIB

PEKANBARU - Setelah menjalani sidang secara maraton di Pengadilan Negeri (PN) Rengat, akhirnya majelis hakim menjatuhkan vonis terdakwa kasus politik uang (money politic), Dimas Kasiono Warnorejo  pada hari ini. Vonis ini dijatuhkan karena Dimas terbukti melakukan tindakan politik uang pada Pemilihan Gubernur Riau 2018 lalu.


Ketua Majelis Hakim, Guntoro Eka Sekti SH MH, membacakan vonis bersalah terdakwa Dimas dengan Nomor Perkara 297/pidsus/2018 dengan hukuman penjara tiga tahun dan denda Rp 200 juta.

Guntoro mengatakan terdakwa terbukti melanggar pasal 187A ayat 1 undang-undang nomor 10 tahun 2018 tentang Pilkada. Vonis tersebut sebenarnya lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa Dimas 42 bulan penjara denda Rp 200 juta.

Dalam amar putusan, majelis hakim juga menyampaikan kalau pasal 187A terdapat dua ayat, dalam dakwaan JPU sudah menguraikan pasal dan ayat tersebut. Mengenai orang yang memberikan barang dalam dakwaan JPU tidak menguraikan ayat namun, dakwaan tidak mengurangi nilai dan tidak batal demi hukum.

"Kesimpulan fakta-fakta persidangan, terdakwa mengetahui soal pemilihan gubernur dan terdakwa mengakui sebagai simpatisan Paslon nomor 3 (pasangan Firdaus-Rusli Effendi, red). Terdakwa juga mengakui sudah memberikan bahan pakaian 25 lembar kepada saksi Siti Latifah dan 25 lembar bahan pakaian kepada saksi Desi Arisanti. Barang tersebut bukan alat peraga kampanye namun materi lainnya sesuai unsur pasal," kata Guntoro.

Dalam membuktikan dalil-dalil yang diajukan JPU, majelis hakim menilai keterangan lima orang saksi yang dihadirkan dalam sidang, diantaranya saksi pelapor Hardi Sarmin, saksi Zulpen wartawan, saksi Desi Arisanti penerima 25 lembar bahan pakaian, saksi Siti Latifah penerima 25 lembar bahan pakaian, saksi ahli Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan dan saksi ahli pidana UR Erdiansyah.

"Perbuatan terdakwa sudah mencederai rasa keadilan, yang meringankan terdakwa dalam persidangan adalah, terdakwa mengakui perbuatannya, sopan selama persidangan, terdakwa sebagai tulang punggung keluarga. Hukuman yang dijatuhkan bukan bentuk pembalasan namun hanya bersifat pembinaan kepada terdakwa," kata Guntoro.

Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan, menyampaikan apresiasi atas vonis hakim terhadap pelaku politik uang tersebut. "Walau secara pribadi saya turut prihatin kepada terdakwa yang merupakan masyarakat biasa, tapi kita harus menegakkan aturan ini demi untuk menciptakan pilkada yang berintegritas," ujar Rusidi. (clc)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved