Pasca Habisi Nyawa Yusri, Harimau Bonita Menyingkir dari Pemukiman
Rabu, 14/03/2018 - 09:37:53 WIB

Pekanbaru - Pascapenyerangan terhadap Yusri di Pelangiran, Indragiri Hilir (Inhil) Riau, harimau itu menyingkir dari kawasan penduduk. Yusri tewas karena diserang harimau yang diberi nama Bonita itu.

"Dari tim yang di lokasi, jejek Bonita sudah tidak ditemukan lagi di sekitaran pemukiman setelah menyerang Yusri," kata Kepala Bidang Wilayah I Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Mulyo Hutomo dalam perbincangan dengan wartawan, Rabu (14/3/2018).

Hutomo menjelaskan, timnya bersama Polri dan masyarakat di desa setempat bersama-sama untuk menemukan Bonita. Diperkirakan, Bonita kembali memasuki kawasan perkebunan sawit atau kawasan hutan yang ada di desa itu. Bonita tetap berjalan di wilayah jelajahnya.

"Bonita sejak konflik memang belum pernah dijumpai di lapangan. Namun tim tetap mengikuti jalan-jalan yang selama ini dia lalui," kata Hutomo.

Sebagaimana diketahui, Yusri buruh bangunan ini asal Kab Pelalawan tewas diserang Bonita pada Sabtu (10/3/2018) lalu. Korban buruh bangunan ini bekerja untuk membangun gedung sarang walet.

Dari kematian tersebut, seratusan massa dari warga Desa Pulau Muda, Kab Pelalawan menggelar aksi demo di Posko BBKSDA Riau yang ada di Desa Tanjung Simpang Kec Pelangiran. Warga kabupaten tetangga itu menuntut agar harimau itu segera diketemukan dengan batas waktu 7 hari, terhitung sejak 12/3/2018. Bila batas waktu sampai 19 Maret harimau itu tidak bisa dievakuasi, warga desa setempat akan memburu untuk membunuh harimau sumatera yang sudah langka itu.

Sebelumnya pada 3 Januari 2018, Bonita lebih awal menyerang korbannya Jumiati karyawan perkebunan sawit. Lokasi kematian Jumiati di areal kebun sawit perusahaan Malaysia yang diyakini areal itu dulunya adalah bagian dari rumah harimau. (dtc)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved