Strategi KPK Lawan Praperadilan Setya Novanto Jilid II
Sabtu, 02/12/2017 - 12:51:06 WIB
Agus Rahardjo, Ketua KPK
Agus Rahardjo, Ketua KPK

JAKARTA-Sidang praperadilan jilid II Ketua DPR Setya Novanto telah dibuka di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017). Namun, sidang ditunda pekan depan karena pihak dari KPK tidak hadir dan mengirimkan surat meminta penundaan selama tiga pekan.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, mengatakan penguduran waktu sidang karena pihaknya perlu menghadapi beberapa hal untuk menghadapi sidang tersebut.

"Kita sedang mempersiapkan, hari ini kan sidang pertama, di dalam sidang pertama ini kita mengajukan minta waktu untuk mundur. Kalau engga salah yang diajukan 3 minggu," kata Agus, seperti dilansir merdeka.

Agus juga berharap bahwa proses pemberkasan kasus Novanto untuk kasus e-KTP bisa cepat diselesaikan. Dia optimis berkas Novanto lengkap (P21) sebelum sidang praperadilan kembali dilaksanakan.

"Nah, mudah-mudahan kita juga yang pelimpahannya juga berjalan terus karena sebelum proses pelimpahan dilakukan kan kita harus memeriksa seluruh saksi yang meringankan," ujarnya."Insya Allah (optimis P21)," ungkapnya.

Kuasa Hukum Setya Novanto Ketut Mulya Arsana tak mengetahui alasan yang jelas terkait ketidakhadiran pihak KPK. Namun, dia menganggap, pihak KPK tak hadir disebabkan untuk melengkapi sejumlah alat bukti.

"Kami hadir lengkap namun termohon KPK tidak hadir. Alasannya juga tidak menyampaikan secara spesifik. Namun, di situ untuk menyiapkan segala sesuatu, baik dengan alat bukti atau mungkin hal lain," kata Ketut.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang memastikan pemberkasan Setya Novanto, mendekati rampung. Dia juga mengisyaratkan sidang praperadilan yang diajukan Setya Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak akan berlanjut.

"Yang penting sudah di luar limit yang harus kita selesaikan lah sehingga bisa masuk di dalam waktu bahwa prapernya tidak bisa dilanjutkan karena memang kita sudah melimpahkan berkas," katanya usai mengikuti festival Anak Jujur 2 di gedung KPK Merah Putih.

Lebih lanjut Saut mengatakan, pemberkasan Setya Novanto lebih cepat menyusul keterangan terdakwa kasus yang sama, Andi Agustinus alias Andi Narogong saat di persidangan, Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (30/11). Tidak hanya itu, Saut juga mengatakan keterangan Andi kemarin membuktikan keyakinan KPK dalam menetapkan ketua DPR sebagai tersangka merupakan langkah yang benar.

"Bukan hanya mempercepat tetapi paling tidak kita lebih firm bahwa selama ini yang kita lihat sudah betul. Ini kan hanya dikonfirmasi saja dicross check saja bahwa yang kita dengar selama ini ternyata betul dan ternyata itu dibenarkan oleh yang bersangkutan (Andi Narogong)," ujarnya.(kt5)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved