Alarm Berbunyi Dikira Ada Mobil Lewat, Ternyata Laptop Wiwik Digasak Pencuri
Senin, 11/01/2016 - 10:11:09 WIB
<br>

PEKANBARU - Mengira hanya ada kendaraan yang lewat, Wiwik (49) warga Jalan H Imam Munandar (Harapan Raya), Kecamatan Tenayan Raya justru harus kehilangan satu unit laptop miliknya yang ditaruh didalam mobil setelah kaca mobilnya dipecah pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) pada hari Sabtu (9/1) malam.

Saat itu, korban yang berprofesi sebagai seorang guru les privat tersebut pergi berkunjung kerumah rekannya yang berada di Perumahan Paus Permai, Jalan Paus, Kecamatan Marpoyan Damai, sekitar pukul 20.00 WIB dengan mengendarai mobil Nisan March bernomor polisi BM 1752 NG warna hitam miliknya.

Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban memarkirkan mobilnya tepat didepan rumah rekannya itu dan kemudian korban masuk kedalam rumah temannya, meninggalkan laptop miliknya didalam mobil, ditaruh diatas jok samping supir.

"Waktu saya didalam rumah teman itu, saya dengar alarm mobil saya bunyi. Tapi karena memang alarmnya sesintif, saya kira cuma ada kendaraan lewat," kata Wiwik saat ditemui di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru, pada hari Minggu (10/1) sore.

Tidak beberapa lama berselang, sejumlah warga sekitar TKP datang menghampiri korban dan mengatakan jika kaca mobil depan sebelah kanan sudah pecah. Tak percaya, korban bergegas keluar dan melihat mobilnya, alangkah terkejutnya korban bahwa alarm mobilnya berbunyi karena kaca mobilnya dipecah.

"Tiba-tiba datang warga disana bilang kaca mobil saya pecah, dilihat ternyata laptop yang tadinya saya taruh dijok sebelah supir sudah hilang. Saya kira alarm-nya bunyi karena ada kendaraan lewat," ungkapnya.

Berharap pelaku yang mencuri satu unit laptop miliknya seharga Rp6 juta, korban pun melaporkan kejadian yang menimpanya itu pada hari Minggu (10/1) siang ke Polresta Pekanbaru, petugas segera melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejuMlah bukti serta sidik jari pelaku.

"Laptopnya hilang, saya tak masalah yang perlu itu data didalam laptopnya, semua bahan mengajar ada dalam laptop yang hilang itu. Ambil saja laptopnya, tapi data balikin," ucap korban, berharap pelaku bersedia mengembalikan data-data penting yang ada didalam laptopnya.

Terkait dengan kembali terjadinya kasus pencurian modus pecah kaca tersebut, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto SH SIK, Senin (11/1), membenarkan adanya peristiwa itu dan pihaknya sudah menerima laporan korban, saat ini kasusnya sudah dalam proses penyelidikan.

"Ya, kemarin laporannya baru kita terima dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan. Pengakuan korban yang hilang satu unit laptop senilai Rp6 juta yang berisi data-data penting didalamnya, dugaan sementara pelaku lebih dari satu orang menggunakan sepeda motor," tutur Bimo




comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved