Mahasiswa Berprestasi Harus Peduli Masyarakat
Jumat, 18/05/2018 - 16:00:50 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA-Mahasiswa berprestasi tak hanya sukses memenuhi tanggung jawab akademis tapi juga peduli dan kritis terhadap persoalan di masyarakat dan negara. Mahasiswa berprestasi juga harus menghasilkan kerja nyata yang berdampak positif bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) Ahmad Fathul Bari di sela acara talks show & penyerahan penghargaan UI Excellent Awards kepada 10 mahasiswa UI berprestasi. "Perlu adanya redefinisi dari apa yang disebut Mahasiswa Berprestasi," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/5).

Ia menegaskan mahasiswa berprestasi bukan hanya unggul dalam kuliah, tetapi alergi terhadap organisasi intra dan ekstra kampus. "Kuliah hanya mengejar nilai tinggi dan cepat selesai tapi tidak peduli terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat dan negara,” kata Ahmad Fathul.

Pengurus Iluni UI bekerja sama dengan BEM UI menyelenggarakan pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat universitas. Kriteria yang dipilih sebagai mahasiswa berprestasi dalam pengertian lebih komprehensif yakni mahasiswa yang kritis, cerdas, juga kreatif serta inovatif. Ini dibuktikan pula dengan nilai akademik di atas rata-rata serta karya nyata yang telah dihasilkan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ahmad Fathul mengatakan Iluni UI ingin menghadirkan bentuk penghargaan yang berbeda terhadap para kaum muda, khususnya mahasiswa UI. "Bukan hanya memiliki prestasi akademik serta catatan track record sebagai aktivis, tetapi juga memiliki karya yang berdampak terhadap perubahan sosial masyarakat dan bangsa ini," ujar mantan ketua BEM UI 2006/2007 ini menegaskan.

Pendapat Ahmad Fathul dibenarkan Ketua Umum Iluni UI Arief Budhy Hardono. Menurut Arief, UI Excellent Award adalah salah satu bentuk kegiatan Iluni UI yang juga berorientasi bakti pada almamater. Iluni UI menyadari daya saing para alumni setelah lulus bukan saja ditentukan oleh prestasi akademis. Tapi juga prestasi lain yang berhubungan dengan kepedulian terhadap dinamika dan persoalan yang ada di Kampus maupun masyarakat.

“Ini adalah salah satu bentuk apresiasi kami kepada mahasiswa yang bukan hanya bisa berprestasi secara akademis, tapi juga bisa memberikan kontribusi konkret sebagai bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi,” ujar Arief.

Ketua Almamater Centre Iluni UI yang juga ketua pelaksana dari UI Excellent Award 2018, Gari Primananda mengatakan, salah satu dari sepuluh mahasiswa penerima UI Excellent Award adalah M Luthfi Shidqi. Mahasiswa Fakultas Teknik UI angkatan 2014 itu membuat perusahaan Pet Jersey.

Luthfi melakukan terobosan dengan membuat jersey (kaos olahraga) dengan bahan berbasis plastik daur ulang. Ia mengedepankan terobosan dan inovasi yang merupakan kombinasi antara kepedulian pada lingkungan melalui pemanfaatan limbah plastik. "Kaus olahraga ini juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengharapkan produk murah dan berkualitas," ujar Gari.

Penerima penghargaan lainnya seorang mahasiswi, Ainna Fisabilla, mahasiswi Fakultas Ilmu Keperawatan UI angkatan 2015. Ia menggagas NGO Emcekaqu. Emcekaqu adalah sebuah karya atas kepedulian terhadap rendahnya kesadaran terhadap sanitasi masyarakat desa.

Melalui kegiatan ini Ainna melakukan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan aktif di Pandeglang, Banten. Ia melakukan berbagai kegiatan sederhana yang dapat ditujukan bagi anak-anak dan pelajar. Kegiatan ini untuk mengubah pola hidup melalui kegiatan MCK yang sehat, serta penguatan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Tak kalah menariknya adalah pemanfaatan kelinci sebagai alternatif sumber protein melalui usaha Kebab Kelinci oleh Abdurrahman WS, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI 2015," ujar Gari memaparkan para penerima award.(kt5)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved