Dewan Sebut Kinerja Menristekdikti Memprihatinkan
Selasa, 05/01/2016 - 07:16:06 WIB
M Nasir, Menristek Dikti RI<br>
M Nasir, Menristek Dikti RI

JAKARTA-Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Kharis Almasyhari memberikan catatan khusus terkait Kinerja Akhir Tahun 2015 Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Menurut Abdul Kharis, kementerian yang dipimpin oleh Mohamad Nasir kinerjanya memprihatinkan.

Ia mencontohkan serapan anggaran Kemenristekdikti hingga 30 November 2015 baru mencapai 61,95 persen, jauh dari target sekitar 85,52 persen dan target Presiden Jokowi sebesar di atas 90 persen.

"Penyerapan anggaran secara maksimal untuk tahun anggaran 2015 dirasa masih terlalu jauh dari harapan rakyat, ini menunjukkan kinerja kemenristekdikti yang perlu diperbaiki untuk masa depan pendidikan tinggi di Indonesia," ujar dia, seperti dilansir republika, kemarin.

Selain itu, Ketua Panja Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) ini juga menyesalkan tingginya biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang sangat memberatkan orang tua juga mahasiswa.

"Dengan BOPTN harusnya beban biaya kuliah menjadi lebih ringan bukan malah memberatkan mahasiswa dan orang tua, banyak sekali keluhan masyarakat terkait mahalnya biaya pendidikan tinggi," kata anggota dewan dari PKS ini.

Berbagai catatan dari DPR di akhir tahun 2015, ia mengatakan harus menjadi perhatian khusus sehingga Menristekdikti dapat menjadi lebih baik dalam mengawali kerja untuk Rakyat tahun 2016.

Sebelumnya, Menristekdikti dalam rapat kerja bersama DPR mengatakan capaian realisasi APBN 2015 per 30 Nov 2015, sebesar 61,95 persen, atau sebesar Rp27,3 triliun dari total pagu anggaran 2015 sebesar Rp44 triliun. Capaian itu meliputi program Belanja sebesar 89,92 persen, 57,37 persen untuk Barang, Modal sebanyak 29,96 persen, dan Bansos sebesar 97,82 persen.(kt5)




comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved