Joko Widodo Tambah Empat Staf Khusus Presiden
Rabu, 16/05/2018 - 12:59:36 WIB
Joko Widodo, Presiden Ri
Joko Widodo, Presiden Ri

JAKARTA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menambah empat staf khusus Presiden untuk membantunya menangani berbagai bidang. Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, keempat staf khusus Presiden tersebut ditunjuk berdasarkan Keppres yang sudah ditandatangani dan sudah mulai berlaku.

"Nggak perlu dilantik. Sudah mulai kerja, kemarin koordinasi dengan Mensesneg dan saya. Administrasi manajerial di bawah Seskab," ujar Pramono di Komplek Istana Presiden, Jakarta, Sseperti dilansir republika, Selasa (15/5/2018).

Keempat stafsus Presiden tersebut yakni stafsus untuk acara keagamaan domestik di pondok pesantren Abdul Ghofar Rozin, stafsus bidang keagamaan internasional Siti Ruhaini Dzuhayatin, stafsus Presiden bidang komunikasi kementerian dan lembaga Adita Irawati, serta stafsus bidang ekonomi Ahmad Erani.

"Jadi, yang diangkat orang-orang berlatar belakang profesional. Stafsus profesional," tambahnya.

Ia mengatakan, penambahan staf khusus Presiden ini dilakukan dengan mempertimbangkan banyaknya persoalan yang harus diselesaikan oleh Presiden. Adita  Irawati yang ditunjuk sebagai stafsus untuk membenahi komunikasi di kementerian dan lembaga merupakan mantan VP Corporate Communication Telkomsel.

"Adita harus menyampaikan kepada publik tergantung perintah Presiden. Secara prinsip, Adita diminta untuk melakukan pembenahan komunikasi, terutama di K/L," ujar Pramono.

Sementara stafsus bidang keagamaan internasional, Siti Ruhaini Dzuhayatin merupakan Komisioner HAM Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan stafsus khusus acara keagamaan domestik yakni Abdul Ghofar Rozin merupakan putra Kiai Sahal, Rais Aam Pengurus Besar NU.

Dan terakhir staf khusus bidang ekonomi yakni Prof Ahmad Erani. Ia merupakan mantan Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan Kemendes.

"Profesor ekonomi dengan latar belakang cukup baik. Beliau memahami masalah dana desa sehingga diperlukan, selain berkaitan ekonomi, adalah bagaimana dana desa meningkat, sekarang Rp 60 triliun, itu ada pakar di bidang itu," ujar Pramono.(kt5)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved