Masya Allah! Teganya Abu Tours Menipu Tiga Nenek Ini
Minggu, 08/04/2018 - 11:16:19 WIB

Jakarta - Tiga nenek calon jemaah umrah Abu Tours di Desa Mattirotasi, Kecamatan Maros Baru, Maros, Sulawesi Selatan, hanya bisa pasrah saat uang yang telah mereka kumpulkan bertahun-tahun, kini tidak jelas rimbanya. Impian mereka menjadi tamu Allah seolah pupus seiring pengusutan tipu daya Hamzah Mamba yang kini dibui.

Ketiganya masing-masing, Daeng Jida (60) Daeng Sana (74), dan Daeng Sangning (63). Mereka yang saling bertetangga ini sepakat mendaftar umrah di awal tahun 2017 melalui Abu Tours yang menawarkan biaya umrah hanya Rp 15 juta per orang. Mereka dijanjikan berangkat Februari 2018 namun hingga kini tidak diberangkatkan.

Daeng Jida mengumpulkan biaya umrah dari hasil membantu warga yang melahirkan secara tradisional. Dia kadang mendapatkan upah Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Uang itulah yang ditabung sedikit demi sedikit untuk biaya umrah. Saat lebaran, ia pun kerap menerima beras zakat fitrah yang ia jual, lalu dikumpulkan untuk tambahan.

Dia yang sudah lama ditinggal mati suaminya, sangat ingin melihat Kakbah di usianya yang sudah senja. Mereka sebenarnya ingin ke tanah suci menunaikan ibadah haji, namun karena umur dan bea yang mahal, mereka hanya bisa melaksanakan umrah.

"Kami sangat ingin menunaikan haji. Tapi daftar tunggunya terlalu lama, sementara umur kami sudah tua. Biaya haji juga sangat mahal. Satu-satunya yah umrah saja. Tapi kalau kenyataannya begini, yah berarti kita belum dikasih sama Allah," kata Daeng Jida, Minggu (8/4/2018).

Beda halnya dengan Daeng Jida, Daeng Sangning yang juga telah menjanda selama 10 tahun, mendapatkan uang dari hasil gadai sepetak empang warisan suaminya. Itupun, masih ditambahkan oleh anak-anaknya yang sudah berkeluarga. Baginya, bertawaf di Kakbah sudah menjadi mimpi sejak masih kanak-kanak.

Dirinya sangat bahagia, saat ada penawaran umrah murah oleh Abu Tours. Ia tak curiga sedikitpun kepada travel milik Hamzah Mamba itu. Selain sudah dikenal bagus, telah banyak warga di kampungnya yang sukses berangkat dengan ongkos murah.

"Tidak pernah ada curiga karena Abu Tours ini sudah terkenal. Banyak orang di sini yang sudah umrah pakai Abu Tours dan katanya bagus pelayanannya. Saya dapat uang dari hasil gadai empang dan ditambah dari anak-anak saya," sebutnya.

Lain lagi bagi Daeng Sana, uang umrah diperolehnya dari sisa penjualan sawah anaknya, yang memang beniat memberangkatkan orang tuanya itu ke Mekah. Hanya saja, saat maklumat penambahan uang dari Abu Tours, ia tidak mampu berbuat apa-apa. Dia hanya meminta uangnya dikembalikan, tapi urung dilakukan Abu Tours.

"Waktunya ada maklumat menambah uang kalau mau berangkat, saya sudah merasa tidak mampu lagi. Saya minta uang kembali, tapi juga sampai sekarang tidak ada kepastian. Saya mau simpan itu uang, kalau ada tambahan saya daftar lagi," ujarnya.

Ketiga janda tua yang telah menjadi korban tipu muslihat Abu Tours ini, bahkan telah membeli pakaian persiapan umrah. Baju khas jemaah umrah berlabel Abu Tours juga sudah mereka dapatkan saat mereka dijanjikan berangkat pada Februari lalu. Mereka berharap, uang jerih payah itu bisa kembali utuh.

Namun, ditengah pupusnya harapan untuk menjadi tamu Allah melalui Abu Tours itu, mereka mengaku tidak merasa kecewa sedikitpun. Sebab, bertemu Kakbah merupakan takdir setiap hamba Allah yang memang sudah ditentukan. Mereka hanya bisa berserah diri atas takdir yang telah mereka jalani.

"Kenapa harus kecewa. Kami percaya, Allah tidak akan mencabut nyawa kami sebelum kami melihat Kakbah secara langsung. Tapi jika tidak, berarti Allah belum ditakdirkan kami menjadi tamu-Nya. Jelasnya, kami sudah berusaha untuk ke sana," ucap Daeng Sana. (dtc)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved