Importir Diminta Tarik Ikan Kaleng Bercacing dari Pasaran
Jumat, 23/03/2018 - 08:20:02 WIB

JAKARTA - Heboh adanya temuan cacing di produk ikan kaleng impor, Farmerjack, IO dan Hoki di Riau membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengeluarkan surat penjelasan khusus.

BPOM memerintahkan kepada importir untuk menarik tiga produk ikan kaleng impor yang ditemukan cacing di dalamnya tersebut dari peredaran dan melakukan pemusnahan.

Desakan itu disampaikan dalam surat penjelasan bertajuk "Penjelasan BPOM RI tentang Temuan Cacing pada Produk Ikan Kaleng', pada Kamis (22/3/2018), yang juga dimuat dalam situs resmi BPOM.

Selain poin memerintahkan untuk menarik produk dari peredaran, BPOM mengungkapkan mereka telah berkoordinasi dengan dinas terkait di Provinsi Riau untuk melakukan penelusuran dan pemeriksaan guna memastikan adanya dugaan cacing dalam ikan makarel dalam kaleng.

Hasil pemeriksaan dan pengujian BPOM RI menemukan adanya cacing dengan kondisi mati pada produk ikan makarel dalam saus tomat dalam kaleng ukuran 425 gr, yaitu merek Farmerjack, nomor izin edar (NIE) BPOM RI ML 543929007175, nomor bets 3502/01106 35 1 356.

Selain itu, juga pada produk merek IO, NIE BPOM RI ML 543929070004, nomor bets 370/12 Oktober 2020; dan Merek HOKI, NIE BPOM RI ML 543909501660, nomor Bets 3502/01103/-.

Lebih jauh, BPOM menegaskan produk yang mengandung cacing tidak layak dikonsumsi dan pada konsumen tertentu dapat menyebabkan reaksi alergi (hipersensitifitas) pada orang yang sensitif.

Terkait adanya kasus ini, BPOM RI mengungkapkan akan terus memantau pelaksanaan penarikan dan pemusnahan serta meningkatkan sampling dan pengujian terhadap peredaran bets lainnya dan semua produk ikan dalam kaleng lainnya baik produk dalam maupun luar negeri.

BPOM juga mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dan hati-hati dalam membeli produk pangan.

Caranya dengan selalu ingat untuk mengecek "KLIK" (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan. Selain itu, memastikan kemasannya dalam kondisi utuh, baca informasi pada label, pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa. (*)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved