Kembali Disidang, Najib Razak Dijerat 3 Dakwaan Pencucian Uang
Rabu, 08/08/2018 - 15:16:39 WIB

Kuala
Lumpur
- Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak kembali
menjalani persidangan pada Rabu (8/8) ini. Ada tiga dakwaan tambahan
yang dijeratkan kepada Najib dan semuanya berkaitan dengan tindak pidana
pencucian uang.

Seperti dilansir The Star dan Malay Mail, Rabu
(8/8/2018), persidangan Najib digelar di Kompleks Pengadilan Kuala
Lumpur, Malaysia, pada Rabu (8/8) pagi waktu setempat. Jaksa setempat
membacakan tiga dakwaan tambahan yang dijeratkan kepada Najib.

Dalam
sidang perdana 4 Juli lalu, Najib dijerat tiga dakwaan pelanggaran
kepercayaan dan satu dakwaan penyalahgunaan wewenang terkait dana 42
juta Ringgit milik SRC International, bekas unit perusahaan 1Malaysia
Development Berhad (1MDB). Najib telah menyangkal seluruh dakwaan itu.

Pada
Rabu (8/8) ini, Najib dijerat tiga dakwaan pencucian uang terkait dana
total 42 juta Ringgit (Rp 148 miliar) yang didapat dari
aktivitas-aktivitas ilegal melalui Real Time Electronic Transfer Funds
and Securities (Rentas). Aliran dana itu masuk ke dalam rekening Najib
dalam tiga kali transaksi.

Dalam dakwaan pertama, Najib didakwa
melakukan pencucian uang sebesar 27 juta Ringgit (Rp 95,2 miliar).
Dakwaan kedua terkait pencucian uang sebesar 5 juta Ringgit (Rp 17,6
miliar) dan dakwaan ketiga terkait pencucian uang sebesar 10 juta
Ringgit (Rp 35,2 miliar).

Dakwaan pertama dan kedua disebut
dilakukan di AmIslamic Bank Berhad pada 26 Desember 2014, sedangkan
dakwaan ketiga dilakukan pada 19 Februari 2015.

Setelah dakwaan
selesai dibacakan dalam bahasa Melayu, Najib menyatakan 'paham'. Tak ada
keterangan yang disampaikan Najib untuk menanggapi dakwaan tambahan.
Usai pembacaan dakwaan, hakim Azura Alwi mengizinkan jaksa meneruskan
kasus ini ke Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur.

Tiga dakwaan
pencucian uang itu melanggar pasal 4 ayat 1 Undang-undang (UU)
Antipencucian Uang, Antipendanaan Terorisme dan Hasil dari Aktivitas
Melanggar Hukum Tahun 2002 (AMLATFPUAA).

Atas dakwaan itu, Najib
terancam hukuman maksimum 15 tahun penjara dan hukuman denda maksimum 5
juta Ringgit (Rp 17,6 miliar) atau tidak kurang dari lima kali lipat
jumlah total dana yang terlibat pencucian uang.

Untuk empat
dakwaan yang sebelumnya dijeratkan ke Najib pada Juli lalu, dia terancam
hukuman maksimum 20 tahun penjara untuk setiap dakwaan.(dtc)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved