58 Warga Palestina Ditembak Mati Israel, Turki Berkabung 3 Hari
Selasa, 15/05/2018 - 10:00:02 WIB

Ankara - Korban tewas dalam bentrokan maut di perbatasan Gaza dan Israel kembali bertambah menjadi 58 warga Palestina. Pemerintah Turki menetapkan tiga hari masa berkabung sebagai solidaritas untuk para korban tewas yang disebut mati martir.

Bentrokan maut terjadi antara demonstran Palestina dengan tentara Israel di sepanjang perbatasan Gaza. Bentrokan terjadi saat unjuk rasa untuk memprotes pembukaan Kedubes AS di Yerusalem.

Hari Senin (14/5) waktu setempat tercatat sebagai hari paling berdarah bagi warga Palestina. Kementerian Kesehatan Palestina menyebut sudah 58 demonstran tewas dan sekitar 2.700 orang lainnya luka-luka terkena peluru sungguhan maupun gas air mata.

Seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Selasa (15/5/2018), penetapan tiga hari masa berkabung ini disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Turki, Bekir Bozdag, dalam pernyataan pada Senin (14/5) malam waktu setempat, usai menghadiri rapat Dewan Menteri di Ankara.

Dalam pernyataannya, Bozdag menuding Amerika Serikat (AS) telah 'melanggar' resolusi Dewan Keamanan PBB dengan membuka Kedubes baru di Yerusalem pada Senin (14/5) waktu setempat.

"Hari ini akan tercatat dalam sejarah sebagai Senin Berdarah bagi umat muslim dan negara-negara Islam," sebut Bozdag dalam pernyataan pada Senin (14/5) waktu setempat.

Bozdag menyatakan otoritas Turki telah meminta digelarnya rapat darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada Jumat (18/5) mendatang. Disebutkan Bozdag juga bahwa pemerintah Turki telah menarik utusan diplomatik di Tel Aviv dan Washington DC untuk konsultasi.

"Status bersejarah dan spiritual Yerusalem tidak akan pernah berubah. Sama seperti sebelumnya, Yerusalem akan terus menjadi ibu kota Palestina merdeka," imbuhnya.(dtc)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved