Akui Yerusalem Milik Israel, AS tak Bisa Lagi Mediator Damai Israel-Palestina
Kamis, 07/12/2017 - 07:32:27 WIB
Mahmud Abas, Presiden Palestina
Mahmud Abas, Presiden Palestina

YERUSALEM-Analis politik senior Aljazira, Marwan Bishara, menilai, Presiden AS Donald Trump hanya mengulangi pernyataan point-by-point Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Trump adalah seekor burung beo.

"Ia hanya mengulang kata Netanyahu dalam segala hal yang diketahuinya sekarang tentang posisi Israel di Palestina," ujarnya seperti dilansir Aljazirah, Rabu (6/12/2017).

Keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel merupakan bagian dari sejarah dramatis yang terbungkus dalam bahasa damai dan sivilitas.

Tapi, Bishara mengatakan, tindakan tersebut sebenarnya adalah sebuah deklarasi perang melawan rakyat Palestina dan hak-hak mereka. Trump juga bertentangan dengan masyarakat internasional serta komitmennya terhadap hukum internasional dan solusi dua negara.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memberikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Abbas menegaskan, pimpinan Palestina menolak untuk mengakui tindakan kontroversial tersebut.

Abbas menyebut Yerusalem sebagai ibu kota abadi Negara Palestina.  Ia pun menilai, AS tidak bisa lagi menjadi mediator dalam perundingan damai Israel-Palestina. "Ini adalah hadiah untuk Israel," tuturnya dalam sebuah pidato di televisi seperti dilansir Aljazirah, Rabu (6/12/2017).(kt4)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved