Sempat Hilang, Mantan PM Mesir Muncul di Kairo
Senin, 04/12/2017 - 09:04:23 WIB
Ahmad Shafik, Mantan PM Mesir yang beberapa hari lalu dikabarkan menghilang
Ahmad Shafik, Mantan PM Mesir yang beberapa hari lalu dikabarkan menghilang

KAIRO-Bakal calon presiden Mesir,Ahmed Shafik -yang menurut keluarganya sempat hilang- sudah muncul di ibu kota Mesir, Kairo, Minggu (03/12/2017).Pengacaranya, Dina Adly, sudah mengukuhkan bertemu dengan dia di sebuah hotel di Kairo namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

"Dia menyatakan kesehatannya baik dan dia tidak menjadi subyek dari penyelidikan apapun," tulis Adly di Facebook.

Keluarga Shafik sempat mendesak pihak berwenang Mesir memberi tahu keberadaannya karena tidak mendapat kabar apapun setelah diusir pulang dari Uni Emirat Arab, tempatnya mengungsi selama lima tahun belakangan, Sabtu (02/12/2017).

Mantan perdana menteri Mesir itu pekan lalu menyatakan pencalonan diri untuk pemilihan presiden Mesir 2018.

Sementara seorang bakal calon presiden lainnya, Kolonel Ahmed Konsowa -menurut pengacaranya- ditahan. Konsowa menyatakan rencana pencalonan diri sebagai presiden pekan lalu.

Keluarga mengatakan bahwa dia dijemput dari rumah pada hari Sabtu dan dipulangkan dengan pesawat pribadi ke ibu kota Mesir, Kairo. Seorang saksi mata mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa pihak berwenang membawanya dalam sebuah konvoi dari bandara.

"Kami tidak tahu apapun tentangnya sejak meninggalkan rumah kemarin," kata Maya, putri Shafik, kepada Reuters. "Jika dia dideportasi, mestinya dia sudah di rumah saat ini, tidak menghilang."

Beberapa hari setelah menyatakan pencalonan untuk pemilihan presiden Mesir, Ahmad Shafik dipulangkan dari Uni Emirat Arab. Pengacaranya sudah meminta agar pihak berwenang Mesir memberi izin baginya untuk bertemu langsung Shafik.

Pihak berwenang UEA mengukuhkan Shafik sudah meninggalkan negara itu namun tidak memberi rincian lebih lanjut sementara Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan tidak bertanggung jawab atas kasus tersebut.

 
Namun pengkritiknya mengatakan dia memenjarakan ratusan pembangkang politik dan mengikis kebebasan yang diraih lewat unjuk rasa massal tahun 2011 yang berhasil menjatuhkan Presiden Hosni Mubarak.


Di bawah al-Sisi, Mesir mengikuti kebijakan Arab Saudi dan UEA -serta beberapa negara Teluk lain- untuk memutus hubungan dengan Qatar yang dianggap mendukung aksi teroris walau tuduhan itu dibantah keras.

Adapun Shafik -yang pernah menjabat Kepala Staf Angkatan Udara Mesir- kalah tipis dalam pemilihan presiden tahun 2012, yang dimenangkan Mohamed Morsi, yang setahun kemudian dikudeta militer.(KT5)




comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved