Dirut BRK: Profesional IT di Perbankan Harus Dilengkapi Sertifikasi
Selasa, 20/10/2015 - 23:25:08 WIB
<br>

Yogjakarta - Para profesional IT di perbankan harus memiliki sertifikasi terkait dengan Sistem Ketahanan dan Keamanan IT di Perbankan.

Hal tersebut dikatakan Irvandi Gustari, Dirut BRK pada Seminar Nasional di Yogyakarta pada 19 Oktober 2015  lalu.
Seminar nasional Ketahanan dan Keamanan Informasi di era Cyber di Universitas Pembangunan Nasional 'Veteran' Yogjakarta, Senin (19/10) lalu.

Hadir sebagai keynotes speaker Jendral (Purn) Luhut Pandjaitan (Menkopolhukam) yang diwakili oleh Deputi VII Kemenko Polhukam RI Marsekal Muda  TNI Agus R Barnas, Dirut Bank Riau Kepri, DR Irvandi Gustari, Assisten 2 Deputi VII Kemenko Polhukam, Marsekal Pertama IR Prakoso, Vice President IT Strategy & Governance PT Telkom Indonesia Tbk, Alip Priyono, Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia Dr Edmon Makarim SH Kom, LL.M, Pakar Cyber ITB Ir. Tri Aji Nugroho dan Dekan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UPN 'Veteran' Yogyakarta.

Ketergantungan masyarakat modern pada sistem komputer jaringan telah menciptakan kerentanan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tanpa pernah di duga sebelumnya, setiap bangsa, lembaga, perusahaan dan bahkan individu berpotensi memperoleh ancaman cyberwar, cyber spionage, cyber tetorism dan cyber crime. Selain itu pengamanan informasi juga menjadi prioritas strategis dalam upaya mencegah kebocoran informasi data strategis.

Acara seminar nasional yang belangsung dengan penuh antusiasme dari hadirin yang hadir dan dibuka langsung oleh Dekan Fisip UPN 'veteran' Yogyakarta, Dr Lukmono Hadi MS mewakili Rektor UPN 'Vetetan' Yogyakarta.

Pemerintah Indonesia saat ini menyadari betapa kompleksnya permasalahan di dunia cyber ini. Untuk itu Pemerintah Indonesia melalui Menko Polhukam berencana membentuk Desk Ketahanan dan Keamanan Informasi Cyber Nasional (DK2ICN)  untuk mengatasi permasalahan di dunia  cyber ini.

Pada kesempatan ini, Direktur Utama Bank Riau Kepri juga menjadi narasumber dalam seminar ini dalam pemaparannya mengatakan IT merupakan salah satu faktor pendukung dalam dunia perbankan. "Di perbankan dari hal-hal yang kecil sudah menggunakan teknologi IT seperti absensi, aplikasi nasabah, pengarsipan bahkan sampaj ke sistem operasional banknya" ungkapnya.

Selanjutnya orang nomor satu di bank riau kepri ini juga menyampaikan tidak ada satupun data yang valid tentang kerugian perbankan karena ulah cyber crime ini bahkan baru beberapa bank papan atas saja yang peduli tentang IT security. Kemudian beliau menambahkan, saat ini belum ada sertifikasi profesi yang dikeluarkan regulator untuk para profesional IT di perbankan.(kt11)





comments powered by Disqus

 
 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved