Aburizal Bakrie Tegaskan Munaslub Golkar Usai Praperadilan
Sabtu, 02/12/2017 - 12:13:51 WIB
Aburizal Bakrie
Aburizal Bakrie

JAKARTA-Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie menegaskan pelaksanaan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) untuk mencari pengganti ketua umum (ketum) akan dilaksanakan setelah putusan sidang praperadilan Setya Novanto (Setnov). Ketum Golkar itu kini ditahan KPK sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP. Setnov kini mengajukan gugatan praperadilan ke PN Jaksel atas penetapan tersangka.

"Tetap (tunggu praperadian) karena itu adalah keputusan tertinggi dari partai," ujarnya usai menghadiri Workshop Nasional Legislatif Partai Golkar di Hotel Merlyn Park, Jakarta Pusat, Jumat (1/12/2017) petang.

Icap sapaan akrabnya, menegaskan bahwa Golkar memegang teguh AD/ART. Rapat pleno yang digelar 21 November sudah memutuskan bahwa Munaslub hanya bisa digelar setelah putusan Praperadilan Novanto. Selama belum ada rapat pleno lanjutan yang menghasilkan rekomendasi baru, maka yang tetap dipegang adalah keputusan rapat pleno sebelumnya.

"Rapat pleno itu sah secara organisatoris. Keputusan hanya bisa dianulir dengan rapat pleno yang baru atau dianulir melalui rapimnas ataupun munas. Karena itulah kita sabar menunggu seperti yang disampaikan dalam rapat pleno DPP dan didukung dewan pimpinan," jelasnya.

Kendati ada desakan dari DPD agar segera digelar Munaslub untuk menetapkan Ketum baru, Ical menegaskan, hal itu belum bisa dilaksanakan. Sebab, keputusan dalam rapat pleno sebelumnya, belum dianulir.

"Harus DPP sidang pleno kedua, rapimnas atau munas. Kalau daerah tingkat I tulis surat kepada DPP maka rapimnas dulu, rapimnas putuskan munaslub atau tidak. Karena rapimnas berisi DPD tingkat satu," jelasnya.

Jika DPD mendesak Munaslub maka harus ada surat resmi yang diterima DPP. Jika tak ada surat maka tak bisa digelar rapat pleno untuk memutuskan munaslub atau tidak. "Kalau enggak ada suratnya enggak bisa kemudian pleno diputuskan," ujarnya.

Terkait calon ketum yang potensial, Aburizal enggan mengomentari. Menurutnya beberapa nama yang muncul belakangan seperti Titi Soeharto, Aziz Syamsuddin, Idrus Marham dan Airlangga Hartarto memiliki potensi dan keunggulan masing-masing.

"Jadi kalau Pak Airlangga maju, Pak Aziz maju dan sebagainya silakan, yang menentukan adalah pemegang suara. Tidak pantas jika saya yang menentukan si A, si B yang terbaik," tutupnya.(kt5)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved