PKS Tetap Konsisten Jadi Oposisi
Senin, 04/01/2016 - 08:30:10 WIB
<br>

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak akan menjilat ludahnya sendiri terkait pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara beberapa waktu lalu.

Menurut Hendri, pertemuan elit PKS dengan orang nomor satu di Indonesia itu hanya sebatas memperkenalkan kepengurusan barunya. Sehingga, dipastikan tidak ada komitmen bagi PKS untuk mendukung pemerintah.

"Menurut saya itu hanya pertemuan memperkenalkan kepengurusan yang baru saja," kata Hendri saat berbincang dengan Okezone, Senin (4/1/2016).

Lebih lanjut Hendri menuturkan, saat ini publik menilai PKS sebagai partai yang paling keukeuh soal kebijakan politiknya di luar pemerintah atau oposisi.

"Saya rasa PKS juga enggak akan menjilat ludahnya sendiri karena sudah keukeuh untuk menjadi oposisi yang loyal dan pengumuman itu yang ditangkap publik," terangnya.

Lanjut Hendri, PKS telah menjadi bulan-bulanan publik lantaran kadernya yang tersangkut kasus korupsi. Oleh karenanya, menjadi oposisi pemerintah dinilai tepat untuk menyelamatkan citra partai.

"Saat ini hanya komitmen yang menyelamatkan PKS dari keterpurukan citra," tukasnya.

Lebih jauh, Jokowi dianggap tidak akan mudah mengajak PKS untuk bergabung ke pemerintah. Pasalnya, mantan Wali Kota Solo itu tidak gampang mengabulkan syarat dari Sohibul Iman dan kawan-kawan.

"Saya yakin Presiden tidak akan semudah itu memberikan yang diminta oleh partai politik. Jokowi juga sudah canggih, cerdas dan mulai percaya diri," tutupnya. (day




comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved