Gara-gara Listrik & PBB, Kubu Agung dan Ical Memanas Lagi
Minggu, 03/01/2016 - 09:24:51 WIB
Golkar dalam satu kampenye (ilustrasi)<br>
Golkar dalam satu kampenye (ilustrasi)

JAKARTA-Sejak Partai Golkar pecah menjadi dua kubu, yaitu kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie (Ical), perselisihan di antara keduanya terus bergulir. Perselisihan itu terjadi juga ke masalah kantor DPP Golkar di Slipi, Jakarta Barat, yang berhasil dikuasai oleh Ketua Umum versi Munas Ancol, Agung Laksono.

Kubu Agung cs menduduki kantor yang beralamat di Jl Anggrek Neli Murni itu selama satu tahun. Persoalan ini pun menjadi mengejutkan setelah terungkap bahwa selama diduduki kubu Agung, kantor tersebut memiliki banyak tunggakan terkait pembayaran listrik dan pajak bumi dan bangunan (PBB).

Hal tersebut membuat kekisruhan di antara kubu Agung dan Ical kembali memanas. Pihak Ical menuding Agung tidak bertanggung jawab atas kewajibannya itu.

Mereka menilai Agung sudah kelewat batas sampai memiliki tunggakan yang sangat besar. Padahal selama setahun ini kubu Agung aktif melakukan kegiatan di kantor tersebut.

"Yang paling memalukan adalah tunggakan PBB yang tidak mereka bayar Rp 1 miliar lebih. Demikian juga gaji karyawan dan satpam, saya dengar juga tidak dibayar," kata Bendahara Umum DPP Partai Golkar Kubu Aburizal Bakrie, Bambang Soesatyo seperti dikutip merdeka, Sabtu (2/1/2015).

Politikus Golkar Yorrys Roweyai menyebut seharusnya biaya operasional Kantor Golkar ditanggung oleh Agung Laksono.

"Iya memang betul belum bayar. Seharusnya Pak Agung yang bayar, Pak Agung yang tanggung jawab karena dia yang kuasain (Kantor Golkar)" kata Yorrys saat dihubungi.

Dengan adanya masalah tunggakan tersebut, nama Golkar kembali tercoreng. Beberapa politikus partai berlambang pohon beringin itu meminta Agung cs segera melunasi semua tagihan listrik dan PBB. "Grupnya Pak Agung ya kudu (harus) bayar atuh," kata politikus Golkar Popong Otje Djundjunan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono, Lawrence Siburian mengaku tidak keberatan jika tagihan tersebut harus dibebankan kepada pihaknya. Asal Ical cs tidak lagi mendatangi kantor tersebut.

"Ya tidak masalah apabila kami yang membayar. Asalkan kubu Ical tidak boleh datang ke sana (Kantor DPP Partai Golkar). Kan kemarin-kemarin kantor digunakan oleh dua pihak," kata Lawrence saat dihubungi, Sabtu (2/1/2015).

Satpam yang berjaga di Kantor DPP Partai Golkar juga membenarkan bahwa Kantor akan gelap gulita ketika malam datang. "Sudah beberapa hari mati," ucapnya.(kt5)




comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved