Memutus Covid-19, Tokoin Indonesia Donasikan Alat Rapid Test KIT
Selasa, 07/04/2020 - 16:55:30 WIB
Gabriella Christy- Finance Director, Prevent Homedik, dr. Daeng M. Faqih -Ketua Umum IDI, dan  Reiner B. Rahardja - CEO Tokoin Group Saat Beri Bantuan Alat Rapid Test KIT Covid-19
Gabriella Christy- Finance Director, Prevent Homedik, dr. Daeng M. Faqih -Ketua Umum IDI, dan Reiner B. Rahardja - CEO Tokoin Group Saat Beri Bantuan Alat Rapid Test KIT Covid-19

katariau.com,Jakarta-Peduli terhadap mewabahnya virus corona covid-19 di Indonesia yang terus meningkat, terhitung hingga Selasa (7/4/2020) sejumlah 2.491 positif terpapar covid-19. Sembuh 192 dan meninggal 209 orang. Tokoin mendonasikan 1000 alat rapid test kit Covid-19 pada Ikatan Dokter Indonesia.

Tokoin Indonesia melalui gerakan Tokoin Care #Tokoin Peduli akan bekerjasama dengan Prevent, perusahaan yang bergerak di bidang alat kesehatan Rapid Test  diagnostik terpercaya di Indonesia, dan mengajak para milenial Indonesia, ikut berpartisipasi dalam gerakan #Milenial Melawan Corona secara nasional,

"Kami generasi milenial, terpanggil untuk turut berpartisipasi atas himbauan bapak Presiden Joko Widodo pada hari Selasa, 24 Maret 2020, bahwa Presiden memprioritaskan pengujian Rapid Test kepada tenaga medis dan ODP. Kami mengajak para milenial Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan #Milenial Melawan Corona secara nasional, dan di fase pertama ini, kami membantu bangsa dengan mendonasikan 1000 Alat Rapid Test kepada para dokter dan tenaga medis melalui organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memerangi kasus virus corona Covid-19 di Indonesia," ucap Reiner Rahardja, CEO Tokoin lewat siaran persnya kemarin.

Selain itu, Urai Reiner Rahardja, garda terdepan melawan virus corona Covid-19 bukanlah tenaga medis. Namun, setiap individu yang merasa sehat, selayaknya mengikuti anjuran pemerintah, diam di rumah.

"Tugas peperangan kita adalah tetap dirumah dan jangan keluyuran atau berkumpul karena kita bisa saja mengidap virus corona Covid-19, namun tubuh kita kuat, sehingga kita disebut sebagai carrier atau pembawa virus lalu menularkan yang lemah di rumah kita. Sedangkan tim medis adalah garda pertahanan terakhir yang mencegah agar tidak lebih banyak nyawa melayang, itulah kenapa kita harus mensupport garda terakhir agar tidak ikut tumbang”, kilah Reiner Rahardja selaku CEO dari Tokoin menegaskan model memutus mata rantai covid-19.

Kekuatiran terhadap covid-19, tidak saja Indonesia, bahkan dunia, terbukti dengan lockdown dilakukan sejumlah negara, dari sektor ekonomi, jelasnya memberikan dampak tidak kondusif bagi perekonomian lokal maupun secara global.

Bagi Reiner Rahardja, CEO dari Tokoin, menegaskan, Tokoin  tetap mengedepankan revolusi industri 4.0 yang tidak terelakkan. KOndisi saat ini, industri yang sangat diuntungkan dari perkembangan blockchain, merupakan salah satu dari revolusi industri 4.0 adalah industri kesehatan dan rumahsakit.

"Karena itulah, Tokoin tidak tinggal diam saat industri kesehatan sedang dilanda musibah besar," tukasnya.

Urainya lebih lanjut, ke depan, donasi yang masuk akan dikontribusikan membantu mencukupi kebutuhan alat alat medis lainnya. Mengingat, alat-alat kebutuhan medis juga mengalami kelangkaan dan kebutuhan akan alat-alat tersebut meningkat secara signifikan. Momen hari ini, juga menjadi kick-off dari gerakan donasi masal yang kami lakukan secara besar melalui sistem blockchain, sehingga fase donasi berikutnya akan lebih banyak individu maupun perusahaan yang bisa ikut terlibat dalam mensupport garda medis kita. Dengan begitu. Mari kita bersatu melawan virus corona Covid-19, untuk Indonesia kuat.”, tutup Reiner Rahardja di kantor IDI.




comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved