Indonesia Siap Hadapi Perang Dagang CPO
Minggu, 05/11/2017 - 10:52:02 WIB

NUSA DUA - Pemerintah Indonesia siap menghadapi perang dagang yang dilancarkan negara-negara Eropa. Di antaranya dalam bentuk kampanye negatif terhadap sawit nasional.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita dalam Konferensi Sawit Internasional atau Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) 2017 di Nusa Dua, Bali, Jumat (3/11), mengatakan, selama ini isu-isu negatif terhadap minyak sawit (CPO) semata-mata merupakan persaingan tidak sehat antara minyak nabati.

"Eropa selalu membantah kalau (kampanye negatif pada sawit) dikatakan sebagai 'trade war' (perang dagang). Kita akan proaktif hadapi mereka. Kita akan mulai 'trade war'," kata Mendag dilansir republika.

Menurut Enggartiasto, Indonesia tidak keberatan dengan berbagai ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan Uni Eropa terhadap produk minyak sawit Indonesia yang masuk ke pasar mereka.

Namun demikian, pemerintah Indonesia menilai ketentuan-ketentuan yang diterapkan tersebut bersifat diskriminatif hanya dikenakan terhadap produk sawit, sedangkan minyak nabati lain dari negara-negara Eropa tidak dikenai.

Padahal, lanjutnya, minyak sawit merupakan komoditas perkebunan yang paling sedikit menggunakan lahan serta paling hijau dibandingkan minyak nabati lain, seperti bunga matahari ataupun rape seed yang dibudidayakan di Eropa.

Bahkan, dari sisi kesehatan, menurut Menteri, tuduhan mereka bahwa minyak sawit memiliki dampak negatif selama ini juga tidak terbukti secara ilmiah, berbeda dengan minyak dari produk hewan.

Begitu juga tuduhan penggunaan tenaga kerja anak serta kesejahteraan petani, penyebab kebakaran lahan dan hutan tambahnya, tidak terbukti karena industri sawit sangat taat memenuhi aturan yang ditetapkan.

"Jadi isu yang terus menerus dihembuskan pada industri sawit itu bagian dari perang dagang dan persaingan," ujarnya.

Mendag mengakui, selama ini seluruh pemangku kepentingan industri sawit di Tanah Air, baik pemerintah maupun pelaku usaha lebih menempuh cara-cara bertahan atau defensif menghadapi serangan dagang yang dilancarkan Eropa melalui kampanye negatif pada sawit.

Oleh karena itu, dia meminta seluruh pemangku kepentingan industri sawit di Tanah Air untuk bersatu menghadapi isu-isu negatif yang selalu dilancarkan mereka. "Kita harus offensif jangan defensif menghadapi mereka," ungkapnya.(kt11)




comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved