Satpol PP Dumai Tertibkan PKL Jalan Sultan Hasanuddin
Sabtu, 11/03/2017 - 09:05:15 WIB

DUMAI- Satuan Polisi Pamong Praja (Satop PP) Kota Dumai melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Rimba Sekampung, Kecamatan Dumai Kota, Jumat (10/3/17).

Kabid Transtibum dan Operasional Satpol PP Kota Dumai, Dedi Rinaldi kepada wartawan mengatakan, penertiban itu dilakukan dalam rangka mengurai kemacetan yang terjadi di jalan tersebut setiap pagi.

"Kami mendapat laporan pengguna jalan mengeluhkan kondisi kesemrawutan pedagang yang setiap paginya berjualan di daerah itu. Pedagang sesuka hatinya menjajakan jualannya tanpa melihat kondisi," katanya.

Sedangkan penertiban sendiri sudah dilakukan dengan beberapa tahapan sesuai standar operasional. Kemudian bagi pedagang yang tidak mengindahkan, terpaksa dilakukan penindakan tegas.

"Kadang-kadang yang kita lakukan ini banyak menuai kritikan dan dibilang kurang manusiawi. Padahal semua itu demi kepentingan umum dan keindahan kota ini," jelas Dedi Rinaldi.

Penertiban yang dilakukan juga sudah sesuai dengan Perda Koa Dumai No 12 tahun 2002 pasal 5 tertib jalan jalur hijau taman dan tempat umum. Dimana penertiban dilakukan di Jalan Ombak dan Pasar Srimersing Kota Dumai.

"Lokasi tersebut kerap dijadikan para pedagang untuk menjajakan dagangannya. Masalahnya, badan jalan atau fasilitas umum lainnya itu dijadikan lapak oleh pedagang untuk berjualan," sesalnya.

Sebelum melakukan penindakan atau penertiban para pedagang itu, kata dia, pihaknya sudah memberikan teguran kepada pedagang untuk tidak berjualan dilokasi tersebut, karena mengganggu ketertiban umum.

"Bukan masalah macet saja, tapi dampak lain yang timbul akibat aktivitas mereka yakni sampah yang berserakan dan menyumbat saluran drainase di daerah itu hingga timbul banjir dikala musim hujan tiba," katanya.

Sebelum menyudahi, Dedi Rinaldi kembali menghimbau kepada seluruh pedagang yang ada di area jalan Sultan Hasanuddin untuk tidak lagi melakukan transaksi jual beli dengan memanfaatkan fasilitas umum.

"Berjualanlah di tempat yang sudah disedikan. Jangan jadikan jalan umum atau fasilitas umum ini untuk berjualan. Carilah rezeki di tempat yang sudah disedikan, pasti kalau jualan pada tempatnya akan nyaman," ungkapnya.

Di sisi lain, seorang pedagang mengaku bahwa berjualan dilokasi yang sudah disediakan pemerintah dinilai kurang tepat. Sebab, banyak pembeli yang enggan masuk ke area pasar Sri Mersing tersebut.

"Bagaimana kami mau julan di dalam pasar, pembeli itu yang bikin kami harus melakukan penjualan di luar area pasar. Seharusnya pemerintah juga mengerti dengan kondisi kami pedagang ini," ujar Paeran, pedagang sayuran ini.

Sementara Dinas Pedagangan Kota Dumai, saat ini sedang merancang terobosan agar para pedagang yang berjualan di tepi jalan umum mendapatkan tempat yang tepat.

"Kami sedang menyusun program agar tidak ada lagi pedagang di tepi jalan umum. Kami sedang menyiapkan solusi untuk menangani masalah para pedagang kaki lima tersebut," kata Zulkarnaen, Kadis Perdagangan Dumai. (rtc)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved