Perusahaan Asing Kembali Lirik Kawasan Industri Tanjung Buton Siak
Jumat, 06/04/2018 - 12:20:13 WIB

SIAK - Salah satu perusahaan asing dari Jepang kembali melirik Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) untuk melakukan investasi di kawasan yang terletak di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak tersebut.

Hal tersebut diungkapkan pada saat ekspose rencana kerjasama di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Siak dan sejumlah perusahaan BUMD PT. KITB, PT. SPS dan PT. SPN dengan perusahaan asing asal Jepang Crea Japan Inc di Ruang Rapat Pucuk Rebung, Rabu (4/3/2018).

Crea Japan Inc merupakan perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan yang tertarik untuk berinvestasi dan mendirikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Siak, yang kemudian Tandan Buah Segar (TBS)  dan cangkang kelapa sawit tersebut akan diolah dan diekspor kembali ke negaranya untuk dijadikan bahan bakar yang ramah lingkungan.

Direktur KITB M Soeharto menyebutkan jika saat ini KITB sangat membuka diri kepada setiap calon investor, namun berdasarkan regulasi tentu harus tetap mengikuti proses aturan yang berlaku.

"Kita sangat membuka diri terhadap para calon investor yang akan menanamkan modalnya di KITB ini, dengan syarat tetap mengikuti proses dan aturan yang berlaku,"sebutnya.

Sementara Kepala Badan Penanaman Modal Siak Heriyanto menyebutkan bahwa pemerintah daerah akan memfasilitasi investor dalam pengurusan perizinan karena saat ini sistem kemudahan dan cepat dapat dilakukan untuk menciptakan iklim investasi yang berkembang.

Sebelumnya, dua perusahaan asal Jepang yakni DJS Holding Inc Japan dan Tess Engineering Co juga telah datang ke Kabupaten Siak pada November 2017 lalu dan berniat untuk menanamkan investasinya dan membangun pabrik pengolahan tandan kosong dan tandan buah segar kelapa sawit yang akan dijadikan sebagai bahan bakar.

Kedua perusahaan Jepang yang bergerak di bidang energi tersebut, dalam pengerjaannya akan bekerja sama dengan PT Inovasi Internusa Sakti dan Sarana Pembangunan Siak (SPS) untuk membuat bahan bakar yang akan di ekspor melalui Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB).

Kawasan Tanjung Buton memiliki lahan seluas 600 hektare (Ha), yang diperuntukkan untuk pengembangan industri dan pelabuhan, masing-masing 300 Ha. Hamparan lahan yang luas serta posisinya yang strategis itu merupakan potensi emas dalam mengembangkan bisnis dan menarik para investor untuk menanamkan investasi di Kabupaten Siak.(hrc)






comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved