Petani Diminta Gunakan Pupuk Secara Tepat
Senin, 18/09/2017 - 23:36:40 WIB

Siak - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Siak mengimbau petani wilayah setempat untuk menerapkan atau mengaplikasikan pemakaian pupuk maupun pestisida secara tepat guna mencegah organisme pengganggu tumbuhan pada tanaman padi.

"Penggunaan obat yang tidak sesuai dengan petunjuk juga membuat hama menjadi resisten (bertahan dari penyakit) atau beradaptasi dengan obat. Bahkan penggunaan pupuk yang tidak sesuai petunjuk atau terlalu banyak juga menjadikan OPT menjadi suka," ujar Kadis Pertanian Kabupaten Siak Budi Shafari di Siak.

Dia mengklaim menurunnya produksi padi atau gabah di Kecamatan Bunga Raya pada musim tanam/panen pertama tahun ini karena masih banyaknya petani yang belum mengaplikasikan pupuk sesuai petunjuk teknisnya.

Selain itu, dominan serangan hama umumnya karena penggunaan satu jenis atau varitas yang sama secara terus-menerus tanpa diselingi jenis atau varitas yang lainnya.

Pada kegiatan doa turun sawah tempo lalu petani Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak menyampaikan secara langsung keluhannya pada bupati Siak terkait menurunnya produksi padi (gabah) pada musim tanam perdana tahun 2017 yang disebabkan oleh penyerangan hama wereng batang coklat.

"Faktanya di Bunga Raya itu termasuk daerah endemis wereng batang coklat (WBC), blast dan nexk blast, sementara petani belum sepenuhnya melaksanakan atau mengaplikasikan enam tepat baik pupuk maupun pestisida, antara lain tepat jenis obat/pupuk, tepat sasaran, tepat dosis, tepat mutu, tepat cara atau aplikasi dan tepat waktu," katanya saat dikonfirmasi penyebab menurunnya produksi padi petani.

Penurunan produksi padi ini diperkirakan oleh UPTD Pertanian Kecamatan Bunga Raya berkisar pada angka 10 hingga 15 persen dari periode sebelumnya.

Kendati demikian, petugas pengamat hama dan penyakit beserta kelompok tani (poktan) di wilayah yang terserang bersama-sama dengan petugas dinas pertanian dan PPL langsung segera melakukan tindakan pengendalian di lapangan.

"Sehingga kerusakan tidak sampai meluas, hanya terjadi pada spot-spot yang terserang saja," kata dia.

Sedangkan untuk pengendaliannya dilakukan dengan cara swadaya oleh petani pada lahan masing-masing, spot-spot yang terserang, kemudian dengan cara gerakan pengendalian (gerdal) secara massal. Selain itu mencegah meluasnya serangan OPT tersebut, khususnya ke areal yang belum terkena serangan.

Selanjutnya, pihaknya juga telah meminta bantuan obat ke propinsi yang langsung diserahkan kepada kelompok tani dan meminta bantuan tambahan bibit padi yang tahan terhadap serangan hama.

Sementara areal pertanaman padi yang diserang hama tikus meliputi di empat kampung yakni, Kemuning Muda, Bungaraya, Jayapura, dan Tuah Indrapura. Untuk areal pertanaman diserang hama WBC tersebar di lima kampung, meliputi Kemuning Muda, Bungaraya, Tuah Indrapura, Jatibaru dan Langsat Permai.

Sedangkan serangan hama PB terjadi di areal Kampung Jatibaru dan serangan penyakit Blast terjadi di Kampung Jayapura. Sumber: antaranews.(kt10)







comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved