Advertorial Pemprov Riau
Pembangunan Pendidikan untuk SDM Handal
Rabu, 21/12/2016 - 08:44:17 WIB
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi<br>
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi

PENDIDIKAN menjadi faktor penting dalam
sebuah pembangunan. Keberadaan SDM yang handal, akan menghasilkan
pembangunan yang berkualitas pula.

Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Riau, Kamsol mengatakan, untuk
kedepannya pemerintahan Provinsi Riau akan membebaskan biaya pendidikan
pada tahun 2017 mendatang.

Program tersebut akan diluncurkan oleh
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dimana program itu akan dinamakan
kartu "Riau Panutan".

"Pembebasan biaya pendidikan ditujukan
kepada siswa yang betul-betul kurang mampu dan juga sekolah yang akan
menjadi target kita sekolah swasta," kata Kamsol.

Sejauh ini
masih banyak siswa yang terkendala dalam proses pendidikan, seperti
terkendala dalam mengikuti ujian sekolah karena tidak memiliki biaya.

Tingkatan
sekolah yang akan menerima program tersebut diantaranya, SD, SMP, SMA,
dan SMK. Kemudian pihaknya juga akan melakukan peninjauan bersama tim
untuk mengetahui lebih rinci mengenai siswa yang betul-betul kurang
mampu, miskin dan rentan putus sekolah yang berhak menerima
nya,"tambahnya.

Alokasi Anggaran Pendidikan 30 Persen


ALOKASI
dana anggaran pendidikan di Riau 2017 mendatang melebihi target minimal
anggaran yang diatur dalam undang-undang (UU) Anggaran Pendapatan
Belanja Daerah (APBD)yakni 20 persen.



Hal
ini dikatakan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau, Ade Hartati.
Dia menyebut anggaran pendidikan yang sebelumnya pada APBD 2016 adalah
sebanyak 20 persen dari total APBD, kini anggaran tersebut akan
ditingkatkan menjadi 30 persen.

"Itu sudah menjadi komitmen kami
tadi malam dengan Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD)," ujar wanita
yang menjabat sebagai ketua Fraksi PAN.

Anggota Komisi E DPRD
Riau itu juga menyebut peningkatan alokasi anggaran pada bidang
pendidikan dilakukan karena pengalihan kewenangan SMA/SMK ke pihak
provinsi.

Lebih jelas kata Ade, 30 persen dari total APBD murni nantinya sudah masuk termasuk semua biaya pendidikan di Riau.



"Bantuan
operasional siswa daerah -(Bosda), gaji guru, honor guru, biaya belanja
pegawai, belanja tidak langsung, pembangunan gedung sekolah,
peningkatan sdm guru, dan lain-lain," Imbuh Ade.

"Kita juga
memberikan bantuan untuk Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang
untuk SMA 1,6 juta per siswa, per tahun, sedangkan untuk SMK Rp 2,1
juta per tahun, untuk setiap siswa,"kata Ade Hartati. (adv)





comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved