Advertorial Pemprov Riau
Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai Dimulai
Selasa, 20/12/2016 - 24:55:58 WIB
<br>

PEMERINTAH terus menggesa percepatan pembangunan jalan Tol Pekanbaru-Dumai. Kehadiran jalan Tol ini diharapkan bisa meningkatkan dan menopang laju pertumbuhan ekonomi di Riau.

Asisten II Setdaprov Riau, Masperi mengatakan, meskipun rencana ground breaking pada 9 Desember lalu batal oleh presiden Jokowi, pembangunan jalan tol dari Pekanbaru menuju kota pelabuhan Dumai sejauh 131 kilometer secara teknis dimulai pekan ini.

Kontraktor PT Hutama Karya mulai melakukan pengerjaan di Seksi I ruas Pekanbaru-Minas, Kabupaten Siak, sepanjang 9,2 km.

Jalan tol Pekanbaru-Dumai dibagi dalam enam bagian (seksi), yakni Seksi I Pekanbaru-Minas, Seksi II Minas-Kandis Selatan, Seksi III Kandis Selatan-Kandis Utara, Seksi IV Kandis Utara-Duri Selatan, Seksi V Duri Selatan-Duri Utara, dan Seksi VI Duri Utara-Dumai. Ruas terpendek adalah seksi I sejauh 9,2 kilometer, sementara seksi lainnya di atas 20 kilometer. Jalan yang membelah wilayah Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Siak, Bengkalis, dan Kota Dumai itu diharapkan selesai 2019.

Pembebasan lahan sudah 30 persen. Lahan terpanjang berada di ruas Minas-Kandis Selatan, yakni 22,6 kilometer, melewati perkebunan kelapa sawit PT Bina Fitri dan PT Ivomas. Ganti rugi dilakukan sejak 2013.

Akses masuk menuju titik nol jalan tol di Kelurahan Muara Fajar, Pekanbaru, sudah sangat mudah. Dari jalan lintas timur sudah terbuka jalan selebar 100 meter yang di bagian tengahnya telah dipadatkan dengan pasir dan batu. Segala jenis kendaraan dapat masuk.

"Pengerjaannya sudah dimulai. Sambil berjalan waktu kendala-kendala yang dihadapi akan kita selesaikan, terutama mengenai pembebasan lahan. Mudah-mudahan 2019 sudah rampung," tegasnya.(adv)

Penetapan Jalur Rel Kereta Api Terus Dimantapkan


SELAIN jalan Tol, Pemerintah Provinsi (Pemprov) kini juga tengah disibukkan persiapan pembangunan jalur rel kereta api trans Sumatera yang bakal melintasi bumi lancang kuning.



Asisten II Setdaprov Riau, Masperi mengatakan, sejauh ini pihaknya terus melakukan rapat pemantapan dengan berbagai pihak untuk menentukan titik dan lokasi yang akan jadi perlintasan rel kereta api.

Ini merupakan tahapan awal sebelum melangkah dalam tahapan pengadaan dan pembebasan lahan.
"Kita akan mulai pembangunan dari Pekanbaru ke Rengat (Indragiri Hulu) menyambung ke Provinsi Jambi. Insya Allah sudah bisa dimulai tahun 2017 dengan DED rancangan tahun 2015 lalu," ungkap Masperi.

Adapun salah satu persoalan teknis yang sempat dihadapi Pemprov Riau, mengenai pembebasan lahan yang melintasi radar milik TNI AU di Kota Dumai. Yang mana, perlintasan rel kereta api dikhawatirkan dapat mengganggu sistem kerja radar.



"Kita akan tinjau ke lapangan, ini menjadi tugas pihak Kementerian Perhubungan RI," terang Masperi.

Sementara itu, Kota Dumai menjadi salah satu daerah yang dilintasi kereta api lintas Trans Sumatera yang segera direalisasikan Pemerintah Provinsi Riau 2017 mendatang. Di Dumai, nantinya akan ada empat stasiun kereta api.

 Empat stasiun yang akan ada di Dumai terletak di Pelabuhan, Kota Dumai (Depo), Bagan Besar, Bukit Nenas dan Bukit Kapur (adv)






comments powered by Disqus

 
   
About Us - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index
Copyright © 2014-2016 PT. KATA RIAU MEDIA, All Rights Reserved